<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780</id><updated>2012-01-29T06:43:59.032+07:00</updated><category term='vidio'/><category term='download'/><category term='tilawah'/><category term='wisdom'/><category term='cerpen'/><category term='computer'/><category term='kaos dakwah'/><category term='serba-serbi'/><category term='ceramah'/><category term='tauhid'/><category term='Fatwa Ulama'/><category term='hikmah'/><category term='humor'/><title type='text'>Herman Moslem</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8647539973287895181</id><published>2011-12-19T07:42:00.008+07:00</published><updated>2011-12-23T07:12:31.234+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa Ulama'/><title type='text'>Ba'i Al Ma'dum dan Istishna'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PWGlK5mUqBs/Tu6NkyRSeLI/AAAAAAAAAiw/tkhjcFY0u_g/s1600/ba%2527i%2Bma%2527dum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PWGlK5mUqBs/Tu6NkyRSeLI/AAAAAAAAAiw/tkhjcFY0u_g/s320/ba%2527i%2Bma%2527dum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687639042524608690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulallah saw melarang bai' al ma'dum yaitu jual-beli yang barangnya tidak ada di tempat transaksi, Sementara itu, sebagian ulama membolehkan Istishna' yaitu jual-beli barang yang belum dibuat, seperti memesan baju dan celana. Padahal Istishna’ sama seperti menjual sesuatu yang tidak ada, karena barangnya juga tidak ada di tempat. Apakah ba’I la ma’dum dan istishna’ sama? Bagaimana penjelasan dari permasalahan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawab :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, Ba'i Al Ma'dum merupakan bentuk jual-beli yang diperdebatkan kebolehannya oleh para ulama fiqih. Sebagian ada yang berpendapat bahwa ba'i al ma'dum merupakan bentuk jual-beli yang haram dengan alasan adanya dalil yang melarang jual-beli gharar atau jual-beli yang mengandung unsur penipuan. Ba'i al ma'dum masuk dalam kategori jual-beli gharar, karena ketiadaan barang yang dijual akan menimbulkan perselisihan terhadap barang tersebut, jika didapatkan ketidakpuasan dari pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama yang lain seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Al Qoyyim berpendapat bahwa ba'i al ma'dum diperbolehkan. Alasan pembolehannya adalah karena tidak adanya dalil baik dari Al Qur'an dan Assunnah yang melarangnya, baik dengan lafaz umum atau pun dengan makna umum. Akan tetapi larangan yang ada ditujukan kepada jual-beli sebagian barang yang tidak ada, sebagaimana ada juga larangan yang tertuju pada jual-beli sebagian barang yang ada. Dari sini disimpulkan, bahwa alasan pelarangan jual-beli barang yang tidak ada bukan karena ketiadaannya, sebagaimana larangan jual-beli sesuatu yang ada bukan karena keberadaannya. Sehingga dengan itu, pasti ada alasan lain mengapa jual-beli ini dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah larangan tersebut kembali karena alasan gharar atau penipuan yang ada di dalamnya. Maka dari itu, segala sesuatu yang di dalamnya terdapat unsur penipuan, dilarang diperjual-belikan karena alasan penipuan bukan karena ketiadaannya. Seperti orang yang menjual janin yang ada dalam perut hewan atau menjual ikan di dalam kolam. Dalam kasus ini hewan tersebut bisa saja hamil, bisa juga tidak. Jika hamil juga tidak diketahui apa jenis dan bentuknya. Begitu juga dengan ikan di dalam kolam, bisa jadi besar dan tidak ada yang menjamin kalau ikannya kecil-kecil dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini dapat disimpulkan bahwa penipuan dalam ba'i al ma'dum tidak akan terjadi kecuali dalam kondisi jika barang yang dijual keberadaannya benar-benar tidak diketahui. Karena jika barang yang dijual jelas-jelas belum ada, maka tidak ada unsur penipuan dalam jual-beli ini, akan tetapi jual-beli itu batal karena ketidakmampuan pelaksanaannya. Seperti seorang pedagang yang menjanjikan pembeli menjual seekor ayam dengan kaki tiga, hal ini mustahil karena tidak ada ayam yang berkaki tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika barang yang dijual, keberadaannya pasti, maka di situ juga tidak ada unsur penipuan dan jual-belinya sah. Seperti menjual baju dengan ukuran dan ketentuan tertentu, namun bajunya belum dijahit. Baju ini walaupun dalam akadnya tidak ada, namun keberadaannya bisa dipastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita meneliti Jenis-jenis ba'i al ma'dum yang dilarang dan jenis ba'i al ma'dum yang dibolehkan, maka dapat disimpulkan bahwa segala komoditi yang dilarang diperjual-belikan,  keberadaannya tidak pasti dan tidak diketahui, sedangkan segala komoditi yang diperbolehkan, keberadaannya pasti walaupun terkadang tidak ada pada saat akad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kaidah yang berlaku dalam ba'i al ma'dum adalah: Segala yang tidak ada dan tidak dapat direalisasikan keberadaannya di masa datang maka tidak boleh diperjual-belikan. Dan segala yang tidak ada namun keberadaannya dapat direalisasikan di masa datang, sesuai dengan kebiasaan maka boleh diperjual-belikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari : &lt;a href="http://m-islam1.com/news.php?action=show&amp;amp;id=1094"&gt;www.m-islam1.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8647539973287895181?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8647539973287895181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8647539973287895181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2011/12/bai-al-madum-dan-istishna.html' title='Ba&apos;i Al Ma&apos;dum dan Istishna&apos;'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-PWGlK5mUqBs/Tu6NkyRSeLI/AAAAAAAAAiw/tkhjcFY0u_g/s72-c/ba%2527i%2Bma%2527dum.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8577136235735946261</id><published>2011-08-31T00:00:00.003+07:00</published><updated>2011-08-31T04:40:01.603+07:00</updated><title type='text'>Memaknai Fitrah di Hari yang Fitri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Y3Fd9c0xTqg/Tl0XWS1rxYI/AAAAAAAAAio/8kJOajZ112M/s1600/Kartu%2BSelamat%2BLebaran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y3Fd9c0xTqg/Tl0XWS1rxYI/AAAAAAAAAio/8kJOajZ112M/s320/Kartu%2BSelamat%2BLebaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646695179574035842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Moment lebaran adalah moment yang membahagiakan dan sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Berbeda kalangan, maka berbeda pula alasan kebahagiaan mereka dalam menyambut hari raya yang satu ini. Bagi orang-orang yang tidak suka puasa, moment ini berarti saatnya menyantap hidangan ketupat dan beraneka ragam kue. Bagi yang tidak suka shalat malam, moment ini berarti kebebasan dari kegiatan berdiri berlama-lama mendengarkan bacaan imam sambil ngantuk-ngantukan. Bagi pedagang mainan anak-anak, moment ini berarti meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Bagi yang jarang pulang kampung, moment ini berarti mudik dan kumpul keluarga. Dan begitulah seterusnya, setiap orang, memiliki kesan tersendiri terhadap hari Idul Fitri. Tapi manakah yang benar?  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketika mendengar kata ‘Fitrah’ yang langsung terbayang dalam benak fikiran kita adalah kata suci. Kata ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kata suci. Karena secara bahasa, fitrah (fithrah) berasal dari kata fathara–yafthuru–fathr[an] wa futhr[an] wa fithrat[an] yang berarti pecah, belah, terbuka dan mencipta. Namun kata al-fithr artinya ciptaan. Dari kata ciptaan ini lah dapat disimpulkan kata suci. Karena pada awal penciptaannya, manusia adalah makhluk yang bebas dari dosa dan kesalahan. Hal ini sebagaimana terkandung dalam sebuah hadits Nabi:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu-bapaknyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad, Malik).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ringkasnya, Idul Fitri berarti kembali kepada kesucian, yaitu kondisi ketika manusia pertama kali dilahirkan. Tidak membawa dosa dan kesalahan. Makna Idul Fitri semacam ini hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan kepada Allah seraya mengintrospeksi dirinya. Karena Allah swt menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka. Rasulallah pernah bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Barang siapa yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan seraya mengintrospeksi dirinya&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;maka Allah akan memaafkan dosanya yang telah lalu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Lalu apakah makna idul fitri ini hanya sebatas kembalinya kita dalam kondisi bebas dari dosa,? Jika kita memahami fitrah hanya sebatas pada kesucian diri dari dosa, maka pada bulan-bulan yang lain, tidak ada jaminan kita terbebas dari dosa, karena kondisi seperti ini hanya akan menjadi garis start yang aman untuk mengejar dosa-dosa yang baru. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika kita melihat lebih dalam terhadap kata fitrah, kata ini berarti kondisi manusia yang selalu cenderung pada kebaikan. Salah satu buktinya, jika seseorang ditanya, apakah anda ingin masuk surga atau neraka? Jawabannya tentu surga. Apakah anda ingin baik atau jahat? Pasti jawabannya ingin baik. Begitu juga dengan hal-hal yang berbau duniawi. Apakah anda ingin kaya atau miskin? Pasti ingin kaya. Pintar atau bodoh? Pasti ingin pintar dan seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Inilah sebagian dari makna fitrah. Manusia suka dan cenderung kepada kebaikan. Yang menjadi pertanyaannya, apakah kita sudah maksimal untuk meraih makna fitrah tersebut? Apakah kita sudah maksimal untuk meraih surga Allah? Apakah kita sudah maksimal untuk menjadi baik, menjadi kaya dan pintar? Atau hanya sekedar mau tapi tanpa usaha?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kenyataan yang sering terjadi, kita ingin masuk surga, namun malas beribadah, malas sedekah, malas puasa, dan gemar melakukan dosa. Kita ingin menjadi baik, namun akhlak kita kasar, omongan kita menyakitkan, tindakan kita sering melukai, sama tetangga tidak pernah akur, sesama rekan bisnis saling menjatuhkan. Kita ingin kaya, namun malas usaha, segan bersilaturahmi dan menjalin relasi, takut gagal, ngak pede. Kita ingin pintar, tapi malas membaca, ga punya catatan, apalagi mau ke perpustakaan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Allah swt telah menitipkan kepada kita semua makna fitrah tersebut. Semua kembali kepada diri pribadi untuk meraihnya. Di balik itu semua, harus ada usaha. Dan di balik itu juga ada kemenangan yang dijanjikan Allah, 'minal a'idin wal fa izin'. Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang selalu mendengarkan bisikan fitrah, dan selalu berusaha untuk meraihnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS ar-Rum: 30).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8577136235735946261?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8577136235735946261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8577136235735946261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2011/08/memaknai-fitrah-di-hari-yang-fitri.html' title='Memaknai Fitrah di Hari yang Fitri'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y3Fd9c0xTqg/Tl0XWS1rxYI/AAAAAAAAAio/8kJOajZ112M/s72-c/Kartu%2BSelamat%2BLebaran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-4489612047886748825</id><published>2011-07-16T13:31:00.007+07:00</published><updated>2011-07-16T14:01:34.010+07:00</updated><title type='text'>KAJIAN LITERATUR KITAB FUNUN AL-AFNAN FI ‘AJA’IBI ULUM AL-QUR’AN KARANGAN IMAM IBNU AL-JAUZI</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Biografi Imam Ibnu Al-Jauzi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Namanya adalah Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali Al-Qurasyi At-Taimi Al-Bakri Al-Bagdadi Al-Hambali&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Nasab Imam Ibnu Al-Jauzi sampai kepada Khalifah Ar-Rasyidin yang pertama Abu Bakar Radhiallahu 'anhu. Beliau diberi gelar Ibnu Al-Jauzi dinisbatkan kepada kakeknya yang ke tujuh yang bernama Ja'far. Kakeknya tersebut terkenal dengan sebutan Ibnul Jauzi (anak kelapa), karena kelapa yang ia miliki di Wasith, di mana di sana sama sekali tidak ada kelapa selain milik beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibnu Al-Jauzi hidup pada zaman kerajaan Abasiyah (132 – 656H). Beliau lahir pada awal abad ke enam hijriyah tepatnya pada tahun 510 H. Ayahnya meninggal ketika beliau berumur tiga tahun, lalu beliau diasuh oleh bibinya (dari pihak ayah). Ketika beliau mulai tumbuh, bibinya membawa beliau kepada al-Hafizh Ibnu Nashir, lalu beliau belajar kepadanya dan menghasilkan ilmu dalam memberikan wejangan yang tidak dihasilkan oleh seorang pun selainnya, bahkan diceritakan bahwa sebagian majelisnya dihadiri oleh lebih dari 100.000 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibnul Jauzi menulis buku 2.000 jilid dengan tulisan tangan beliau, 100.000 orang telah bertaubat dengan perantaraannya dan 20.000 orang masuk Islam dengan perantaraannya pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibnul Jauzi rahimahullah memiliki perawakan yang lembut, tabiat yang manis, suara yang merdu dan gerakan yang teratur, beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktu sedikit pun, sehingga beliau dapat menulis empat buku tulis setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beliau memiliki peran dalam semua bidang ilmu, beliau adalah seorang yang sangat menonjol dalam bidang tafsir, memiliki gelar al-Hafizh dalam bidang hadits, termasuk ulama yang sangat luas dalam bidang sejarah, bahkan beliau memiliki satu buku dalam bidang kedokteran yang diberi nama “Kitab al-Luqath”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beliau wafat pada tahun 597 H, mendekati 90 tahun dari usianya dan dimakamkan di pemakaman Bab Harb. Semoga Allah Ta’ala merahmatinya, amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Karya-karyanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibnu Al-Jauzi terkenal sebagai ulama yang kreatif dalam menulis. Beliau memiliki sejumlah buku dalam berbagai bidang keilmuan. Di antara buku-buku karyanya tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;1.Akhbâr Adz-Zharrâf wa Al-Mutamâjinîn (أخبار الظراف والمتماجنين)&lt;br /&gt;2.Akhbâr An-Nisâ (أخبار النساء)&lt;br /&gt;3.A’mâru Al-A’yân (أعمار الأعيان)&lt;br /&gt;4.Bustân Al-Wâ’izin (بستان الواعظين)&lt;br /&gt;5.Talbîs Iblîs (تلبيس إبليس)&lt;br /&gt;6.Talqîh Fuhūm Ahli Al-Atsar Fi ‘Uyūn At-Târikh wa As-Siyar (تلقيح فهوم أهل الأثر في عيون التاريح والسير)&lt;br /&gt;7.Târîkh Bait Al-Maqdis (تاريخ بيت المقدس)&lt;br /&gt;8.Tuhfah Al-Maudūd fi Ahkâm Al-Walūd (تحفة المودود في أحكام الولود)&lt;br /&gt;9.As-Tsabat ‘inda Al-Mamat (الثبات عند الممات)&lt;br /&gt;10.Al-Jalîs As-Shâlih wa Al-Anîs An-Nâshih (الجليس الصالح والأنيس الناصح)&lt;br /&gt;11.Husnus Sulūk fi Mawâ’iz Al-mulūk (حسن السلوك في مواغظ الملوك)&lt;br /&gt;12.Dzammul Hawâ (ذم الهوى)&lt;br /&gt;13.Sirah Umar bin Abdul Aziz (سيرة عمر بن عبد العزيز)&lt;br /&gt;14.Shafwah As-Shafwah (صفوة الصفوة)&lt;br /&gt;15.Shaidul Khatir (صيد الخاطر)&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Ada pun karya beliau dalam bidang ‘Ulum Al-Qur’an adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Zad Al-Masir fi ‘Ilmi At-Tafsir (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;زاد المسير في علم التفسير&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Funun Al-Afnan fi ‘Ulum Al-Qur’an (&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فنون الأفنان في علوم القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Latar Belakang Penulisan Kitab Funun Al-Afnan&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hal yang melatar belakangi Ibnu Al-Jauzi dalam penulisan buku Funun Al-Afnan fi Ulum Al-Qur'an adalah kesadaran beliau terhadap keutamaan ilmu Al-Qur'an dari ilmu-ilmu yang lainnya. Hal ini disimpulkan dari perkataan Al-Jauzi sendiri dalam muqaddimah singkat bukunya, dimana dia berkata, "Ketika aku selesai mengarang kitab At-Talqih fi Gharaib Ulum Al-Hadits" kemudian aku berfikir bahwa mengarang kitab tentang keajaiban ilmu Al-Qur'an lebih utama, maka aku meminta taufiq kepada Allah sebelum memulai untuk menulis kitab tersebut..."&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Referensi dalam Penulisan Kitab Funun Al-Afnan&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam penulisan kitab ini Imam Ibnu Al-Jauzi merujuk pada buku-buku klasik yang merupakan karangan imam-imam terdahulu. Seperti Imam Al-Hafidz Ibnu Hibban, Imam Ibnu Jarir At-Thabari, Abu Bakar Muhammad Ibnu Al-Qasim Al-Anbari, Abu Al-Hasan Ahmad bin Ja'far. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Isi dan Kandungan Kitab Funun Al-Afnan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Nubzah min fadhail Al-Qur'an (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;نبذة من فضائل القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Anna Al-Qur'an Ghairu Makhluq (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أن القرآن غير مخلوق&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Nuzul Al-Qur'an 'Ala Sab'ati Ahruf (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;نزول القرآن على سبعة أحرف&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Kitabah Al-Mushaf wa hijaaihi (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كتابة المصحف وهجائه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), 'Adadu Suwar Al-Qur'an wa Ayatihi wa Kalimatihi wa Hurufihi wa Nuqatihi (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;عدد سور القرآن وآياته وكلماته وحروفه ونقطه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Dzikru Ajzail Qur'an (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ذكر أجزاء القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), 'Adad Ayat As Suwar (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;عدد آيات السور&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Bayan As-Suwar Al-Makiyyah min Al-Madaniyyah (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بيان السور المكية من المدنية&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Dzikru Al-Lughat Fi Al-Qur'an (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ذكر اللغات في القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Adab Al-Waqfu wa Al-Ibtida (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;آداب الوقف والابتداء&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Fi Tafsir An-nasakh, Al-Muhkam wa Al-Mutasyabih (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;في تفسير النسخ، المحكم والمتشابه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Min Musykil ma fi Al-Qur'an minhu harfun wahidun (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;من مشكل ما في القرآن منه حرف واحد&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Min Al-Mutasyabih (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;من المتشابه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Ibdal Kalimah bikalimah au Harf biharf min Al-Mutasyabih (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إبدال كلمة بكلمة أو حرف بحرف من المتشابه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Al-Huruf Az-Zawa-id wa An-Nawaqish min Al-Mutasyabih (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الحروف الزوائد والنواقص من المتشابه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Al-Mufrad min Al-Mutasyabih (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;المفرد من المتشابه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Bab fihi masail ya'ya biha fi Al-Mutasyabih (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;باب فيه مسائل يعايا بها في المتشابه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Bab Dziru Al-Awshaf Allati Syarakat Ummatuna fiha Al-Anbiya' (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;باب ذكر الأوصاف التي شاركت أمتنا فيها الأنبياء&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Metode Penulisan Kitab Funun Al-Afnan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Metode Imam Ibnu Al-Jauzi dalam penulisan kitab Funun Al-Afnan ini dapat dibagi dalam dua bagian; yaitu metode beliau dalam menulis muqaddimah kitab dan metode beliau dalam penulisan dan pembahasan setiap judul pembahasan tentang ilmu Al-Qur’an dalam kitabnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Metode Ibnu Al-Jauzi dalam penulisan Muqaddimah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Imam Ibnu Al-Jauzi memulai penulisan buku Funun Al-Afnan ini dengan sebuah muqaddimah singkat yang indah. Dalam muqaddimah tersebut Ibnu Al-Jauzi menyebutkan sebab kemulian seseorang yaitu dengan tauhid dan islam. Lalu beliau mengisyaratkan tentang mu'jizat Al-Qur'an baik dalam bentuk susunan katanya (uslub) atau pun kandungannya (madhmun). Setelah itu beliau kembali mengulangi tahmid kepada Allah SWT agar diberikan karunia untuk dapat menjaga Al-Qur'an dan mempelajarinya. Di akhir muqaddimahnya, beliau menyebutkan alasan mengapa beliau mengarang kitab Funun Al-Afnan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam muqaddimahnya ini, tampak bahwa Imam Ibnu Al-Jauzi selalu berpegang teguh pada adab para ulama terdahulu yang sebelum menulis kitabnya, mereka selalu meminta taufiq kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam penulisan kitab yang akan mereka tulis, dan meminta agar diberikan pemikiran yang cemerlang dalam penulisannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Metode Ibnu Al-Jauzi dalam penulisan dan pembahasan setiap judul bab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab ‘Keutamaan Al-Qur'an’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فضائل القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada bab pertama dari bab-bab yang ada dalam kitabnya, Imam Al-Jauzi menuliskan gambaran singkat mengenai keutamaan Al-Qur'an. di dalamnya Al-Jauzi mengenalkan tentang besarnya pahala bagi orang yang mempelajari Al-Qur'an. Hal ini menjadi penguat bagi orang yang membaca buku ini untuk melihat lebih dalam lagi tentang ilmu-ilmu Al-Qur'an yang ada pada bab-bab selanjutnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab ‘Al-Qur’an adalah Kalamullah dan bukan makhluk’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;القرآن كلام الله وغير مخلوق&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;). &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Judul Al-Qur'an Kalamullah dan bukan makhluq merupakan judul yang mendasar dalam pembahasan ulum Al-Qur'an karena judul ini memiliki hubungan dengan tauhid. Banyak orang yang tergelincir dalam kesesatan karena salah dalam memahami bahwa Al-Qur'an adalah makhluq. Maka dalam bab ini Al-Jauzi menulisakan beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah dan bukan makhluq.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian beliau menuliskan dalil ijma' yang diriwayatkan dari Abu Abdillah bin Mundah, bahwa para sahabat dan tabi'in dan para imam-imam setelahnya dari abad ke abad hingga sampai pada zamannya, bahwa mereka seluruhnya bersepakat bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah dan bukan makhluq. Siapa saja yang mengatakan selain itu maka hukumnya kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘Turunnya Al-Qur’an dalam Tujuh Huruf’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;نزول القرآن على سبعة أحرف&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bab ini dimulai dengan penulisan hadits tentang turunnya Al-Qur'an dalam tujuh huruf, yaitu hadits dari Umar bin Khattab dan Hisyam bin Hakim. Kemudian Al-Jauzi menyebutkan takhrij haditsnya bahwa para ulama berbeda-beda dalam memaknai apa yang dimaksud dengan tujuh huruf dalam hadits tersebut. Jika melihat pada perbedaan para ulama dalam memaknai tujuh huruf dalam hadits ini, maka Perbedaan tersebut mencapai kurang lebih 35 pendapat. Namun Al-Jauzi dalam kitabnya ini hanya menyebutkan pendapat yang layak saja untuk dijadikan patokan. Beliau hanya menuliskan 14 pendapat saja dan menguatkan pendapat yang paling akhir disebutkan. Dalam kitab ini beliau menguatkan pendapat bahwa tujuh huruf dalam hadits bermakna tujuh bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian beliau menyebutkan perbedaan para ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh bahasa, pebedaan tersebut adalah bahasa mana saja dari bahasa kaum Arab, Al-Qur'an diturunkan. Namun beliau menafikan kesohihan setiap hadits yang menetapkan tujuh bahasa Arab dimana Al-Qur'an diturunkan. Kemudian beliau memperlihatkan pendapat beliau terhadap penentuan tujuh bahasa tersebut bahwa setiap hadits yang menyebutkan secara khusus tentang tujuh bahasa tersebut maka hadits itu tidak sah sanadnya, akan tetapi Al-Qur’an diturunkan dengan berbahasa Arab dalam tujuh bahasa Arab yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab 'Penulisan Al-Mushaf dan Pengejaannya’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;في كتابة المصحف وهجائه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bab ini Ibnu Al-Jauzi hanya melakukan pembahasan tentang penulisan mushaf pada beberapa sisi pembahasan saja, yaitu pada penulisan kata-kata yang memiliki perbedaan dengan kaidah penulisan bahasa Arab secara umum. Namun dengan pengkhususannya pada beberapa sisi pembahasan tersebut, beliau tidak serta-merta membahasnya secara umum, bahkan beliau menuliskannya secara terperinci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bab ini Al-Jauzi menjelaskan beberapa kata dalam Al-Qur'an yang terdapat perbedaan cara penulisan antara rasmul utsmani dengan kaidah penulisan bahasa Arab secara umum. Dalam hal ini, Al-Jauzi mengambil rujukan dari Ibnu Al-Anbari dan para ulama yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seperti cara penulisan setiap kata Alla (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ألا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) dalam mushaf utsmani ditulis sebagai satu huruf yang bersambung kecuali pada 10 tempat. Pada 10 tempat tersebut kata Alla (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ألا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) ditulis dengan dua huruf yaitu (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) dan (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) atau (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أن لا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;). Kemudian Al-Jauzi menyebutkan setiap ayat yang memuat penulisan kata Alla dengan dua huruf tersebut lengkap dengan nama surat dan nomor ayatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian kata An-Ni'mah (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;النعمة&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) dalam mushaf ditulis dengan huruf Ha, kecuali pada 11 tempat. Kemudian beliau menyebutkan tiga jenis penulisan yang lain yang kesemuanya diambil dari tulisan Ibnu Al-Anbari. Namun beliau menyebutkan beberapa bentuk yang lainnya dalam mushaf yang diambil dari karangan ulama-ulama lain. Seperti kata Riba (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الربا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) ditulis dengan huruf waw kecuali pada surat Ar-Rum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bab ini beliau tidak menyinggung tentang sejarah penulisan Al-Qur'an, yang dimulai dari zaman rasulallah, kemudian pengumpulan Al-Qur'an pada zaman Abu Bakar, sejarah penulisan dan pemersatuan bentuk mushaf di setiap daerah pada zaman Utsman, kemudian sejarah tentang penulisan teks Arab dengan beberapa tahapan, mulai dari penambahan titik pada huruf-huruf arab yang pada mulanya tidak memakai titik, pemberian baris dan tanda-tanda baca yang lainnya secara bertahap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab "Jumlah surat dalam Al-Qur'an, Ayat-ayatnya, kalimat, huruf-huruf dan titik-titiknya'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada bab ini Ibnu Al-jauzi menyebutkan bahwa ijma' ulama mengatakan bahwa jumlah surta dalam Al-Qur'an sebanyak 114 surat, namun beliau juga menyebutkan beberapa pendapat yang lain tentang jumlah surat dalam Al-Qur'an seperti pendapat Ubai bin Ka’ab (116 surat) dan pendapat Ibnu Mas’ud. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian beliau menyebutkan perbedaan dalam jumlah ayat Al-Qur'an dengan menyebutkan beberapa mazhab dalam penentuan jumlah ayat dalam Al-Qur'an dan penisbatan pendapat tersebut kepada sumbernya. Perbedaan dalam penentuan jumlah ayat dalam Al-Qur’an ini dinisbatkan kepada lima daerah, yaitu; Makkah, Madinah, Kufah, Bashrah dan Syam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lalu beliau menyebutkan jumlah kata dalam Al-Qur'an dari beberapa pendapat, seperti pendapat Ibnu Mas'ud, Mujahid, Ibnu Jabir, 'Atha bin yasar dan pendapat ulama yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah itu beliau menyebutkan beberapa pendapat ulama dalam jumlah huruf dalam Al-Qur'an dari beberapa sumber. Dan yang terakhir beliau menyebutkan jumlah titik dalam Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab 'Bagian-bagian Al-Qur'an' (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أجزاء القرآن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bab yang cukup panjang ini, Ibnu Al-Jauzi menyebutkan beberapa tempat pembagian Al-Qur’an. Bagian-bagian itu seperti; setengah Al-Qur'an, sepertiga, seperempat, hingga sepersepuluh. Kemudian beliau menyebutkan bagian seperduabelas Al-Qur'an, hingga bagian seperduapuluh Al-Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perhatian Imam Ibnu Al-Jauzi dalam pembagian Al-Qur'an ke dalam beberapa bagian tersebut untuk membantu pembaca Al-Qur'an dalam menghafal dan mengingat Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Bab 'Jumlah Ayat dalam setiap surat' (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;عدد آيات السور&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bab ini Al-Jauzi menyebutkan jumlah ayat Al-Qur'an pada setiap surat. dimulai dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas. Kemudian beliau juga menyebutkan beberapa pendapat Alhli Qiroat dalam jumlah ayat setiap surat dengan menjelaskan pendapat yang disepakati dan pendapat yang dipertentangkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan-keutamaan Kitab Funun Al-Afnan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kitab Funun Al-Afnan memiliki karakter pola kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Secara umum dalam semua karangannya, Ibnu Al-Jauzi biasa menggunakan susunan kalimat yang mudah dipahami. Bahkan, ketika beliau menyitir tulisan Imam-imam sebelumnya, beliau berusaha untuk menyederhanakan kalimat-kalimat mereka sehingga mudah dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kitab ini ditulis dengan ringkas dan dengan menggabungkan dasar-dasar ilmu Al-Qur'an yang ada. Beliau menjauhi penulisan judul-judul yang telah ditulis pada buku-bukunya yang terdahulu. Jika kita membaca setiap judul-judul dalam pembahasannya, maka kita akan mendapatkan setiap judul tersebut sebagai sebuah judul yang masih sangat luas, sehingga bisa dijadikan sebuah judul buku tersendiri. Setiap pembahasan dalam kitabnya kebanyakan tidak lebih dari satu lembar halaman, seperti pada judul tentang keutamaan Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Imam Al-Jauzi membangun tulisannya dalam kitab Funun Al-Afnan ini atas dasar runtutan logika yang mengalir dalam menampilkan maklumat yang ada. Sebagai contoh; Ibnu Al-Jauzi menuliskan hadits-hadits dan Atsar sebagai dalil bahwa Al-Qur'an bukan makhluq. Setelah itu beliau menampilkan dalil dari pendapat para sahabat dan tabi'in serta imam-imam mazhab dari abad ke abad secara runtut hingga buku ini ditulis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam beberapa bab dalam buku ini, Ibnu Al-Jauzi melakukan konvarasi antara judul bab yang dia bahas dengan karangan-karangan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh hasil penelitian beliau terdahulu tentang ilmu Al-Qur'an, lebih-lebih lagi buku ini dikarang setelah beliau mengarang kitab tafsir Zad Al-Masir fi Ulum Al-Qur'an. Hal ini tampak dari perkataan beliau bukunya, "Pemasalahan ini telah saya sebutkan dalam buku tafsir".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Imam Ibnu Al-Jauzi adalah ulama yang pernah lama menggeluti penulisan buku-buku tentang ilmu hadits, bahkan jauh sebelum beliau terfikir untuk menulis buku tentang ilmu Al-Qur'an. Ketika menulis buku tentang Ilmu Al-Qur'an, sifat Al-Ashalah (keotentikan) yang merupakan ciri khas dalam ilmu hadits diterapkan dengan baik dalam ilmu Al-Qur'an. Seperti ketika dalam penulisan suatu judul membutuhkan dalil dari hadits, beliau dengan sifat ashalahnya dengan mudah menghadirkan hadits-hadits yang berkaitan dengan judul, bahkan hadits-hadits tersebut ditulis lengkap dengan sanadnya kepada imam-imam yang meriwayatkannya. Seperti hadits-hadits yang terdapat dalam bab 'Seputar keutamaan Al-Qur'an’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bukunya, Imam Ibnu Al-Jauzi menampilkan statistik ayat-ayat yang mutasyabih, bahkan beliau meletakkan ayat-ayat yang mutasyabih dengan ayat mutasyabih lainnya dengan berpasang-pasangan, walaupun terdapat dalam ayat dan surat yang berbeda-beda. Fase ini merupakan fase yang ada di atas fase pengelompokan lafaz-lafaz Al-Qur'an. Perbandingan ayat-ayat mutasyabih ini merupakan hal yang sangat menolong bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menguatkan hafalannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Imam Ibnu Al-Jauzi merujuk pada buku-buku klasik yang merupakan karangan imam-imam terdahulu. Seperti Imam Al-Hafidz Ibnu Hibban, Imam Ibnu Jarir At-Thabari, Abu Bakar Muhammad Ibnu Al-Qasim Al-Anbari, Abu Al-Hasan Ahmad bin Ja'far. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam kitab ini, beliau juga menuliskan pendapat yang kuat dalam permasalahan-permasalahan yang pokok, seperti pada permasalahan Tujuh huruf Al-Qur'an. Kemudian beliau juga memberikan sesuatu yang baru yang tidak kita dapatkan di dalam kitab-kitab yang lain, seperti pemaparan beliau terhadap riwayat-riwayat yang sangat banyak dari imam-imam salaf tentang permasalahan Al-Qur'an sebagai kalamullah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Contoh Pembahasan di dalam Kitab Funun Al-Afnan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Nuzul Al-Qur’an ‘Ala Sab’ati Ahruf (&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;نزول القرآن على سبعة أحرف&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada bab ini Ibnu Al-jauzi memulai pembahasan dengan menulis hadits tentang turunnya Al-Qur'an dalam tujuh huruf. Dalam penyebutan hadits ini Imam Ibnu Al-Jauzi menyebutkan sanad haditsnya dengan lengkap, sebagaimana yang beliau tulis di awal bab ini&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أخبرنا ابن الحصين، قال جدثنا أبن المذهب، قال: أخبرنا أبو بكر بن مالك، قال: أخبرنا عبد الله بن أحمد بن حنبل، قال: حدثنا أبي، قال: أخبرنا عبد الأعلى، عن معمر عن الزهري، عن عروة، عن المسور بن مخرمة: أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: ((سمعت هشام بن حكيم بن حرام يقرأ سورة الفرقان فقرأ فيها حروفا لم يكن نبي الله صلى الله عليه وسلم أقرأنيها، فأردت أن أساوره وأنا في الصلاة، فلما فرغ قلت: من أقرأك هذه القراءة؟ قال: رسول الله صلى الله عليه وسلم، قلت: كذبت! فأخذت بيده أقوده إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقلت: إنك أقرأتي سورة الفرقان، وإني سمعت هذا يقرآ حروفا لم تكن أقرأتنيها! فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اقرآ يا هشام، فقرأ كما كان قرأ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: هكذا أنزلت، ثم قال: اقرأ يا عمر، فقرأت، فقال: هكذا أنزلت، ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن القرآن أنزل على سبعة أحرف))&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Artinya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Al-Hushain, dari Ibnu Al-Mazhab, dari Abu Bakar bin Malik, dari Abdullah bin Ahmad bin Hambal, dari ayahku, dia berkata, bahwa Abdullah Al-A’la memberitahukan kepadaku, dari Mu’ammar dari Az-Zuhri dari Urwah, dari Al-Miswar bin Mukhramah, bahwa Umar bin Al-Khattab RA pernah berkata, “Saya mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surat Al-Furqan, lalu dia membaca di dalam surat itu beberapa huruf yang tidak pernah rasulallah membacakannya kepadaku, mendengar bacaannya tersebut aku ingin sekali menyerangnya sedangkan aku dalam kondisi shalat. Maka setelah selesai melakukan shalat, aku berkata kepadanya, “Siapa yang membacakan ayat itu kepadamu dengan bentuk bacaan seperti itu?” Hisyam berkata, “Rasulallah”. Kemudian aku berkata, “Kamu bohong”. Kemudian aku membawanya kepada rasulallah, kemudian aku berkata, wahai rasul, sesungguhnya engkau telah membaca surat Al-Furqan kepadaku, sedangkan aku mendengar dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Hisyam) membacanya dengan cara yang tidak kamu baca. Rasul berkata, “Bacalah wahai Hisyam’. Kemudian Hisyam membacanya seperti yang dia baca pada waktu shalat. Kemudian rasul berkata, “begitu lah ayat ini diturunkan”. Kemudian berkata kepada Umar, “bacalah wahai Umar”.Kemudian Umar membacanya. Lalu rasul berkata, “begitulah Al-Qur’an diturunkan”. Kemudian rasul bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dengan tujuh huruf”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah menyebutkan hadits ini, Imam Al-Jauzi menyebutkan derajat hadits ini bahwa hadits ini adalah hadits yang shahih dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Al-Jauzi juga menyebutkan takhrij haditsnya bahwa para ulama berbeda-beda dalam memaknai apa yang dimaksud dengan tujuh huruf dalam hadits tersebut. Jika melihat pada perbedaan para ulama dalam memaknai tujuh huruf dalam hadits ini, maka Perbedaan tersebut mencapai kurang lebih 35 pendapat. Namun Al-Jauzi dalam kitabnya ini hanya menyebutkan pendapat yang layak saja untuk dijadikan patokan. Beliau hanya menuliskan 14 pendapat saja dan menguatkan pendapat yang paling akhir disebutkan. Dalam kitab ini beliau menguatkan pendapat bahwa tujuh huruf dalam hadits bermakna tujuh bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Adapun 14 belas pendapat yang dimaksudkan di antaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat yang mengatakan bahwa tujuh huruf dalam hadits tersebut adalah; Halal dan haram, Perintah dan larangan, Amtsal, Muhkam dan mutasyabih. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Salamah dari Abu Hurairah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat yang kedua, bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah; halal dan haram, perintah dan larangan, berita tentang hal yang telah terjadi dan berita tentang seuatu hal yang akan terjadi dan yang ketujuh Amtsal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat ketiga, tujuh huruf adalah; halal, haram, janji dan ancaman, nasehat dan Amtsal (perumpamaan), dan hujjah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat keempat, tujuh huruf yang dimaksud adalah; Muhkam dan mutasyabih, nasikh dan mansukh, khusus dan umum, dan cerita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat kelima adalah; Muqaddam dan muakhar, Faraid dan hudud, nasehat, mutasyabih dan amtsal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat keenam, bahwa tujuh huruf adalah lafadz khusus yang dimaksudnya dengan kekhususannya, dan lafadz umum yang dimaksudkan dengan keumumannya, lafadz umum yang dimaksudkan dengan kekhususannya, lafadz khusus yang dimaksudkan keumumannya, lafadz yang dengan cara turunnaya tidak perlu lagi ditakwilkan, lafadz yang tidak diketahui maknanya kecuali para ulama, dan lafadz yang tidak diketahui maknanya kecuali orang-orang yang memiliki keilmuan yang kuat (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الراسخون في العلم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat ketujuh, yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah ayat yang menetapkan wujud Allah sebagai pencipta, ayat yang menetapkan keesaan Allah, ayat yang menetapkan sifat-sifatNya, ayat yang menetapkan kerasulan Nabi Muhammad, ayat yang menetapkan kitabNya, ayat yang menetapkan agama islam, dan ayat yang menggagalkan kekafiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat kedelapan adalah; bahwa tujuh huruf adalah keimanan kepada Allah, keimanan kepada Muhammad, keimanan kepada Al-Qur'an, keimanan kepada para rasul, keimanan kepada kitab-kitab Allah, keimanan kepada malaikat, keimanan kepada hari kebangkitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat kesembilan, tujuh huruf adalah; sesuatu yang masuk dalam bahasa, seperti hamzah, fathah, imalah, tafkhim, mad dan qasr. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat kesepuluh, tujuh huruf adalah; lafadz-lafadz yang berbeda-beda namun memiliki satu makna, seperti kata; Halumma (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;هلم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), ta'ala (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تعال&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Aqbala (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أقبل&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) Ha Huna (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ههنا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), Ilayya (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إلي&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), 'Indi (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;عندي&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), A'tif 'Alayya (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اعطف علي&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat kesebelas; yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh sisi, yaitu; Jamak dan tauhid, seperti (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بشهادتهم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) dan (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بشهاداتهم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), kemudian At-tdzkir dan ta'nis, seperti (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لتحصنكم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) dan (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ليحصنكم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), I'rab, Tasrif, Adawat, takhfif, pebedaan bahasa dalam mad dan qasr, hamz dan tanpa hamz, imalah dan tafkhim, idgham dan idzhar, dan mendhammahkan mim dalam (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الجمع&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)dan mengkasrahkannya. dan yang ketujuh adalah, merubah lafadz dari bentuk hadir kedalam bentuk ghaib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan pendapat yang terakhir, yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh bahasa orang arab.Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Al-Jauzi sebagai pendapat yang terkuat dari pendapat-pendapat yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian beliau menyebutkan perbedaan para ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh bahasa, pebedaan tersebut adalah Al-Qur’an diturunkan pada bahasa mana saja dari bahasa kaum Arab. Namun beliau menafikan kesohihan setiap hadits yang menetapkan tujuh bahasa Arab dimana Al-Qur'an diturunkan. Kemudian beliau memperlihatkan pendapat beliau terhadap penentuan tujuh bahasa tersebut bahwa setiap hadits yang menyebutkan secara khusus tentang tujuh bahasa tersebut maka hadits itu tidak sah sanadnya, akan tetapi Al-Qur’an diturunkan dengan berbahasa Arab dalam tujuh bahasa Arab yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Daftar Pustaka:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Al-Jauzi Abdurrahman, &lt;i&gt;Funun Al-Afnan fi Ulum Al-Qur’an&lt;/i&gt;, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiyyah, (Cetakan 1, th. 1987M/ 1408H).&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" width="33%" size="1"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Abdurrahman Al-Jauzi, &lt;i&gt;Funun Al-Afnan fi Ulum Al-Qur’an&lt;/i&gt;, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiyyah, (Cetakan 1, th. 1987M/ 1408H), hal. 25.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Abdurrahman Al-Jauzi, &lt;i&gt;Funun Al-Afnan fi Ulum Al-Qur’an&lt;/i&gt;, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiyyah, (Cetakan 1, th. 1987M/ 1408H), hal. 138.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Abdurrahman Al-Jauzi, &lt;i&gt;Funun Al-Afnan fi Ulum Al-Qur’an&lt;/i&gt;, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiyyah, (Cetakan 1, th. 1987M/ 1408H), hal. 100.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Abdurrahman Al-Jauzi, &lt;i&gt;Funun Al-Afnan fi Ulum Al-Qur’an&lt;/i&gt;, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiyyah, (Cetakan 1, th. 1987M/ 1408H), hal. 196.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-4489612047886748825?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4489612047886748825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4489612047886748825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2011/07/kajian-literatur-kitab-funun-al-afnan.html' title='KAJIAN LITERATUR KITAB FUNUN AL-AFNAN FI ‘AJA’IBI ULUM AL-QUR’AN KARANGAN IMAM IBNU AL-JAUZI'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5963958202584454191</id><published>2011-07-16T13:20:00.000+07:00</published><updated>2011-07-16T15:06:33.589+07:00</updated><title type='text'>PENGARUH IBNU MUJAHID TERHADAP ILMU QIRO’AT SAB’AH</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} table.MsoTableGrid  {mso-style-name:"Table Grid";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-priority:59;  mso-style-unhide:no;  border:solid black 1.0pt;  mso-border-themecolor:text1;  mso-border-alt:solid black .5pt;  mso-border-themecolor:text1;  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-border-insideh:.5pt solid black;  mso-border-insideh-themecolor:text1;  mso-border-insidev:.5pt solid black;  mso-border-insidev-themecolor:text1;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ibnu Mujahid adalah seorang ulama' qiro'at yang menaruh perhatian besar ternadap ilmu qiro'at. Tidak sampai di situ, dengan perhatian yang begitu besar terhadap ilmu qiro'at, beliau juga mengarang sebuah kitab tentang qiro'at yang berjudul &lt;i&gt;As Sab'ah fi Al Qiro'at&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam kitab tersebut Ibnu Mujahid hanya memilih tujuh orang imam dari ratusan imam-imam qiro'at yang ada pada masa tersebut. Pemilihan ketujuh imam qiro’at ini didasarkan pada syarat-syarat tertentu yang dia tetapkan. Imam Ibnu Mujahid juga membaginya berdasarkan wilayah-wilayah yang terkenal dengan ilmu pengetahuan dan qiro’at pada masa itu. Wilayah-wilayah tersebut adalah; Madinah, Makkah, Damaskus, Syam, Basrah dan Kufah. Kota-kota ini lah yang menjadi tujuan pengiriman mushaf Utsmani pada masa khalifah ketiga, Khalifah Utsman bin Affan. Dari kota-kota ini juga tumbuh pusat-pusat ilmu qiro’at, fiqih, tafsir dan ilmu keislaman yang lainnya. Setelah itu Imam Ibnu Mujahid memilih dua orang yang mengambil riwayat bacaan dari setiap imam yang tujuh tersebut. Lalu menjelaskan dasar dari qiro'at yang tujuh tersebut dan memaparkannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Buku &lt;i&gt;As Sab’ah fi Al Qiro’at&lt;/i&gt; karangan Ibnu Mujahid ini, telah menjadi salah satu referensi utama bagi para penuntut ilmu yang ingin mendalami ilmu qiro'at. Dengan metodenya dalam penulisan buku ini, membuat ilmu qiro’at menjadi lebih mudah, sehingga memberikan banyak manfaat bagi orang-orang yang ingin mendalami ilmu qiro’at.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Biografi Ibnu Mujahid&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Beliau adalah Ahmad bin Musa bin Al 'Abbas bin Mujahid At Taimi Al Baghdadi. Dilahirkan di sebuah daerah yang dinamakan Suq Al 'Athasy di kota Bagdad pada tahun 245 H. Beliau meninggal dunia pada hari Rabu pada tanggal 11 Sya'ban tahun 324 H.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ibnu Mujahid adalah seorang yang tekun dalam menuntut ilmu. Hingga bila dihitung, guru-gurunya lebih dari lima puluh orang. Namun dalam makalah ini tidak semuanya disebutkan, diantaranya; Abdurrahman bin Abdus, Muhammad bin Abdurrahman al Makhzumi al Maky, Abdullah bin Katsir al Muadib al Bagdadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Beliau juga mengajarkan ilmunya kepada murid-muridnya, diantaranya; Abu Tohir Abdul Wahid bin Umar bin Abi Hisyam, Al Hasan bin Said al Mathu’I, Abu Ahmad Abdullah bin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;al Husain as Samiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sebab-sebab Penulisan Kitab&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada dasarnya, Ibnu Mujahid bukan lah orang yang pertama kali mengumpulkan sejumlah qiro'at para Imam qiro'at dalam satu buku. Telah ada ulama lain yang terlebih dahulu melakukan apa yang dia kerjakan, di antara para ulama itu adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Abu Ubaid Al Qasim bin Salam (224H). Dia telah mengumpulkan lima belas jenis bacaan para Imam dalam kitab karangannya yang berjudul Qararat.&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Ismail bin Ishaq Al Qadhi, Abu Ishaq Al Azadi Al Baghdadi (282H), beliau juga guru Ibnu Mujahid. Beliau telah mengarang sebuah kitab yang di dalamnya mencantumkan dua puluh bacaan Imam Ahli qiro'at.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di antara sebab yang mendorong Ibnu Mujahid menulis sebuah buku tentang qiro'at adalah keinginannya yang besar untuk menjaga bacaan-bacaan tersebut dan mempermudah untuk mendapatkannya dan mempelajarinya. Di mana orang-orang yang ingin menuntut ilmu qiro'at pada umumnya merasakan kesusahan dengan banyaknya cabang-cabang qiro'at dan jalan-jalan periwayatannya, belum lagi dengan illat (alasan) yang ada pada setiap bacaan. Ibnu Mujahid telah mengisyaratkan hal ini ketika dia ditanya, "Mengapa anda tidak menulis (tentang qiro'at) satu huruf saja (yaitu bacaan dari satu imam qiro'at)?" Kemudian dijawab oleh Ibnu Mujahid, "Menjaga seluruh bacaan yang dipakai oleh Imam-imam terdahulu lebih dibutuhkan dari pada memilih salah satu di antara mereka".&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ini merupakan ungkapan yang sangat jelas dari Ibnu Mujahid tentang keinginannya yang besar dalam menjaga qiro'at yang ada dan memeliharanya, serta menjadikan ilmu qiro'at sebagai sesuatu yang mudah bagi penuntut ilmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Imam Qiro'ah Tujuh&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ibnu Mujahid memilih tujuh orang imam qiro'at dari imam-imam qiro'at yang terkenal pada zamannya. Kemudian dari masing-masing imam tersebut, dia memilih dua orang yang meriwayatkan bacaan darinya. Ketujuh imam tersebut dan dua orang yang meriwayatkan bacaan dari mereka adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Nafi'&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dia adalah Nafi' Bin Abdurrahman. Berasal dari Asbahan dan meninggal dunia di Madinah pada tahun 169 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Adapun dua orang murid yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;1.1. Qolun, yang bernama Isa bin Mina Al Madani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;1.2. Warasy, yang bernama Utsman bin Sa'id Al Mishri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ibnu Katsir&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dia adalah Abdullah bin Katsir Ad Dar. Meninggal di Makkah pada tahun 120 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dua orang murid yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;2.1. Al Bazi, yang bernama asli Ahmad bin Muhammad bin Al Qasim bin Nafi' Al Maki.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;2.2. Qunbul&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Perlu diketahui bahwa Al Bazi dan Qunbul ini telah meriwayatkan qiro'at dari Ibnu Katsir, namun mereka tidak secara langsung mengambil riwayat tersebut darinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Abu 'Amr Al Bashri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dia adalah Abu 'Amr bin Al 'Ala' bin 'Ammar Al Mazini. Meninggal di Kufah pada tahun 154 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dua orang yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54.6pt; text-align: justify; text-indent: -18.6pt;"&gt;3.1. Ad Duri, yang bernama asli Abu Umar Hafsh bin Umar bin Abdul Aziz bin Shuhban Al Azadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54.6pt; text-align: justify; text-indent: -18.6pt;"&gt;3.2. As Susi, yang bernama asli Abu Syu'aib bin Shalih bin Ziyad.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54.6pt; text-align: justify; text-indent: -18.6pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ibnu Amir As Syami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dia adalah Abdullah bin Amir Al Yahshabi. Seorang Qodhi di Damaskus pada zaman kekhalifahan Al Walid bin Abdul Malik. Meninggal pada tahun 118 H di Damaskus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dua orang yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;4.1. Hisyam bin Ammar bin Nashir &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;4.2. Ibnu Dzakwan, yang bernama asli Abdullah bin Ahmad bin Basyir bin Dzakwan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ashim bin Abi An Najud Al Kufi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Beliau adalah seorang tabi'in. Meninggal pada tahun 127 H di Kufah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dua orang yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;5.1. Abu Bakar Su'bah bin 'Iyash.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;5.2. Hafsh bin Sulaiman bin Al Mughirah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hamzah Bin Habib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Beliau adalah Hamzah bin Habib bin Ammarah. Meninggal dunia pada tahun 156 H di Hulwan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dua orang yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;6.1. Khalaf bin Hisyam Al Bazzar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;6.2. Khlallad bin Khalid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Al Kisa'i&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Beliau adalah Ali bin Hamzah An Nahwi. Meninggal dunia di Ranbuyah di khurasan pada tahun 289 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Dua orang yang meriwayatkan qiro'at darinya adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 55.3pt; text-align: justify; text-indent: -19.3pt;"&gt;7.1. Abu Umar bin Hafsh bin Umar bin Ad Duri yang juga meriwayatkan dari Abu Amr Al Bashri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 55.3pt; text-align: justify; text-indent: -19.3pt;"&gt;7.2. Abu Al Harits Al Lais.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kota-Kota Asal Para Imam Qiro'ah yang Tujuh&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Madinah Al Munawwarah, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify;"&gt;Dari kota ini Ibnu Mujahid mengambil satu orang imam yaitu Nafi dan yang meriwayatkan darinya adalah Qolun dan Warash.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Makkah, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify;"&gt;Dari kota ini Ibnu Mujahid mengambil satu orang imam, dia adalah Imam Abdullah bin Katsir. Dan dua orang yang meriwayatkan darinya adalah Al Bazi dan Qunbul.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Al Bashrah, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify;"&gt;Dari kota ini Ibnu Mujahid mengambil seorang imam yaitu Imam Abu Amr Al Bashri. Dan yang meriwayatkan darinya adalah Ad Duri dan As Susi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Syam, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify;"&gt;Dari kota ini Ibnu Mujahid mengambil seorang imam yaitu Abdullah bin Amir. Sedangkan yang meriwayatkan darinya adalah Hisyam dan Zakwan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Kufah, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 19.6pt; text-align: justify;"&gt;Dari kota ini Ibnu Mujahid memilih tiga orang imam, mereka itu adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;‘Ashim bin Abi An Najud. Dua orang yang meriwayatkan darinya adalah Syu'bah dan Hafsh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Hamzah dan dua orang yang meriwayatkan darinya adalah Khalaf dan Khallad.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Al Kisa'I dan dua orang yang meriwayatkan darinya adalah Abu Al Harits dan Ad Duri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengaruh Manhaj Ibnu Mujahid dalam Penentuan Qiro'ah yang diterima dan Qiro'ah yang ditolak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tidak diragukan lagi bahwa apa yang telah dilakukan oleh Ibnu Mujahid memiliki pengaruh dalam menjelaskan batasan-batasan antara qiro'ah yang diterima dan qiro'ah yang ditolak atau dalam istilah lain antara qiro'ah yang shahih dan qiro'ah yang syazah. Sebagaimana perkataan Ibnu Mujahid:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 0.3pt;"&gt;&lt;i&gt;"Tujuh orang imam ini yang berasal dari Hijaz, Iraq dan Syam, mereka ini memiliki qiro'at yang berbeda dengan qiro'at tabi'in, sedangkan sebagian besar ulama' dari kota-kota tersebut maupun daerah-daerah yang ada disekitarnya, bersepakat atas qiro'at mereka. Terkecuali seseorang yang mengambil bacaan yang syaz yang diriwayatkan secaara sendiri dari ulama terdahulu, maka bacaan ini tidak masuk ke dalam bacaan yang disepakati oleh jumhur.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 0.3pt;"&gt;&lt;i&gt;Maka tidak wajar bagi orang yang memiliki ilmu pengetahuan untuk menyimpang dari qiro'at para salaf yang sesuai dengan bahasa Arab atau menyimpang dari qiro'at yang disepakati oleh para jumhur ulama”.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dari potongan kalimat Ibnu Mujahid ini mengisyaratkan kepada kita bahwa dia telah mengelompokkan tujuh qiro’at dari tujuh imam tersebut kedalam qiro’at yang disepakati para ulama, sedangkan selain qiro'at yang tujuh itu merupakan qiro'at yang tidak disepakati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tidak hanya sebatas itu, Ibnu Mujahid lebih lanjut telah mengarang sebuah kitab tentang qiro'at syazah, akan tetapi sayangnya kitab karangannya ini hilang bersama kitab-kitab turas yang hilang.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Namun apa yang telah dilakukan oleh Ibnu Mujahid ini tidak memberikan pemahaman bahwa istilah qiro'at syazah baru muncul pada zamannya. Akan tetapi istilah qiro'at syazah ini telah dikenal semenjak penulisan mushaf pada zaman kekhalifahan Utsman bin Affan, di mana para sahabat yang bertugas menyalin Al Qur'an ke dalam satu mushaf, sangat menghindari setiap bacaan yang tidak disepakati atau berasal dari riwayat ahad. Sehingga qiro'at syazah ini tidak ada sama sekali ditulis dalam mushaf Al Qur'an. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penulisan mushaf yang dilakukan oleh lajnah penulisan Al Qur'an pada masa itu menjadikan kriteria qiro'at yang dibaca dan qiro'at yang tidak dibaca sebagai kriteria pertama. Dari sinilah dikenal istilah qiro'at syazah atau qiro’at yang menyimpang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ibnu Mujahid, dengan keilmuan dan kedudukannya sebagai seorang ulama, beliau melarang qiro'at syazah dengan keras. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Ibnu Mujahid pernah menuntut Ibnu Syanbudz Al Baghdadi yang membolehkan qiro'at yang berbeda dengan qiro'at yang terdapat pada mushaf utsmani. Ibnu Mujahid melarang qiro'at yang bertentangan dengan rasm utsmani serta memperingatkannya, akan tetapi Ibnu Syanbudz tetap pada pendiriannya. Sehingga Ibnu Syanbuz dibawa ke hadapan pengadilan yang dihadiri oleh wazir Abu Ali bin Muqlah, serta dihadiri oleh Ibnu Mujahid sendiri dan para ulama serta para hakim lainnya. Kemudian diminta untuk bertobat dan meninggalkan qiro'at syazah. Kejadian ini terjadi pada bulan Rabi'ul Akhir tahun 323 H. Di antara contoh qiro’at syazah yang dipakainya seperti bacaan-bacaan dalam tabel berikut:&lt;/p&gt;  &lt;div align="right"&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" dir="rtl" style="width: 416pt; margin-left: 5.05pt; border-collapse: collapse; border: medium none;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="555"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 126.95pt; border: 1pt solid black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Nama Surat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 127.1pt; border-width: 1pt medium 1pt 1pt; border-style: solid none solid solid; border-color: black -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="LTR" style=""&gt;Qiro’ah Syazah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 133.6pt; border-width: 1pt medium 1pt 1pt; border-style: solid none solid solid; border-color: black -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="178"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="LTR" style=""&gt;Qiro’ah Asli&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 1cm; border-width: 1pt medium 1pt 1pt; border-style: solid none solid solid; border-color: black -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="38"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 126.95pt; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;QS. Al Jumu’ah: 9&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 127.1pt; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; text-indent: -0.35pt; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فامضوا إلى ذكر الله&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 133.6pt; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="178"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فاسعوا   إلى ذكر الله&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 1cm; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="38"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 126.95pt; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;QS. Al Waqi’ah: 82&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 127.1pt; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وتجعلون   شكركم أنكم تكذبون&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 133.6pt; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="178"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وتجعلون   رزقكم أنكم تكذبون&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 1cm; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="38"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 126.95pt; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;QS. Al Qari’ah: 5&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 127.1pt; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كالصوف   المنفوش&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 133.6pt; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="178"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 115%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كالعهن   المنفوش&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 1cm; border-width: medium medium 1pt 1pt; border-style: none none solid solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color black black; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="38"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="LTR" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align: justify; text-indent: -0.35pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="LTR" style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Perinsip ini selalu dijalankan dan diikuti oleh para ulama setelah Ibnu Mujahid, yaitu meminta orang yang membaca Al Qur'an dengan qiro'at syazah agar bertobat kepada Allah swt atas bacaan yang dia baca. Hal ini tampak pada peristiwa yang terjadi pada Ibnu Muqsim Al 'Athar (354H). Dia pernah berkata tentang qiro'ah syazah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 0.3pt;"&gt;&lt;i&gt;"Semua qiro'ah yang sesuai dengan mushaf dan memiliki hubungan yang benar dengan bahasa Arab, maka qiro'ah tersebut dibolehkan walaupun tidak ada sanadnya". &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Maka kemudian Muqsim Al 'Athar dibawa ke pengadilan dan diancam hukuman mati jika tidak mau bertobat. Maka kemudian dia bertobat dan mengakui kesalahan yang dia lakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengaruh Manhaj Ibnu Mujahid terhadap Penulisan Ilmu Qiro'at&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam kitabnya Ibnu Mujahid menyebutkan bahwa tujuh orang ahli qiro'at yang dia cantumkan di dalam kitabnya, memiliki qiro’at yang berbeda dengan qiro'at para tabi'in. Sedangkan para ulama' lainnya bersepakat terhadap qiro’at&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;imam yang tujuh tersebut. Dengan statementnya ini, Ibnu Mujahid seakan-akan mencari legalisasi atau pembenaran bagi dirinya karena dia hanya memilih tujuh qiro'at dari tujuh imam tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Lebih lanjut Ibnu Mujahid berkomentar setelah menyebutkan biografi tujuh orang imam tersebut. Dia berkata: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 0.3pt;"&gt;&lt;i&gt;"Tujuh orang imam ini yang berasal dari Hijaz, Iraq dan Syam, mereka ini memiliki qiro'at yang berbeda dengan qiro'at tabi'in, sedangkan sebagian besar ulama' dari kota-kota tersebut maupun daerah-daerah yang ada disekitarnya, bersepakat atas qiro'at mereka. Terkecuali seseorang yang mengambil bacaan yang syaz yang diriwayatkan secaara sendiri dari ulama terdahulu, maka bacaan ini tidak masuk ke dalam bacaan yang disepakati oleh jumhur.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: 0.3pt;"&gt;&lt;i&gt;Maka tidak wajar bagi orang yang memiliki ilmu pengetahuan untuk menyimpang dari qiro'at para salaf yang sesuai dengan bahasa Arab atau menyimpang dari qiro'ah yang disepakati oleh para jumhur ulama”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt;"&gt;Statement Ibnu Mujahid ini, menimbulkan gambaran kepada kita bahwa Ibnu Mujahid seolah-olah menganggap tujuh bacaan dari tujuh qiro'at yang dia kumpulkan dalam kitabnya sebagai qiro'at yang disepakati oleh jumhur, sedangkan qiro'at selain dari tujuh imam tersebut dianggap sebagai qiro'at yang tidak disepakati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt;"&gt;Statement Ibnu Mujahid inilah yang kemudian menjadi pendorong dan pemicu bagi sebagian besar ulama ahli qiro'at untuk menulis kitab yang membantah permasalahan yang ada dalam kitab karangan Ibnu Mujahid. Mereka juga menjelaskan bahwa dibalik tujuh qiro'at yang ada dalam kitab Ibnu Mujahid juga terdapat qiro'at lain yang benar dan diakui.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt;"&gt;Pilihan Ibnu Mujahid terhadap tujuh qiro'at dari tujuh imam ini juga menimbulkan kontroversi dan keragu-raguan pada sebagian orang. Mereka menganggap bahwa tujuh qiro'at yang ada dalam kitab Ibnu Mujahid tersebut memiliki hubungan dengan tujuh huruf yang terdapat dalam hadits Nabi. Dari kontroversi yang muncul ini, banyak para ulama ahli qiro'at mengarang kitab yang isinya menjelaskan perbedaan antara tujuh qiro'at yang terdapat di dalam kitab Ibnu Mujahid dengan tujuh huruf yang ada di dalam hadits nabi. Dalam hal ini, ada ulama' yang menyalahkan Ibnu Mujahid karena kitabnya yang menimbulkan kontroversi dalam masyarakat, dan di antara mereka ada ulama' yang memakluminya, dan menjelaskan bahwa Ibnu Mujahid pada dasarnya tidak memasukkan tujuh qiro'at tersebut ke dalam makna tujuh huruf yang ada dalam hadits Nabi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt;"&gt;Bukan sebatas itu saja, bahkan para ulama' menulis kitab-kitab dalam ilmu qiro'at yang memasukkan qiro'at-qiro'at lain selain qiro'at tujuh imam yang ada dalam kitab Ibnu Mujahid. Di antara mereka ada yang menulis tujuh qiro'at seperti yang dilakukan oleh Ibnu Mujahid, ada juga yang menulis enam qiro'at, delapan qiro'at, sepuluh qiro'at. Semua itu bertujuan untuk menghilangkan keraguan masyarakat awam terhadap tujuh qiro'at terhadap hubungannya dengan tujuh huruf dalam hadits Nabi saw. Di antara ulama' ada juga yang menjelaskan alasan dari tujuh bacaan yang terdapat dalam kitab Ibnu Mujahid dan menjelaskan alasannya sesuai dengan bahasa dan I'rab.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt;"&gt;Dari penjelasan di atas, tampak bahwa kitab karangan Ibnu Mujahid dalam ilmu qiro'at ini telah mampu mendorong dan menyegarkan semangat para ulama' ahli qiro'at dalam mengarang kitab-kitab tentang qiro'at. Baik yang bertujuan untuk memperbaiki apa yang telah ditulis oleh Ibnu Mujahid dalam kitabnya maupun yang bertujuan untuk menolak, mengkritik, atau menjelaskan alasan bacaannya baik dari sisi bahasa, i'rab dan maknanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Imam Ibnu Mujahid adalah seorang ulama' besar yang memiliki keilmuan yang tinggi terutama dalam ilmu qiro'at. Perhatiannya yang besar terhadap ilmu qiro'at telah mengantarkannya dalam mengarang kitab yang memberikan kemudahan bagi para penuntut ilmu untuk mempelajari macam-macam qiro'at yang berbeda dalam Al Qur'an. Kitab yang dimaksud adalah kitab As Sab'ah fi Al Qiro'at.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam kitab tersebut, Ibnu Mujahid hanya mengumpulkan bacaan dari tujuh orang imam qiro'at dari sekian banyak imam-imam qiro'at pada masanya. Hal ini dia lakukan tujuannya tidak lain hanyalah untuk menjaga kelestarian qiro'at tersebut dan juga memberikan kemudahan bagi para penuntut ilmu untuk mempelajari ilmu qiro'at. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ibnu Mujahid juga berperan dalam menjelaskan batasan-batasan antara qiro'at yang diterima dan qiro'at yang ditolak. Dia juga berperan dalam mendorong imam-imam ahli qiro'at yang lain untuk menulis karya-karya dalam ilmu qiro'at. Walaupun dalam penulisan bukunya, Ibnu Mujahid juga menuai kontroversi, yaitu membuat kerancuan makna antara tujuh qiro'ah dan tujuh huruf dalam hadits Nabi. Namun semua itu telah menumbuhkan semangat untuk menulis bagi imam-imam qiro'at yang lain, sebagaimana dijelaskan di muka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ditulis oleh Marliza Sosianti&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa Pasca Sarjana PTIQ Jakarta 2011&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Referensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al Jazari Ibnu , Kitab &lt;i&gt;Ghayah An Nuhayah fi Thabaqat Al Qurra'&lt;/i&gt; (Maktabah Syamilah: Edisi 3,42).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Utsman bin Sa'id Abu ‘amr, &lt;i&gt;At Taisir fi Al Qiro'at As Sab'i&lt;/i&gt; (Beirut: Dar Al Kitab Al 'Arabi: 1984M).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mujahid Ibnu &lt;i&gt;, As Sab'ah fi Al Qiro'at&lt;/i&gt; (Kairo: Dar Al Ma'arif).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Syahin Abdussobur , &lt;i&gt;Tarikh al Qur'an&lt;/i&gt; (Dar al Qolam: 1966).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Muhammad bin Ahmad az Zahabi, &lt;i&gt;Siroh A'lamu an Nubala'&lt;/i&gt;, (Muasisah ar Risalah; Baerut; 1982).&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" width="33%" size="1"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibnu al Jazary ad Dimasyqi, &lt;i&gt;Ghoyatu an Nihayah fi Tobaqati al Qura',&lt;/i&gt; (Dar al Kutub al 'Ilmiah; Baerut tth), hal: 61.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibnu al Jazary ad Dimasyqi, &lt;i&gt;Ghoyatu an Nihayah fi Tobaqati al Qura'&lt;/i&gt;, (Dar al Kutub al 'Ilmiah; Baerut tth), jil: 1, hal: 162.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Muhammad bin Ahmad az Zahabi, &lt;i&gt;Siroh A'lamu an Nubala'&lt;/i&gt;, (Muasisah ar Risalah; Baerut; 1982), hal: 256.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dr. Abdu Sobur Syahin, &lt;i&gt;Tarikh al Qur'an&lt;/i&gt; (Dar al Qolam: 1966), hal.220&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5963958202584454191?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5963958202584454191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5963958202584454191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2011/07/pengaruh-ibnu-mujahid-terhadap-ilmu_16.html' title='PENGARUH IBNU MUJAHID TERHADAP ILMU QIRO’AT SAB’AH'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6467799061496444978</id><published>2011-05-08T07:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-08T07:37:22.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Mencintai Karena Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qZLGRY7bIUs/TcXlkwR8-gI/AAAAAAAAAhI/8N97zrePI3U/s1600/love.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qZLGRY7bIUs/TcXlkwR8-gI/AAAAAAAAAhI/8N97zrePI3U/s200/love.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604137730930702850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah rasa cinta lahir dan tumbuh di atas sebuah pondasi yang melatar-belakanginya. Kekuatan cinta tersebut, tentu tergantung dari kekuatan pondasinya. Cinta yang didasarkan atas keindahan dan kecantikan semata, tidak akan bertahan lama. Karena kecantikan dan keindahan akan sirna seiring dengan bertambahnya usia. Kecintaan yang lahir karena harta dan kekayaan akan mudah hilang. Ketika hartanya habis, habis pula cintanya. Begitulah seterusnya. Kecintaan yang dibangun di atas pondasi yang lemah akan mudah hilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan rasa cinta yang dibangun karena Allah. Cinta tersebut akan kekal selamanya. Karena yang mendasari cinta itu adalah Allah yang kekal abadi. Cinta karena Allah tidak akan sirna dengan sirnanya kecantikan sang istri, dia juga tidak akan habis dengan habisnya harta sang suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta kepada Allah juga merupakan bentuk cinta yang suci. Cinta yang tidak membabi-buta. Karena cinta karena Allah dipandu oleh aturan-aturan yang telah dibuat oleh Allah. Seorang ayah yang sangat mencintai anaknya, tentu dia akan membela anaknya dengan sepenuh tenaga, rela mempertaruhkan nyawa demi anak tercinta. Namun ketika anak itu melanggar aturan Allah, walaupun cintanya sang ayah kepada anaknya, sang ayah tidak boleh membenarkan perbuatan anak tersebut. Inilah cinta seorang ayah kepada anaknya yang dibangun atas cintanya kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang kita menemukan seorang bapak yang mendasari cintanya kepada anak hanya karena dasar keduniaan. Sehingga banyak orang tua yang melakukan korupsi hanya karena anaknya ingin dibelikan motor. Rasa cinta ini hanya akan bertahan paling maksimal di dunia. Karena ketika masuk alam akhirat, mereka yang saling mencitai bukan karena Allah, akan saling salah-menyalahkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencintai karena Allah juga mengandung pengertian bahwa persahabatan keduanya dilakukan karena Allah. Jika salah satu dari mereka berpaling dari tujuan persahabatan yang sebenarnya (mencari ridha Allah), maka dia akan meninggalkannya. (Ibnu Rajab Al-Hanbali, Fathul Bari : Syarh Shahih Al-Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain mendapat naungan di sisi Allah pada hari kiamat nanti, orang-orang yang saling mencintai karena Allah juga memiliki  kedudukan yang luar biasa di akhirat nanti. Dalam hal ini Rasulallah pernah bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;عن معاذ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول: قَالَ الله عز وجل: المُتَحَابُّونَ في جَلالِي، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ. رواه الترمذي&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dari Mu’az RA, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulallah bersabda: “Allah swt berkata, ‘orang-orang yang saling mencintai karena keagunganku, mereka memiliki mimbar dari cahaya, para nabi dan syuhada’ pun iri terhadapa mereka&lt;/i&gt;. (HR. At Tirmidzi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6467799061496444978?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6467799061496444978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6467799061496444978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2011/05/mencintai-karena-allah.html' title='Mencintai Karena Allah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qZLGRY7bIUs/TcXlkwR8-gI/AAAAAAAAAhI/8N97zrePI3U/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-2131738672294237861</id><published>2010-09-16T20:31:00.007+07:00</published><updated>2011-05-07T07:15:19.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaos dakwah'/><title type='text'>Kaos "Hijri Months"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-TekESrSz5Ig/TcLWOBkAHUI/AAAAAAAAAhA/TM53NZbPiJ0/s1600/Foto0239.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TekESrSz5Ig/TcLWOBkAHUI/AAAAAAAAAhA/TM53NZbPiJ0/s400/Foto0239.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603276422828268866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita terkadang tidak hafal dengan tahun-tahun hijriah, karena kita jarang sekali melihat kalender tahun hijriah. Nah baju kaos yang satu ini akan membantu anda untuk menghafal bulan-bulan yang ada di tahun hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang berminat untuk memiliki baju kaos ini, silahkan pesan dengan menghubungi akh Herman di nomer (081398027995). Atau kirim email di kaos_dakwah@yahoo.co.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket:&lt;br /&gt;Bahan kaos:&lt;br /&gt;Katun Combet&lt;br /&gt;enak dipakai, menyerap keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga:&lt;br /&gt;Warna Putih untuk segala ukuran: Rp. 50.000&lt;br /&gt;Warna lain untuk segala ukuran   : Rp. 60.000&lt;br /&gt;Harga di atas belum termasuk ongkos kirim.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-2131738672294237861?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/2131738672294237861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/2131738672294237861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2010/09/kaos-hijri-months.html' title='Kaos &quot;Hijri Months&quot;'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TekESrSz5Ig/TcLWOBkAHUI/AAAAAAAAAhA/TM53NZbPiJ0/s72-c/Foto0239.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8587703324217644362</id><published>2010-09-16T16:55:00.007+07:00</published><updated>2010-09-16T17:30:04.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaos dakwah'/><title type='text'>Kaos "Dinas Kebersihan Iman"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/TJHtV6FYOJI/AAAAAAAAAgo/-ZEVAztjZe0/s1600/PACARAN.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/TJHtV6FYOJI/AAAAAAAAAgo/-ZEVAztjZe0/s400/PACARAN.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517451979130419346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Baju kaos "dinas kebersihan iman" ini mengandung nilai-nilai dakwah dan cukup menarik. Dengan kata-kata yang tertulis di kaos ini menyadarkan kita akan bahaya pacaran dan pergaulan bebas khususnya di kalangan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berdakwah memerangi pacaran dan pergaulan bebas dengan membeli baju kaos "dinas kebersihan iman".&lt;br /&gt;pesan sekarang juga dengan menghubungi Akh Herman. Hasan di (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;081389027995&lt;/span&gt;) atau email di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kaos_dakwah@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8587703324217644362?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8587703324217644362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8587703324217644362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2010/09/kaos-dinas-kebersihan-iman.html' title='Kaos &quot;Dinas Kebersihan Iman&quot;'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/TJHtV6FYOJI/AAAAAAAAAgo/-ZEVAztjZe0/s72-c/PACARAN.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6449101566339510546</id><published>2010-05-30T17:20:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T17:27:07.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Tobat dan Kegembiraan Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/TAI9MGlo9TI/AAAAAAAAAgI/JBvIyotgaQ4/s1600/tobat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/TAI9MGlo9TI/AAAAAAAAAgI/JBvIyotgaQ4/s200/tobat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477007374972155186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak orang yang bangga dan senang jika lolos dari pengadilan manusia, lolos dari hukuman atas kejahatan yang telah dia lakukan. Sebaliknya, jarang sekali bahkan hampir tidak ada orang yang senang dan bahagia mengakui kenistaan dan kejahatannya di depan pengadilan. “Penjara akan penuh jika  orang mengaku maling”, begitu lah istilah yang sering dikampanyekan oleh orang-orang yang masih mau berlama-lama dalam  keburukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia boleh salah dalam melangkah. Setiap manusia boleh khilaf dalam berucap. Karena kaki tidak selamanya berjalan di atas tanah yang kering, terkadang tergelincir di genangan air atau tersalah menendang batu hingga berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lagi-lagi sifat manusia, merasa sedih bila kejahatannya terbongkar, padahal kesalahan dan kejahatan yang membuat dia bersedih adalah karena ulah perbuatannya sendiri. Tidak perlu bersedih!!... Yang patut disedihkan adalah apabila kita tidak mau mengakui kesalahan dan tidak mau menyesalkan kesalahan yang pernah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus bersedih? Tidak ada orang yang marah bila seorang penjahat mengakui kesalahannya dengan penuh kesadaran. Tanpa harus diinterogasi dan ditanya depan-belakang. Bahkan pak polisi akan senang karena dimudahkan dalam melakukan proses penangkapan. Begitu juga dengan pak hakim dan pak jaksa akan mudah melaksanakan tugasnya. Dan tentunya, hukuman akan sedikit dikurangi dengan alasan berkelakuan baik selama dalam masa persidangan.Begitu juga dengan Allah, Dia sangat bahagia dan senang mendengarkan ratapan hambaNya yang mengakui kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah haditsnya, yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, rasulallah SAW pernah menceritakan bahwa Allah SWT sangat gembira dengan tobat seorang hamba  dari dosa yang dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulallah menggambarkan bahwa kebahagiaan Allah terhadap tobat hambanya lebih dari bahagianya seorang hamba yang mendapati ontanya yang hilang di padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ada seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh dengan seekor onta melewati gurun pasir yang sangat luas dan panas. Sangking jauhnya perjalanan, sang musafir merasakan kelelahan yang luar biasa hingga dia jatuh dari ontanya dan pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sadar, sang musafir tidak menemukan ontanya. Betapa sedihnya hati sang musafir. Mengapa tidak, karena onta itu lah satu-satunya kendaraan yang dia pergunakan untuk sampai ke tujuan. Lebih-lebih lagi, di atas onta itu lah seluruh perbekalan yang dia bawa. Kesedihan itu semakin sempurna, ketika dia membayangkan bahwa kehidupannya akan berakhir di tengah-tengah gurun pasir yang panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, sang musafir sambil terhuyung-huyung mencari ontanya mengikuti kemana kaki melangkah sambil tak henti-henti mulutnya meminta kepada Allah agar dia menemukan ontanya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama dia mencari namun onta tersebut tidak juga didapatkan. Tenaganya semakin melemah, kepalanya berkunang-kunang, sang musafir mulai berputus asa.  “Benar, tampaknya aku akan mati di sini”. Gumam sang musafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah keputus-asaan, tiba-tiba di depannya sudah berdiri dengan tegap onta yang selama ini dia cari. Sang musafir mengusap-usap matanya tidak percaya, barang kali ini hanya lah sekedar fatamorgana yang sering dilihat oleh para musafir di tengah gurun pasir. Dia masih tidak yakin, maka disentunya onta tersebut. Dan benar sekali, onta tersebut bukan lah fatamorgana. Itu adalah ontanya yang hilang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kegembiraan yang meluap-luap, sang musafir berkata dengan suara lantang, “Ya Allah, Engkau adalah hambaku, dan aku adalah tuhanMu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menceritakan cerita ini, rasulallah mengatakan, “musafir itu salah (berkata) karena sangking bahagianya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangking bahagianya musafir itu tidak sadar kalau dia telah menggantikan kalimat yang semestinya ‘aku adalah hambaMu’ dengan kalimat ‘aku adalah tuhanMu’ dan menggantikan kalimat ‘aku adalah hambamu’ dengan kalimat ‘aku adalah tuhanMu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita bayangkan betapa besarnya kebahagiaan sang musafir ketika mendapatkan kembali ontanya yang hilang. Karena dia tidak jadi mati kelaparan dan kepanasan di padang pasir. Namun, betapa besarnya kebahagiaan sang musafir yang mendapatkan ontanya kembali, kebahagiaan Allah terhadap tobat hambanya lebih besar bahkan tidak ada yang menandingi kebahagiaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga halnya, ketika pak polisi, pak hakim dan pak jaksa begitu senangnya dengan seorang penjahat yang mengakui kejahatannya, Allah SWT, Zat Yang Maha melihat akan perbuatan kita, lebih besar kebahagianNya, bahkan tidak ada yang menandingi kebahagiaanNya terhadap seorang hamba yang mengakui kesalahan dan kejahatannya karena ingin bertobat dari kesalahan dan kejahatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik Allah gembira dengan terbukanya kejahatan kita di hadapan pengadilan manusia, daripada Allah murka dengan penampilan kita sebagai orang yang tidak bersalah di hadapan manusia namun tertunduk malu dan hina di depan pengadilan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6449101566339510546?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6449101566339510546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6449101566339510546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2010/05/tobat-dan-kegembiraan-allah.html' title='Tobat dan Kegembiraan Allah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/TAI9MGlo9TI/AAAAAAAAAgI/JBvIyotgaQ4/s72-c/tobat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-1574071612083030857</id><published>2009-12-24T17:28:00.006+07:00</published><updated>2009-12-24T17:42:30.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceramah'/><title type='text'>kumpulan Ceramah Anis Matta</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Penyerbuan Pasukan Gajah 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed src="http://www.4shared.com/embed/67373794/a7d3ddf9" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" width="420" height="20"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Penyerbuan Pasukan Gajah 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed src="http://www.4shared.com/embed/67373196/4d50c067" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" width="420" height="20"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-1574071612083030857?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1574071612083030857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1574071612083030857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/12/kumpulan-ceramah-anis-matta.html' title='kumpulan Ceramah Anis Matta'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6938369340582907289</id><published>2009-12-22T22:52:00.003+07:00</published><updated>2009-12-22T23:10:18.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><title type='text'>Download Kajian Menarik</title><content type='html'>Indahnya Pernikahan Dini bagian 1..kajian dari ustad Fauzil Adhim mengupas tentang pernikahan dini..cocok buat yang belum menikah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://download729.mediafire.com/jw8xlimfojjg/32mo2nmztny/Indahnya1.wma"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Waktu bagian 1..Kajian al ustad Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;a href="http://download84.mediafire.com/swtmt5h9o1jg/b2mwzkdrywm/Manajemen+Waktu+1.wma"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah di kalangan profesional dan elit oleh Ustad Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;a href="http://download388.mediafire.com/xiy1gjw9cdeg/6oigmxy9x3w/Tarbiyah+Islamiyah+di+kalangan+profesional+dan+elit.mp3"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilas Balik 20 Tahun Kebangkitan Tarbiyah Islamiyah Oleh Almarhum Ustad KH. Rahmat Abdullah, Bapak Tarbiyah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;a href="http://download387.mediafire.com/kmkz1f2xppcg/8m02zcvcmdw/Kilas+balik+20+tahun+Tarbiyah+Islamiyah.mp3"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6938369340582907289?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6938369340582907289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6938369340582907289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/12/download-kajian-menarik.html' title='Download Kajian Menarik'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3371491332808646315</id><published>2009-12-17T23:17:00.007+07:00</published><updated>2009-12-24T11:35:13.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa Ulama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah aqidah itu hukumnya wajib atau sunnah?&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah berdosa, orang yang tidak melakukan aqiqah, padahal dia memiliki kemampuan untuk melaksanakannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dan berapa lama waktu yang diberikan kepadanya untuk melaksanakan aqiqah tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Aqiqah dalam agama islam hukumnya sunnah muakkadah, dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Dan disunnahkan juga untuk menyembelihnya pada hari ke tujuh dari kelahiran sang bayi. Namun jika sang bapak tidak mampu melaksanakannya pada hari ketujuh dia boleh mengakhirkannya dan melaksanakannya kapan saja ketika dia telah memiliki kemampuan untuk itu. Tentunya, menyegerakan sesembelihan hewan aqiqah lebih baik dari pada mengakhirkannya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Karena menyembelih hewan aqiqah hukumnya sunnah muakkadah maka orang yang tidak melakukannya tidak berdosa, namun sebagai umat nabi yang baik, kita harus berusaha untuk melaksanakan segala sunnah-sunnahnya, apa lagi sunnah yang dianjurkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah menyembelih hewan aqiqah bisa digantikan dengan membeli beberapa kilo daging yang sepadan dengan satu ekor kambing, karena alasan sibuk dan lainnya, atau harus dengan menyembelih hewan aqiqah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan hewan aqiqah pada dasarnya untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah yang telah mengkaruniakan anak kepada kita. Rasa syukur tersebut tentunya harus dibuktikan, dalam hal ini seseorang yang diberikan rizki berupa anak dituntut untuk menunjukkan rasa syukurnya dengan cara yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan cara menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, sebagaimana yang terdapat dalam hadits Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن العقيقة فقال لا أحب العقوق  قالوا : يا رسول الله ينسك أحدنا عن ولده ؟ فقال من أحب منكم أن ينسك عن ولده فليفعل عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasulallah ditanya tentang aqiqah, kemudian beliau berkata, "Aku tidak suka dengan ketidaktaatan" Kemudian mereka bertanya, "Ya Rasulallah, salah seorang di antara kami melakukan ibadah (Aqiqah) untuk anaknya". Kemudian Rasulallah SAW berkata, "Barang siapa yang mau melakukan ibadah (aqiqah) untuk anaknya maka lakukanlah, anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haidts ini juga diriwayatkan dengan sanad yang shohih dari hadits Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lainnya disebutkan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; عن سمرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: كل غلام رهينة بعقيقته، تذبج عنه يوم السابع ويلحق ويسمى &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari Samuroh RA bahwa Nabi SAW bersabda, "Setiap anak terkadaikan dengan aqiqahnya, (hendaknya) dipotongkan hewan aqiqah baginya pada hari ke tujuh dan dipotong rambutnya dan diberi nama".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada permasalahan membeli daging di pasar yang sepadan dengan jumlah hewan aqiqah sebagai ganti dari hewan aqiqah tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi.  Karena jika Nabi membolehkannya pastilah sudah dicontohkan olehnya. Dan berpegang pada dalil lebih utama dan lebih terhindar dari kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, perbuatan semacam ini kurang mengambarkan rasa syukur kita kepada Allah terhadap anak yang dikaruniakanNya. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah seseorang yang dikaruniai anak boleh mengadakan acara makan-makan dengan mengundang karib -kerabat dan tetangga dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Rasulallah SAW mengajarkan kepada umatnya tata cara melakukan Aqiqah, di mana seorang bayi laki-laki Aqiqahnya dua ekor kambing, sedangkan bayi perempuan Aqiqahnya satu ekor kambing. Dalam hal ini Rasulallah SAW juga menganjurkan kita untuk memakan sebagian dari daging hewan aqiqah tersebut, menghadiahkan dan menyedekahkan sebagian lagi kepada orang lain, baik tetangga dekat maupun orang-orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika seseorang mengadakan acara makan-makan dengan mengundang kerabat dan tetangga dekat sebagai ungkapan syukur bagi anak yang dilahirkan dengan menyertakan daging hewan aqiqah yang disembelih, maka tidak menjadi masalah, bahkan hal ini merupakan perbuatan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan apa yang dilakukan oleh sebagian orang dengan membuat makanan dan menghidangkannya tepat pada hari kelahiran sang anak dan dilakukan setiap tahunnya maka hal ini tidak memiliki landasan hukum dalam syariat islam. Rasulallah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Siapa saja yang melakukan amalan yang tidak ada dalam urusan (agama) kami, maka amalan tersebut tertolak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa hukum orang yang tidak mengaqiqahkan anaknya karena keterbatasan dalam hal finansial?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi seseorang tidak memungkinkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya, maka dia dibolehkan untuk tidak melakukan aqiqah bagi anaknya sebagaimana firman Allah SWT, "Allah tidak membebankan seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya". (QS. Al Baqarah: 286). "Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama". (QS. Al Haj: 78). "Bertaqwalah kalian kepada Allah semampunya". (QS. At Taghobun: 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulallah SAW juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَاسْتَطَعْتُمْ، وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ َشْيءٍ فَاجْتَنِبُوهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Jika aku memerintahkan kalian untuk melakukan suatu urusan maka kerjakanlah semampunya, dan jika aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkan lah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, apabila seorang Ayah telah memiliki kemampuan untuk melaksanakan Aqiqah anaknya maka hendaklah dia melakukannya sesegera mungkin tampa mengundur-undur waktu. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang ibu melahirkan anaknya dalam kondisi prematur 6 bulan. Karena kondisi yang lemah akhirnya sang bayi meninggal dunia pada hari yang sama. Dalam kondisi seperti ini, apakah orangtuanya masih disunnahkan untuk mengaqiqahkan bayi tersebut? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, seorang bapak yang ditinggal mati oleh anaknya yang masih berumur satu hari masih disunnahkan untuk menyembelih hewan aqiqah untuk anak yang meninggal  tersebut sesuai dengan jenis kelamin sang anak, jika laki-laki disunnahkan untuk menyembelih dua ekor kambing dan bila perempuan disunnahkan untuk menyembelih satu ekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pelaksanaannya sama dengan halnya bila anak yang dilahirkan tetap hidup, yaitu menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh sekaligus memberikan nama kepada anak tersebut. Pendapat ini sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Bukhori dan Sunan, dari Salaman bin Amir bahwa Nabi SAW berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap anak ada aqiqahnya, maka Alirkanlah darah (hewan aqiqah) untuknya dan hilangkanlah kotoran darinya&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga dari Al Hasan dari Samuroh RA bahwa Nabi SAW berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, (aqiqah itu) disembelih pada hari ketujuh (setelah kelahirannya) lalu potong rambutnya dan diberi nama&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3371491332808646315?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3371491332808646315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3371491332808646315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/12/apakah-seseorang-yang-dikaruniai-anak.html' title=''/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3438814421226652623</id><published>2009-11-28T06:36:00.016+07:00</published><updated>2009-12-01T07:44:04.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa Ulama'/><title type='text'>Hukum Seputar Hewan Kurban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SxHg8ci7jvI/AAAAAAAAAcs/KG5tvt75GLk/s1600/Senyum+hewan+qurban.jpg" title="INDAHNYA SEBUAH SENYUMAN WALAUPUN DARI SEEKOR KAMBING KURBAN"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SxHg8ci7jvI/AAAAAAAAAcs/KG5tvt75GLk/s200/Senyum+hewan+qurban.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409351956508151538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bolehkan berkorban satu ekor sapi dengan cara urunan yang dilakukan oleh tujuh orang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan bolehkah melakukan urunan untuk membeli satu ekor sapi kurban bagi tujuh orang. Imam Malik tidak membolehkan hal tersebut, sebagaimana pernyataan Ibnu Abdil Bar dalam kitab At Tamhid dan sebagaimana yang disebutkan oleh Az Zarqoni dalam Syarah Al Muwatto'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Mayoritas Ulama atau Jumhur Ulama membolehkan untuk melakukan urunan pembelian hewan kurban bagi tujuh orang, dan ini merupakan pendapat yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah hukum menerima hewan korban yang hidup dari non muslim&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya menerima hadiah dari non muslim dengan segala jenisnya baik itu berupa kambing sembelihan atau yang lainnya yang dibolehkan oleh Allah untuk memanfaatkannya. Hal ini diperbolehkan dengan syarat apa yang mereka berikan tersebut tidak ada kaitannya dengan agama islam, jadi hanya murni pemberian tanpa ada embel-embelan pahala untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tecatat dalam sejarah bahwa Nabi Muhammad dan para sahabat menerima hadiah dari orang-orang non muslim, bahkan sebaliknya umat islam juga memberikan hadiah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah orang yang berkurban harus menyembelih sendiri hewan kurbannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perinsipnya seseorang yang berkorban hendaknya menyembelih korbannya dengan tangannya sendiri dan tidak diwakilkan kepada orang lain, sebagaimana Nabi Muhammad SAW melakukannya sendiri. Ini merupakan bentuk mengikuti sunnah Nabi. Namun jika tidak mampu melakukannya sendiri karena sebab-sebab tertentu maka boleh diwakilkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah boleh mewakilkan penyembelihan hewan kurban kepada orang Ahli Kitab (Nasrani/Yahudi)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mewakilkan penyembelihan kepada orang diluar islam (Nasrani/ Yahudi) walaupun orang tersebut menyembelih dengan cara islami, para ulama mengatakan hukumnya adalah makruh. Dalam kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;At Taj wal Iklil&lt;/span&gt; dikatakan, "Tidak seharusnya seorang muslim memberikan penyembelihan hewan Korbannya kepada ahli kitab walaupun itu temannya, jika tetap dilakukan maka boleh dimakan daging sembelihannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila dia menyembelihnya dengan cara yang tidak islami maka dagingnya tidak boleh dimakan, sama seperti halnya bila orang muslim menyembelih hewan kurban dengan cara yang tidak islami, misalkan dengan cara ditombak, dll maka daging hewan tersebut tidak boleh dimakan atau hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa hukum memberi daging hewan kurban kepada orang lain dan berapa bagian dari daging tersebut yang harus diberikan? Dan apa hukum memberi hewan kurban kepada orang non muslim?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa memberi daging kepada orang lain dari hewan yang disembelih hukumnya sunnah, bukan wajib. Ini adalah pendapat yang terdapat dalam mazhab Maliki. Sedangkan Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat wajib mensedekahkan daging hewan kurban tersebut jika orang yang diberi adalah seorang muslim Adapun jika orang yang diberi itu seorang non muslim maka Imam Malik mengatakan hukumnya makruh untuk memberi mereka daging hewan kurban. Imam Malik berkata, "Selain mereka lebih kami cintai". Dan Imam Syafi'i berpendapat bahwa memberi daging kurban yang wajib kepada orang kafir hukumnya haram, sedangkan bila daging korban sunnah maka memberi daging korban tersebut kepada mereka hukumnya makruh. Dalam hal ini Imam Syafi'i membedakan hukum sesuai dengan hukum sembelihan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan beberapa Ulama lainnya mengizinkan umat islam untuk memberikan daging kurban kepada orang kafir yang tidak memerangi umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah tidak seharusnya bagi seorang muslim memberikan daging kurban kepada selain orang islam. Walaupun ada sebagian ulama' yang membolehkan, namun lebih banyak yang memakruhkan bahkan ada yang mengharamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bolehkah melakukan urunan untuk membeli hewan kurban? Dan apakah setiap orang yang ikut dalam urunan tersebut harus sama niatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Urunan untuk membeli hewan kurban hukumnya boleh. Hitungannya adalah  satu ekor onta bisa mewakili tujuh orang begitu juga dengan sapi untuk tujuh orang. Dan tidak diwajibkan setiap yang ikut dalam urunan tersebut untuk berniat dengan niat yang sama, bahkan mereka boleh berniat dengan niat kurban yang berbeda-beda, misalkan beberapa orang berniat untuk kurban hari raya Idul Adha dan yang lainnya berniat untuk kurban aqiqah dan sebagian yang lain hanya menginginkan dagingnya saja tanpa berniat apapun. Pendapat ini adalah pendapat sebagian besar ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Quddamah berkata, "Tujuh orang boleh bergabung untuk memotong satu ekor sapi atau satu ekor onta, baik kurban yang dilakukan hukumnya wajib atau sunnah, atau sebagian berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagian lainnya hanya menginginkan daging saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bolehkah mengorbankan hewan hamil?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat dalam hukum mengorbankan hewan kurban yang sedang hamil. Namun walaupun begitu mayoritas ulama membolehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ensiklopedi Fiqih disebutkan bahwa para ulama tidak mengkategorikan kehamilan sebagai sebuah aib dalam hewan kurban. Berbeda dengan Imam Syafi'i, beliau mengatakan bahwa hewan yang hamil tidak boleh dikurbankan, bahkan bila tetap dikurbankan tidak mendatangkan pahala kurban. Alasan pelarangan tersebut karena kehamilan dapat mengurangi kualitas dan kuantitas daging hewan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang paling utama adalah tidak mempermasalahakan kehamilan pada hewan kurban sebagai bentuk keluar dari perbedaan. Jika hewan kurban yang akan dipotong ternyata dalam kondisi hamil maka tidak ada salahnya untuk dikurbankan. Adapun hukum sembelihan anak yang ada di dalam kandungan hukumnya sama dengan hukum sembelihan induknya, artinya anak yang ada di dalam kandungan jika keluar dalam kondisi mati tidak perlu disembelih lagi bila induknya sudah disembelih, karena sembelihan induknya adalah sembelihan bagi anaknya. Dan jika sembelihan induknya sesuai dengan ajaran islam yang berdampak pada kehalalan dagingnya, maka anak yang ada di dalam kandungan hukumnya juga halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika anak yang ada di dalam kandungan belum mati setelah induknya dipotong, maka disembelih dengan sembelihan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum mengorbankan sapi gemuk yang masih berusia dibawah dua tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits shahihnya dari hadits Jabir RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian menyembelih kecuali Musinnah, Jika kalian susah mendapatkannya maka potonglah Al Jaz'ah dari domba".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan musinnah adalah sapi yang berusia dua tahun dan telah masuk pada tahun ke tiga. Ini merupakan Nas Hadits yang menunjukkan tidak bolehnya menyembelih hewan kurban yang masih di bawah dua tahun, dan mengorbankannya dianggap tidak mendatangkan pahala kurban, bahkan hanya dihitung sebagai sembelihan hewan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genapnya usia seekor hewan kurban dua tahun merupakan syarat yang menjadi patokan hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT. Walaupun seekor hewan memiliki daging yang banyak namun belum genap usia dua tahun maka tidak dianggap sebagai hewan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits Shahih dikatakan bahwa Abu Burdah bin Nayyar pernah berkata kepada Nabi SAW, “Saya memiliki hewan peliharaan (yang dia maksud adalah hewan yang berusia dibawah dua tahun)hewan itu lebih kusukai (untuk dikorbankan) dari pada hewan yang berusia dua tahun". Kemudian Rasul berkata, "Potonglah hewan tersebut, dan ini tidak berlaku bagi orang setelah kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, Nabi SAW hanya mengkhususkan  Abu Burdah saja yang boleh memotong hewan kurban di bawah dua tahun. Nabi tidak melihat apakah hewan kurban tersebut memiliki banyak daging atau tidak sebagaimana yang dipahami dari perkataan Abu Burdah ‘Hewan tersebut lebih kusukai (untuk dikorbankan) dari pada hewan yang berusia dua tahun’.&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil di atas, maka orang yang telah membeli hewan untuk dikurbankan namun tidak genap usia dua tahun, hendaknya dia menunggu sampai usianya genap dua tahun. Jika dia masih bersikeras untuk mengorbankannya maka dia tidak mendapatkan pahala kurban, akan tetapi dia hanya mendapat pahala sedekah dari daging yang dia sedekahkan. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum memakan daging hewan kurban karena nazar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama mengatakan, Jika seseorang berkata, "Ini adalah hewan kurbanku", maka hewan kurban tersebut menjadi wajib baginya, sehingga dia tidak dibolehkan untuk menjual hewan tersebut atau menghadiahkannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan dalam Syarah Al-Kabir: .... Hewan kurban menjadi wajib hukumnya hanya dengan perkataan 'ini kurbanku' sebagaimana seorang hamba sahaya menjadi merdeka dengan perkataan tuannya, "dia merdeka", tampa memperhatikan niat orang yang mengatakannya.&lt;br /&gt;An Nawawi mengatakan dalam Al Majmu', Ketika seseorang memiliki onta atau domba, kemudian dia berkata, "Saya jadikan hewan ini untuk dikurbankan", atau "Ini untuk kurban", atau "saya akan berkurban dengan hewan ini", maka hewan tersebut menjadi hewan kurban yang wajib dikurbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagaimana jika orang yang bernazar untuk berkurban memakan sebagian dari daging kurbannya? Para ulama bersepakat bahwa seseorang yang berkurban dengan kurban sukarela atau sunnah dia dianjurkan untuk memakan sebagian dari daging hewan kurban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Enslikopedi Fiqih dikatakan bahwa para ulama menganjurkan bagi orang yang berkurban untuk memakan sebagian dari hewan kurbannya sebagaimana firman Allah SWT, "Kemudian apabila telah rebah (mati) maka makanlah sebagiannya dan berilah maka orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak minta-minta) dan orang yang  meminta”. (QS. Al Haj: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hewan kurban yang wajib karena telah ditentukan oleh pemiliknya atau karena nazar, para ulama berbeda pendapat dalam hukum memakan dagingnya bagi orang yang berkurban. Dalam Ensiklopedi Fiqih dikatakan, "Hewan kurban yang wajib, para ulama berbeda pendapat dalam hukum memakan dagingnya bagi yang berkorban".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Malikiyah dan menurut pendapat yang benar dari ulama Hambali, orang yang berkorban karena kewajiban boleh memakan daging kurbannya dan memberikan sebagian yang lainnya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut sebagian ulama Hambali yang lainnya dan ini merupakan pendapat yang jelas dari Imam Ahmad, orang yang berkurban dengan kurban wajib tidak boleh memakan hewan kurban yang dia nazarkan sebagaimana tidak bolehnya memakan Hadyu (Hewan kurban yang disembelih sebagai pengganti dam) yang dinazarkan. Ini juga merupakan pendapat para ulama Syafi'i, "Jika hewan kurban dipotong dengan nazar mutlaq, maka orang yang bernazar tersebut boleh memakan dagingnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ulama Hanafiyyah, "pada permasalah ini perlu ada penjelasan lebih lanjut", akan tetapi Al Kasani dalam kitab Al Bada'i mengatakan hukumnya boleh berdasarkan suara bulat dari para ulama Hanafiyyah, baik hewan kurban tersebut hukumnya sunnah atau wajib, dinazarkan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemaparan pendapat dari kalangan ulama tadi, jelas bahwa memakan daging hewan kurban yang diwajibkan karena nazar atau karena telah ditentukan, hukumnya masih diperdebatkan oleh para ulama, sehingga jalan terbaik sebagai langkah kehati-hatian adalah tidak memakan daging hewan kurban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum menyumbangkan kulit hewan kurban untuk perbaikan bangunan masjid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah yayasan yang bergerak dan bertujuan untuk membangun masjid di salah satu tempat. Yayasan ini dalam mengumpulkan dana yang digunakan untuk pembangunan tersebut melakukan aktifitas mengumpulkan kulit -kulit hewan kurban. Kulit tersebut diambil dari pemiliknya tampa ada bayaran sedikit pun dan para pemilik kulit tersebut juga mengetahui apa yang akan dilakukan terhadap kulit-kulit tersebut. Oleh yayasan, kulit tersebut dijual ke salah satu pabrik pengolahan kulit, dari hasil penjualan itulah yayasan mendapatkan dana untuk pembanguna masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tinjauan syar'i yang berkaitan dengan masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kulit hewan kurban bisa digunakan untuk apa saja yang bermanfaat. Jika pemilik memberikan kulit tesebut kepada yayasan supaya yayasan menjual dan mengambil uangnya untuk pembangunan masjid maka ini merupakan perbuatan yang baik dan dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menyatakan bahwa orang yang berkorban hendaknya memanfaatkan kulit hewan kurbannya dengan sebaik-baiknya, baik dengan cara menyedekahkannya, menghadiahkannya atau meminjamkannya kepada orang lain atau dengan bentuk pemanfaatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi para ulama berbeda pendapat dalam hal bolehnya orang yang berkurban menjual kulit hewan kurban miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik, Imam Ahmad dan Imam Syafi'i berpendapat bahwa orang yang berkurban tidak boleh menjual kulit hewan kurbannya. Sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Hasan Al Basri membolehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam permasalah ini, seorang yang berkurban hendaknya tidak menjual kulit hewan kurban miliknya akan tetapi menyedekahkannya saja. Dengan begitu, yayasan yang disebut di atas dapat memanfaatkan kulit tersebut dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang harus dilakukan jika seseorang sebelum kematiannya berwasiat kepada ahli warisnya untuk memotongkan hewan kurban setelah dia meninggal dunia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mewasiatkan kepada ahli warisnya untuk memotongkan hewan kurban setelah kematiannya maka para ahli waris wajib melaksanakan wasiat yang dia tinggalkan. Para ahli waris juga boleh memakan daging hewan kurban tersebut dan memberi sebagian yang lain kepada orang yang membutuhkan. Ini merupakan pendapat para Ulama Maliki dan Hambali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ulama' Syafi'i dan menurut pendapat yang kuat dari ulama' Hanafi mengatakan mereka (ahli waris) tidak boleh memakan daging hewan kurban tersebut akan tetapi harus disedekahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Matolib Uli An Nahyi yang merupakan salah satu kitab ulama' Hambali dikatakan bahwa berkurban untuk orang yang sudah mati lebih baik dari pada berkurban untuk orang yang masih hidup karena mereka yang sudah mati tidak memiliki kemampuan lagi untuk beramal dan mereka lebih butuh pahala dari pada mereka yang masih hidup". Dari pernyataan ulama’ Hambali ini dapat  kita simpulkan bahwa ulama’ Hambali mewajibkan untuk melaksanakan wasiat orang yang sudah meninggal bahkan menganjurkan untuk berkurban untuk orang yang sudah meninggal walaupun mereka tidak mewasiatkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari situs &lt;a href="http://www.islamweb.net/VER2/Fatwa/FatwaCategory.php?lang=a&amp;amp;CatId=1882" target="blank"&gt;www.islamweb.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3438814421226652623?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3438814421226652623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3438814421226652623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/11/apakah-hukum-menerima-hewan-korban-yang.html' title='Hukum Seputar Hewan Kurban'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SxHg8ci7jvI/AAAAAAAAAcs/KG5tvt75GLk/s72-c/Senyum+hewan+qurban.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-9103826834116929604</id><published>2009-11-23T06:42:00.004+07:00</published><updated>2009-11-23T07:25:33.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba-serbi'/><title type='text'>Keunikan Angka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SwnWKcaD-JI/AAAAAAAAAb0/cb0cOLw5foI/s1600/anka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SwnWKcaD-JI/AAAAAAAAAb0/cb0cOLw5foI/s200/anka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407088302547531922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika anda pernah membaca artikel di kolom hikmah yang berjudul 'Setiap orang memiliki kelebihan' anda akan sadar bahwa setiap ciptaan Allah memiliki kelebihan masing-masing, sehingga tidak ada pelung bagi kita untuk bersifat sombong. Karena tidak semua yang ada pada orang lain ada pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah berikut ini sebagai bentuk tadabbur kekuasaan Allah, saya akan menuliskan beberapa keunikan angka-angka yang diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertama keunikan angka 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 x 8 + 1 = 9&lt;br /&gt;1 2 x 8 + 2 = 98&lt;br /&gt;123 x 8 + 3 = 987&lt;br /&gt;1234 x 8 + 4 = 9876&lt;br /&gt;12345 x 8 + 5 = 98765&lt;br /&gt;123456 x 8 + 6 = 987654&lt;br /&gt;1234567 x 8 + 7 = 9876543&lt;br /&gt;12345678 x 8 + 8 = 98765432&lt;br /&gt;123456789 x 8 + 9 = 987654321&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah keunikan deretan angka 1 yang dikalikan dengan deretan angka 1 juga, yang menghasilkan bentuk hasil perkalian yang unik.&lt;br /&gt;1 x 1 = 1&lt;br /&gt;11 x 11 = 121&lt;br /&gt;111 x 111 = 12321&lt;br /&gt;1111 x 1111 =1234321&lt;br /&gt;11111 x 11111 = 123454321&lt;br /&gt;111111 x 111111 = 12345654321&lt;br /&gt;1111111 x 1111111 = 1234567654321&lt;br /&gt;11111111 x 11111111 = 123456787654321&lt;br /&gt;111111111  x 11111111 = 12345678987654321&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ini adalah keunikan yang ada pada angka 9&lt;br /&gt;Penjumlahan dari 2 digit angka hasil perkalian angka 9 dengan angka lain, hasilnya pasti akan 9. Misalnya, 9x4=36.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita tambahkan dua digit dari hasil perkalian 9 tadi, yaitu angka 36, jadi 3+6=9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan penjumlahan dari hasil perkalian angka 9 dengan 2 digit, 3 digit atau 4 digit angka apa pun, akan menghasilkan angka yang jika dijumlahkan lagi akan bernilai 9. Contohnya, 9x62 = 558.&lt;br /&gt;Untuk mengujinya, mari kita pisahkan nilai 558 menjadi bentuk seperti ini; 5+5+8=18, kemudian nilai 18 kita pisahkan menjadi seperti ini; 1+8=9. Lihat, hasilnya juga 9. Cobalah dengan bilangan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya masih pada keunikan angka 9. Jika nilai 123456789 dikalikan dengan 9 lalu dikalikan denggan hitungan 1 - 9 maka akan menghasilkan 9 deretan angka yang sama sesuai dengan angka perkalian yang terakhir.&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 1 = 111111111&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 2 = 22222222&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 3 = 33333333&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 4 = 44444444&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 5 = 55555555&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 6 = 66666666&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 7 = 777777777&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 8 = 88888888&lt;br /&gt;123456789 x 9 x 9 = 99999999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-9103826834116929604?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/9103826834116929604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/9103826834116929604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/11/keunikan-angka.html' title='Keunikan Angka'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SwnWKcaD-JI/AAAAAAAAAb0/cb0cOLw5foI/s72-c/anka.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-7972591203356218427</id><published>2009-11-23T06:26:00.004+07:00</published><updated>2009-11-23T06:41:58.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Jangan percaya dengan ramalan dukun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SwnK56u2IhI/AAAAAAAAAbs/SQbt5uEZSRg/s1600/Dukun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SwnK56u2IhI/AAAAAAAAAbs/SQbt5uEZSRg/s200/Dukun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407075924002087442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini adalah kisah menarik tentang seorang kaya raya yang jatuh miskin dengan seorang penasehat spiritualnya atau yang biasa dikenal dengan istilah dukun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermula dari hobi coba-coba, seorang laki-laki paroh baya ini mencoba memasang taruhan judi toto, dengan harapan mendapatkan untung berlipat-lipat tanpa usaha berat.&lt;br /&gt;Pada mulanya, laki-laki paroh baya ini mendapatkan untung yang tidak kepalang tanggung dari nomer-nomer yang dipasangnya. Dua-tiga –nomer berhasil lahir normal dengan membawa kegembiraan yang tiada terkira. Sang laki-laki akhirnya memutuskan untuk terus berjudi bahkan menjadikannya sebagai usaha untuk mencari nafkah.&lt;br /&gt;Namun kata orang bijak, keberuntungan tidak selalu berada di atas, roda terus berjalan, kali ini roda Si laki-laki paroh baya berada di bawah. Nomer-nomer yang dipasangnya selalu lahir prematur. Dipasang nomer 13 yang keluar nomer 3, di pasang 5 yang  keluar 51, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Akhirnya datanglah seorang teman yang berbaik hati menunjukkan kepadanya solusi tepat untuk menghadapi kondisi seperti yang dialaminya.&lt;br /&gt;“Bagaimana teman kalo kau kutunjukkan kepada seseorang  (maksudnya dukun) yang bisa memberikan kamu nomer yang tepat?” Hasut sang teman.&lt;br /&gt;Setelah menimbang-nimbang Si laki-laki paroh baya akhirnya mengikuti usulan sang teman. Maka pergilah dia ke rumah seorang dukun yang direkomendasikan oleh temannya itu.&lt;br /&gt;“Mbah, tolong saya mbah, kira-kira nomer yang keluar hari ini berapa mbah?”&lt;br /&gt;“Sebentar, saya terawang dulu.” Sang dukun menjawab dengan gaya dukunnya.&lt;br /&gt;Setelah lama berkomat-komat membaca mantera, sang dukun bertitah, “Nomernya sekian anak muda, Insya Allah keluar”. (Rupanya sang dukun masih jebolan pesantren).&lt;br /&gt;Keesokan harinya, laki-laki paroh baya tadi kembali lagi ke dukun yang memberinya bocoran nomer kemaren.&lt;br /&gt;“Mbah, nomernya kok ngak keluar mbah, katanya keluar”.&lt;br /&gt;“Ah mungkin kamu ga baca bismillah nak.” Sang dukun membuat alas an sekenanya. “Ini kamu pasang lagi, pasti keluar”.&lt;br /&gt;Ternyata nomer yang diberikan oleh mbah dukun juga tidak keluar. Dan si laki-laki paroh baya ini terus datang kepada Mbah dukun. Dan setiap kali diberi nomer, nomer yang diberikan tidak keluar. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;Akhirnya untuk terakhir kalinya, dengan sisa kekayaan yang ada Laki-laki paroh baya itu pergi ke Mbah dukun.&lt;br /&gt;“Mbah, ini kekayaan saya yang terakhir mbah, kalo tidak keluar juga saya tidak punya apa-apa lagi mbah. Mobil sudah dijual, rumah sudah digadai, istri sudah dicerai, semua sudah selesai mbah dukun”.&lt;br /&gt;“Ok lah- Ok lah, tenang anak muda, kali ini kamu pasti akan mendapatkan keberuntungan”. Sang dukun mencoba menghibur Laki-laki paroh baya yang tampak putus asa.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, laki-laki paroh baya datang lagi, kali ini dengan hati yang remuk-redam, karena nomer wasiat yang diberikan mbah dukun juga tidak  keluar.&lt;br /&gt;“Mbah, saya tidak punya apa-apa lagi mbah. Pekerjaan juga ga punya. Bagaimana saya bisa hidup mbah?’&lt;br /&gt;Sang dukun merasa iba dengan kondisi si laki-laki paroh baya. Untuk menghilangkan kesedihannya, akhirnya Sang dukun berusaha memberikan sebuah solusi.&lt;br /&gt;“Anak muda, dulu saya sama seperti kamu. Saya dulu orang kaya. Saya juga suka berjudi dan pergi ke dukun sama seperti kamu. Tapi saya gagal dan jatuh miskin. Akhirnya saya memutuskan untuk pindah propesi, dari tukang judi menjadi dukun ramal. Saya pikir, mengapa tidak dari dulu saya jadi dukun ramal. Pendapatannya ga banyak sih, biar sedikit yang penting jalan terus’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-7972591203356218427?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7972591203356218427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7972591203356218427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/11/jangan-percaya-dengan-ramalan-dukun.html' title='Jangan percaya dengan ramalan dukun'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SwnK56u2IhI/AAAAAAAAAbs/SQbt5uEZSRg/s72-c/Dukun.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6868979849173747359</id><published>2009-11-20T16:10:00.001+07:00</published><updated>2009-11-20T16:14:59.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba-serbi'/><title type='text'>Prinsip-prinsip Ekonomi Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam merupakan seluruh jalan kehidupan kita. Dalam hubungannya dengan ekonomi, Islam telah memberikan aturan rinci untuk kehidupan ekonomi kita yang seimbang dan adil. Seorang muslim hendaknya selalu menyadari bahwa kekayaan, pendapatan, dan barang-barang material adalah milik Allah, sedangkan kita hanyalah pemegang amanat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip-prinsip islam bertujuan membangun masyarakat yang adil di mana semua bersikap bertanggung jawab dan jujur. Prinsip-prinsip dasar sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Seorang muslim dalam kehidupan berekonomi tidak berhubungan dengan bunga. Allah SWT berfirman, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah&lt;/span&gt;”. (QS. Al Baqoroh:256-257). “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan&lt;/span&gt;”. (QS. Ali Immron: 130). Larangan yang terdapat dalam ayat di atas tertuju pada transaksi yang berbasis riba, baik memberi maupun menerima, baik berhubungan dengan sesama muslim maupun non muslim. Dan diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengutuk orang yang membayar bunga, mereka yang menerima, orang yang menuliskan kontrak perjanjiannya dan orang yang menjadi saksi transaksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Seorang muslim tidak boleh mendapatkan harta atau kekayaan dengan jalan penipuan, pemalsuan, pencurian dan tindakan kriminal lainnya. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman"&lt;/span&gt;. (QS. Al A’raf: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Seorang muslim tidak boleh mengambil harta anak yatim yang berada di bawah perwaliannya. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar&lt;/span&gt;”. (QS. An Nisa’: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Seorang muslim dilarang untuk mendapatkan penghasilan dari hasil perjudian, lotere, dari hasil produksi, penjualan dan distribusi alkohol. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan&lt;/span&gt;”. (QS. Al Maidah: 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Seorang muslim hendaknya mengambil barang sesuai dengan kebutuhan. Karena menimbun makanan dan kebutuhan dasar lainnya  merupakan bentuk pelanggaran hukum dalam islam yang sangat merugikan orang banyak. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan&lt;/span&gt;”.(QS. Ali Imron: 180).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Zakat merupakan kewajiban yang berkaitan dengan harta seorang muslim. Bila telah sampai nisabnya atau kadar tertentu dari harta yang wajib untuk dizakatkan, seorang muslim harus mengeluarkannya. Allah SWT berfirman, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus&lt;/span&gt;".(QS. Al Bayyinah: 5). Setiap muslim yang memiliki kekayaan yang lebih dari jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhannya harus membayar zakat kepada orang yang membutuhkannya. Zakat adalah sarana untuk mempersempit kesenjangan antara si kaya dan si miskin, dan untuk menjamin kebutuhan semua orang terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Setiap muslim dianjurkan untuk memberi sedekah. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung&lt;/span&gt;”. (QS. At Taghobun: 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6868979849173747359?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6868979849173747359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6868979849173747359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/11/prinsip-prinsip-ekonomi-islam.html' title='Prinsip-prinsip Ekonomi Islam'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3954594580664540795</id><published>2009-11-08T22:02:00.005+07:00</published><updated>2009-11-08T22:32:33.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba-serbi'/><title type='text'>Syarat-Syarat  Dalam Jual Beli Kredit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.hermanmoslem.blogspot.com"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 62px; height: 74px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SvbkG1He8WI/AAAAAAAAAbk/6Kv1n4PLFjs/s200/herman.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401755609066303842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kenaikan nilai suatu barang sebagai konsekuensi dari keringan yang diberikan dalam pembayaran atau yang biasa dikenal dengan jual beli kredit merupakan sesuatu yang dibolehkan berdasarkan hukum islam. Ini adalah pendapat yang kuat (Rojih) dari keempat mazhab yang ada. Sebagaimana Islam juga tidak melarang suatu akad yang di dalamnya terdapat manfaat bagi manusia dan juga tidak mengandung kemudharatan atau bahaya. Legalisasi jual beli kredit ini juga sejalan dengan apa yang ditetapkan oleh akal manusia serta diperkuat oleh teori-teori ekonomi yang mengatakan bahwa waktu memiliki pengaruh terhadap nilai mata uang. Jual beli kredit ini tentunya dibolehkan bila berada dalam transaksi yang bebas dari pelanggaran-pelanggaran syar’i.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di antara kondisi penting yang membolehkan jual beli ini adalah adanya kesepakatan kedua belah pihak ketika terjadi akad jual beli kredit, baik kesepakatan dalam hal waktu, cara pembayaran serta kesepakatan dalam jumlah harga secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Sulaiman Ibn Turki At Turki, seorang ulama’ Saudi dalam bukunya ‘Jual beli kredit dan hukum-hukumnya’ menyebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam jual beli kredit agar jual beli tersebut berjalan sesuai dengan hukum syar’i. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: Jual beli kredit adalah akad terhadap komoditi yang ada dengan harga ditangguhkan yang dibayar secara periodik pada jumlah pembayaran tertentu dan dalam rentang waktu yang tertentu pula. Antara kredit dan pembayaran ditangguhkan terdapat hubungan umum dan khusus mutlaq, setiap jual beli kredit merupakan pembayaran ditangguhkan dan tidak semua pembayaran ditangguhkan merupakan jual beli kredit. Pembayaran ditangguhkan bersifat lebih umum dan mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: Di atas syarat umum yang harus dipenuhi dalam jual beli kredit, ada juga beberpa syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jual beli kredit tidak boleh menjadi sarana dalam melakukan transaksi ribawi. Di antara contoh yang jelas dalam kasus ini adalah jual beli ‘Inah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penjual adalah pemilik barang, karenanya seorang penjual tidak boleh menawarkan kredit kepada orang lain terhadap barang yang tidak dimilikinya, dengan niat apabila terjadi kesepakatan dengan pembeli maka penjual akan membelinya lalu memberikan barang tersebut kepada pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun permintaan pembelian barang dari seorang konsumen kepada penjual yang tidak memiliki barang tersebut, supaya dia memiliki barang yang dipesan kemudian menjualnya kepada orang yang memesan untuk dibelikan barang tersebut atau konsumen dengan mengambil untung, maka hukumnya boleh, jika yang diperintahkan dalam hal ini adalah penjual, membelinya untuk dirinya sendiri dan memilikinya secara sah dan benar. Dalam hal ini, setelah mendapatkan barang yang dimaksud, penjual tidak boleh memaksa konsumen untuk membeli barang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Barang yang ditawarkan berada dalam kekuasaan pedagang, sehingga kepemilikan barang saja tidak cukup, akan tetapi penjual harus menguasai barang yang akan dijual secara kredit dengan kekuasaan yang sesuai dengan jenis barangnya sebelum barang tersebut ditawarkan dalam jual beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4. Kedua alat transaksi baik harga maupun barang tidak termasuk dalam jenis barang yang di antara keduanya dapat terjadi riba nasi’ah. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kesesuaian antara jual beli kredit dengan tenggang waktu kewajiban pembayaran, karena tidak adanya kesamaan dalam sebab-sebab riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5. Harga dalam jual beli kredit harus berbentuk hutang bukan barang. Karena harga dalam jual beli kredit harus dibayar dalam masa tenggang. Dan tidak dikatakan masa tenggang kecuali pada hutang-hutang yang menjadi kewajiban seseorang bukan pada barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6. Barang yang dijual harus langsung diterima oleh pembeli dan tidak boleh ditunda penerimaannya. Karena jika barang yang dijual ditunda penerimaannya sedangkan harga juga ditunda, maka akan menimbulkan jual beli hutang dengan hutang yang dilarang dalam agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7. Tempo pembayaran harus jelas dengan merinci jumlah kewajiban angsuran dan waktu pelaksanaan setiap angsuran serta keseluruhan masa angsuran. Hal ini harus ditetapkan secara rinci agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.8. Jual beli kredit harus sempurna dan berdiri sendiri. Tidak dibenarkan mengaitkan akad jual beli lain pada setiap angsuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;: Kenaikan harga barang dari harga barang yang dijual tunai diperbolehkan dalam jual beli kredit. Ini adalah pendapat Jumhur Ulama’ baik dari kalangan ulama dahulu maupun ulama kontemporer tanpa ada perbedaan yang mencolok di antara mereka. Bahkan sebagian ulama menceritakan Ijma’ bolehnya menaikkan harga barang dari harga tunai dalam jual beli kredit.&lt;br /&gt;Keempat: Boleh meminta potongan harga kredit disebabkan oleh penyelesaian pembayaran angsuran yang lebih cepat dari waktu tempo. Potongan harga disesuaikan dengan banyaknya waktu yang tersisa sebelum masa tempo berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;: Pembeli tidak boleh mendesak penjual untuk menerima pembayaran angsuran-angsuran yang disegerakan dengan maksud untuk mendapatkan potongan harga. Karena hal ini mengandung bahaya bagi penjual dikarenakan penjual tidak melakukan jual beli kredit kecuali untuk maksud ini, yaitu mendapatkan keuntungan dari setiap angsuran yang dibayarkan. Dan lamanya masa angsuran merupakan hak bagi keduanya, maka salah satunya tidak boleh berbuat sewenang-wenang dengan menjatuhkan masa angsuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;: Diharamkan untuk mengulur-ulur pembayaran angsuran bagi orang yang mampu untuk membayarnya. Bersamaan dengan itu, tidak dibolehkan untuk mengambil denda bagi konsumen yang telat dalam membayar angsuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;: Bolehnya mensyaratkan pembebasan sisa angsuran karena keterlambatan konsumen yang biasanya tepat waktu dalam membayar angsuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;: Tidak boleh mengadakan akad jual beli kredit dengan jumlah tempo pembayaran dan harga yang berbeda-beda. Seperti akad jual-beli kredit sebuah mobil dalam tempo satu tahun dengan harga seratus juta rupiah, dan dalam tempo dua tahun dengan harga seratus lima puluh juta, dan dalam tempo tiga tahun dengan harga dua ratus juta rupiah. Tetapi seharusnya akad diadakan dengan satu harga dan satu tempo pembayaran saja, misalkan kredit barang dalam tempo satu tahun dengan harga seratus juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesembilan&lt;/span&gt;: Penjual tidak boleh meminta pembayaran angsuran sebelum masuk masa pembayaran. Dan seorang pembeli tidak dianggap menunda-nunda angsuran bila tidak mau membayar sebelum masa pembayaran, dan seorang penjual tidak berhak untuk menuntut pembayaran kecuali setelah jatuh tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesepuluh&lt;/span&gt;: Jika pembeli meniggal dunia dalam keadaan masih mengemban kewajiban membayar angsuran kredit, maka hutang-hutangnya tidak terbebas dengan kematiannya sampai ahli warisnya menjamin hutang tersebut dengan menggadaikan barang atau ada penjamin (Kafil). Jika hutangnya dibebaskan tanpa ada jaminan maka  harus ada potongan harga sesuai dengan jumlah sisa periode angsuran yang dipercepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebelas&lt;/span&gt;: Hutang-hutang pembeli dan sisa angsuran tidak dibebaskan karena kondisi ekonomi pembeli yang memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua belas&lt;/span&gt;: Kepemilikan barang berpindah ke tangan pembeli, dan kepemilikan harga berpindah kepada penjual setelah terjadi akad jual beli kredit. Konsekuensi dari itu, penjual tidak boleh menahan barang sampai sempurna pembayaran angsuran. Jika penjual mensyaratkan hal itu, yaitu menahan barang hingga angsuran sempurna dibayarkan, maka akad ini menjadi rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga belas&lt;/span&gt;: Jika pembeli mengalami kepailitan sebelum melunasi sisa angsuran, maka penjual lebih berhak atas barang kredit yang masih belum dilunasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat Belas&lt;/span&gt;: Penjual boleh mensyaratkan dalam akad jual beli kredit untuk menggadaikan barang yang dikreditkan dengan alasan untuk menutup angsuran yang harus dibayar oleh pembeli. Hal ini terjadi ketika  pembeli tidak bisa membayar angsuran sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lima belas&lt;/span&gt;: Bila terjadi kesepakatan untuk melakukan jual beli kredit sebelum terjadi akad jual beli kredit itu sendiri, maka kesepakatan itu tidak boleh menjadi syarat yang mengharuskan kedua belah pihak melakukan akad jual beli kredit. Karena pengharusan dengan janji yang lampau merupakan sebuah akad dan menjadikan akad yang akan datang yaitu akad kredit menjadi tidak saling ridho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3954594580664540795?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3954594580664540795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3954594580664540795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/11/syarat-syarat-dalam-jual-beli-kredit.html' title='Syarat-Syarat  Dalam Jual Beli Kredit'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SvbkG1He8WI/AAAAAAAAAbk/6Kv1n4PLFjs/s72-c/herman.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-375250649943581064</id><published>2009-10-05T14:25:00.001+07:00</published><updated>2009-10-05T14:28:29.781+07:00</updated><title type='text'>Mengingat Nikmat Allah, Menjauhkan Diri dari Dosa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Ssmf51-TddI/AAAAAAAAAa8/t3mvYcSRot4/s1600-h/earth.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 183px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Ssmf51-TddI/AAAAAAAAAa8/t3mvYcSRot4/s200/earth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389014245215270354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak jalan untuk menuju surga Allah, dan tidak sedikit pula cara untuk mendekatkan diri kepadanya. Salah satu di antara sekian banyak cara itu adalah dengan mengingat sumber rizki dan segala karunia yang kita rasakan. Mari kita bertanya kepada hati kecil kita masing-masing, siapa kah pemberi rizki yang selama ini kita nikmati? Secara jujur, tentunya kita akan menjawab, bahwa rizki dan karunia itu semuanya datang dari Allah Yang Maha Kaya dan Maha Pemberi Rizki. Dengan mengingat bahwa rizki itu dari Allah, maka akan muncul rasa malu untuk berbuat kesalahan. Betapa tidak layaknya, ketika Allah selalu berbuat baik kepada kita, sedangkan kita selalu melanggar aturanNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, Allah tidak butuh dengan ibadah kita, Allah tidak butuh dengan shalat kita, puasa kita, zakat kita, haji kita dan segala amal ibadah kita. Bahkan Allah juga tidak butuh dengan ucapan syukur kita. Mengapa? … Allah Maha Kaya, Dia yang memiliki segalanya. Bahkan, sebenarnya kita lah yang butuh kepada Allah, kita lah yang butuh untuk melakukan shalat, melaksanakan puasa, mengeluarkan zakat dan melaksanakan haji dan semua ibadah-ibadah yang lainnya. Kita lah yang butuh untuk bersyukur kepadaNya. Karena Ibadah kita secara umum adalah bekal yang akan kita bawa untuk perjalanan kita menuju jannah Allah.&lt;br /&gt;Namun walau pun demikian, bukan berarti kita bebas untuk tidak melakukan kewajiban dan bebas melakukan kesalahan. Di mana letak rasa keadilan kita dan di mana letak kewarasan kita, jika seseorang selalu berbuat baik kepada kita sedangkan kita tidak pernah berbuat baik kepadanya, bahkan kita balas dengan lemparan kotoran dan caci maki. Secara akal, orang yang bertindak demikian bisa dikatakan sebagai orang yang berpenyakit jiwa.&lt;br /&gt;Mari kita belajar untuk menjauhi perbuatan dosa dengan menyimak pesan yang tersirat dalam percakapan antara Ibrahim bin Adham dan seorang laki-laki yang sering melakukan dosa.&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham, lalu berkata, “ Aku adalah seorang hamba yang banyak berbuat dosa, karena itu, tolong nasehati aku”.  Lalu Ibrahim menjawab, “Jika kamu berbuat kejahatan, dosa dan maksiat, maka janganlah kamu tinggal di bumi dan makan dari rizki Allah SWT”. Orang itu menjawab, “Kalau begitu, di mana aku harus tinggal dan dari mana aku makan? Semua yang ada di bumi ini adalah pemberian Allah SWT”. Ibrahim berkata, “Kalau begitu, pantaskah kamu berbuat maksiat kepada Allah sedangkan kamu hidup di bumiNya dan makan dari rizkiNya?”&lt;br /&gt;Seorang hamba yang beriman, sejatinya akan selalu takut untuk melakukan perbuatan dosa, hatinya akan bergetar dan seketika merasa lemah ketika dihadapkan pada peluang untuk berbuat jahat. Dalam hal ini, Abu Atahiyah pernah memberikan sebuah tamsil yang patut kita jadikan guru dalam kehidupan, dia berkata “Sesungguhnya orang mukmin ketika melihat dosa-dosanya seakan-akan dia tersesat masuk ke dalam rimba belantara yang penuh dengan binatang buas, sehingga dia merasakan ketakutan yang luar biasa.”&lt;br /&gt;Lain halnya dengan orang-orang yang kurang keimanannya kepada Allah, dosa dan maksiat adalah hal yang lazim dilakukan, tidak ada lagi terbersit di dalam hatinya perasaan bersalah ketika melakukan dosa, bahkan dia akan selalu mencari peluang melakukan dosa dan kesalahan. Abu Atahiyah kemudian melanjutkan tamsilnya, “Adapun orang-orang yang senang melakukan perbuatan maksiat, dosa dan durhaka kepada Allah, bagaikan seekor serigala lapar di padang pasir yang mencium bau bangkai.”&lt;br /&gt;Ini lah kesalahan besar yang sering kita lakukan. Kita terkadang dengan mudahnya mempermainkan hukum Allah SWT, meremehkan ajaran islam, bangga dengan kejahatan, dan melakukan dosa dan kemaksiatan siang dan malam tanpa merasa malu kepada Yang Memberi Rizki.&lt;br /&gt;Jika konsep ini kita bawa dan kita terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, maka pastilah kita akan menjadi Negara yang paling bersyukur dan taat kepada Allah. Karena betapa besarnya karunia Allah di bumi pertiwi ini, betapa Negara ini diberikan kesuburan tanah yang tiada bandingnya, kekayaan alam yang berlimpah, hasil tambang yang beraneka ragam dan kekayaan laut yang setiap hari diambil tidak ada habis-habisnya. Patut kah kita melakukan dosa di negeri ini, sedangkan Allah telah memberi kita karunia yang tiada terhingga? Mudah-mudahan kita semua tidak mau dikatakan sebagai orang yang berpenyakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-375250649943581064?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/375250649943581064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/375250649943581064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/10/mengingat-nikmat-allah-menjauhkan-diri.html' title='Mengingat Nikmat Allah, Menjauhkan Diri dari Dosa'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Ssmf51-TddI/AAAAAAAAAa8/t3mvYcSRot4/s72-c/earth.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6647168377226217021</id><published>2009-10-03T09:31:00.002+07:00</published><updated>2009-10-03T09:38:44.677+07:00</updated><title type='text'>Do’a Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Ssa46fPI5mI/AAAAAAAAAaM/W4RNKiAjCYg/s1600-h/doa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 241px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Ssa46fPI5mI/AAAAAAAAAaM/W4RNKiAjCYg/s320/doa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388197319152297570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bila seorang miskin selalu datang kepada seorang kaya untuk meminta uang dan kebutuhan hidup lainnya. Setiap hari dia selalu menggantungkan kehidupannya kepada orang kaya tersebut. Walaupun orang kaya tersebut memiliki harta yang berlimpah, lama-kelamaan pasti merasa khawatir hartanya akan habis dipinta. Sehingga dia tidak mau lagi mengulurkan tangannya kepada suauaranya yang miskin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia sangatlah terbatas. Bahkan, bila diberi harta dan kekayaannya pun, harta dan kekayaan tersebut masih tidak mampu mencukupi keperluan hidupnya sehari-hari, selalu merasa kekurangan dan selalu ingin mencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Allah, kekuasaannya maha luas, di tanganNya lah semua penciptaan langit dan bumi beserta isinya. kekayaanNya tidak akan habis walaupun habis seluruh makhluq meminta kepadaNya. Bahkan setelah kata habis itu sudah tidak ada lagi, Allah tidak akan pernah melekatkan kata habis dalam kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena kekayaan dan kekuasaanNya yang tidak mengenal kata habis itulah, maka Allah memerintahkan kita untuk meminta kepadaNya. Karena hanya Dia lah yang layak untuk dipinta. Sebaliknya, Allah melarang kita meminta kepada selainNya, yaitu seluruh makhluq ciptaannya di alam semesta ini. Laut, matahari, bulan dan bintang adalah ciptaan-Nya, mereka semua tidak akan bisa mengabulkan semua permintaan. Semua pinta kita hanya akan dikabulkan oleh Allah SWT Yang Maha Mengabulkan semua pinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang artinya, “Berdo’a lah kepadaku, Aku akan mengabulkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah diketahui bahwa Shighat Amr (kata perintah) mempunyai implikasi hukum wajib. Artinya wajib mewujudkan atau melaksanakan perbuatan yang diperintahkan. Dalam ayat tadi Allah memerintahkan kita untuk berdo’a atau meminta, bersamaan dengan itu Allah juga memberi kepastian akan mengabulkan do’a yang dipanjatkan hamba-Nya. Artinya, berdo’a adalah kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya dan mengabulkan do’a adalah konsekuensi Tuhan terhadap setiap do’a hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kensekuensi Allah untuk mengabulkan do’a hamba-Nya juga harus dibarengi dengan konsekuensi hamba ketika berdo’a. Allah tidak serta merta mengabulkan begitu saja semua do’a. Ada syarat-syarat dalam berdo’a sehingga dikabulkan oleh Allah. Bagaikan sebuah kontrak perjanjian tentu ada syarat yang harus dilakukan dan ada syarat yang harus dihindarkan. Jika tidak, maka kontrak perjanjian akan batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara syarat yang harus dilakukan adalah mematuhi segala perintah Allah dan beriman kepada-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yangberdo’a bila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendak lah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al Baqarah: 218).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara syarat yang harus dijauhi adalah tidak melakukan kerusakan dan dosa di muka bumi, Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan).” (QS Al-a’raf: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan di muka bumi yang dilakukan memiliki bentuk yang bermacam-macam. Tidak hanya kerusakan berupa fisik, bahkan kerusakan moral. Bila ditarik dalam konteks kenegaraan, kerusakan moral yang terjadi di Negara ini meliputi praktik korupsi, kolusi, nepotisme, jual beli perkara, mempermainkan hukum, politik uang dan politik hitam, khianat terhadap amanat rakyat, kezoliman terhadap rakyat yang tidak bersalah dan masih banyak lagi kerusakan moral lainnya. Tentunya kerusakan moral lebih berbahaya dari pada kerusakan fisik, karena kerusakan fisik yang terjadi adalah akibat dari kurangnya moral anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kontrak yang Allah tawarkan sebelum Dia mengabulkan do’a kita. Bangsa ini tidak akan menemui jalan menuju Negara yang setiap hari kita do’akan agar menjadi Negara yang aman dan tentram selama masih banyak kerusakan moral yang kita lakukan terutama orang-orang yang memerintah Negara ini. Negara ini tidak akan bangkit dari keterpurukan dan terhindar dari musibah-musibah selama masih banyak penghianatan terhadap hak-hak orang banyak. kita harus bekerja keras menghilangkan segala penyakit moral yang telah lama menjangkiti Negara ini. Setujukah kita dengan kontrak tersebut? Jika setuju sesungguhnya Allah Maha Menepati Janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan”. (QS Al A’raf: 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6647168377226217021?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6647168377226217021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6647168377226217021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/10/doa-anak-bangsa.html' title='Do’a Anak Bangsa'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Ssa46fPI5mI/AAAAAAAAAaM/W4RNKiAjCYg/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-4721884304959357442</id><published>2009-07-28T21:24:00.002+07:00</published><updated>2009-07-28T21:35:49.200+07:00</updated><title type='text'>Hidup Bahagia dengan Ridho Orang Tua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sm8MeQQuL6I/AAAAAAAAAZ8/snRqK7-mxWA/s1600-h/kasih-sayang-ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sm8MeQQuL6I/AAAAAAAAAZ8/snRqK7-mxWA/s200/kasih-sayang-ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363519395122261922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Betapa pun besar pengorbanan seorang anak kepada orang tuanya, semua itu tidak lah bisa melunasi segala jasa dan jerih payah yang telah mereka curahkan kepada kita. Dan betapa pun kita ingin membalas budi baik mereka, balasan kita belum ada bandingnya dengan pengorbanan yang selama ini mereka lakukan. Jasa mereka kepada kita bagaikan sinar sang surya yang tak putus-putusnya menyinari. Jerih payah mereka bagaikan air yang terus mengalir ke hilir. Pengorbanan mereka kepada kita bagaikan jalan yang tanpa akhir, semakin kita telusuri, semakin kita tidak tahu di mana jalan itu berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari sejenak kita pikirkan, adakah di dunia ini seorang wanita yang rela mempertaruhkan nyawa untuk selain dirinya? Pernahkan kita mendengar seorang wanita yang mau menyusui seorang bayi tanpa harus dibayar? Bangun di tengah malam untuk menenangkan bayi itu ketika menangis, membersihkan kotorannya, menggantikan pakaiannya dan merasa sangat sedih dan khawatir ketika bayi tersebut sakit. Dia lah ibu kita yang hingga saat ini tidak pernah lelah memperhatikan dan tidak akan pernah minta balasan.&lt;br /&gt;Pernah juga kah kita mendengar seorang laki-laki yang mau bekerja untuk seseorang tanpa minta digaji? Bukan sebulan, bukan setahun, bahkan bertahun-tahun. Pergi pagi pulang sore bahkan hingga larut malam. Kaki menjadi tangan dan tangan menjadi kaki. Berlumuran keringat di bawah terik matahari, berlomba dengan waktu hanya untuk membesarkan seorang bayi yang ada dalam asuhannya. Dia lah bapak kita yang hingga saat ini tidak pernah lelah untuk berkorban dan tidak pernah minta balasan.&lt;br /&gt;Maka sudah sewajarnya lah kita mentaati kedua ibu-bapak dan bersyukur atas jasa-jasa mereka. Allah SWT telah mengukir perintah untuk taat kepada kedua orang tua di dalam Al Quran. Allah SWT berfirman, “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman: 14).&lt;br /&gt;Saudaraku! Jangan sampai kita menyakiti hati kedua orang tua kita dengan cara apa pun. Mungkin kita tidak pernah melakukan tindakan yang kasar terhadap orang tua kita, karena kita sadar itu adalah perbuatan durhaka. Namun terkadang kita tidak sadar, ada hal-hal yang kita anggap sepele namun dapat menyakiti hati keduanya. Seperti perkataan Ah!.. Aduuuh!.. iiih! … dan lain sebagainya, atau dengan gerakan yang sangat seperti memalingkan muka ketika orang tua sedang berbicara, atau merubah raut wajah dari gaya yang biasanya.&lt;br /&gt;Sederhana memang… namun hal-hal yang sederhana seperti itu lah yang harus kita waspadai, karena sekecil apa pun perbuatan durhaka tetap merupakan perbuatan durhaka. Karenanya Allah mengingatkan kita dalam firmannya dengan contoh perbuatan durhaka yang sangat ringan untuk diucapakan namun bobotnya sama dengan perbuatan durhaka yang lain, Allah SWT berfirman, “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS. Al Isra’: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah memancing kemurkaan mereka, karena kemurkaan mereka akan menimbulkan kemurkaan Allah SWT. Carilah keridoan mereka, dari ridho keduanya akan muncul keridhoan Allah SWT yang menjadikan kehidupan kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Yang menjadikan kehidupan ini selalu dalam ridho Allah. Tiddak ada hal yang paling dirindukan oleh seorang hamba kecuali selalu hidup dalam lindungan dan ridho-Nya. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Keredhoan Allah terletak pada keredhoan kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada murka mereka”. (HR. At Tirmidzi). Kemudian Nabi juga berkata, “Siapa saja yang membuat kedua orang tuanya ridho, maka dia telah membuat Allah ridho kepadanya, dan siapa saja yang membuat kedua orang tuanya murka, maka dia telah membuat Allah murka kepadanya”. (HR. Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-4721884304959357442?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4721884304959357442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4721884304959357442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/07/hidup-bahagia-dengan-ridho-orang-tua.html' title='Hidup Bahagia dengan Ridho Orang Tua'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sm8MeQQuL6I/AAAAAAAAAZ8/snRqK7-mxWA/s72-c/kasih-sayang-ibu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-7566771222396965875</id><published>2009-04-17T16:39:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T16:43:49.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Memperbarui Iman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. [HR. Bukhori ]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan dan keterpujian seseorang berkaitan erat dengan kesungguhannya dalam menambah dan meningkatkan iman. Dan perkarayang paling berpotensi menambah dan menguatkan iman adalah 'ILMU', kemudian AMAL SHALEH dan ZIKRULLAH. Maka tiap kali seorang hamba menambah ilmu dan amal shalehnya berarti dia sedang memperbaharui imannya dan inilah yang dimaksud dengan hadits Rasulallah SAW dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;جددوا إيمانكم قيل يا رسول الله وكيف نجدد إيماننا قال أكثروا من قول لا إله إلا الله&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Perbaharuilah iman kamu, beliau ditanya: "bagaimana kami memperbaharui iman kami, beliau menjawab: "perbanyaklah mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah." [HR. Ahmad dan Al Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu dengan Allah dan Rasul Nya dan dengan kitab yang telah diturunkan kepada kamu....! [QS. An Nisa: 136]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaharuan iman sangatlah penting bagi setiap muslim. disebabkan kesibukan rutinitas ditambah dengan kesibukan mencari nafkah atau mengurus rumah tangga, kita terkadang tidak sempat lagi "mengurusi" Qolbu kita (Hati). sehingga tidak sadar bahwa hati kita telah menjelma menjadi warna hitam pekat. dipenuhi dengan noda akibat dosa-dosa kecil ataupun berbagai kelalaian yang tidak terasa sering kita lakukan.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA berkat: Rasulallah SAW pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إن المؤمن إذا أذنب ذنبا كانت نكتة سوداء في قلبه فإن تاب ونزع واستغفر صقل منها قلبه وإن زاد زادت حتى يغلق بها قلبه فذلك الران الذي ذكر الله عز وجل في كتابه كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Sesungguhnya orang mukmin apabila melakukan suatu dosa terbentuklah bintik hitam di dalam hatinya. Apabila ia bertaubat, kemudian menghentikan dosa-dosanya dan beristighfar bersihlah daripadanya bintik hitam itu. Dan apabila dia terus melakukan dosa bertambahlah bintik hitam pada hatinya sehingga tertutuplah seluruh hatinya, itulah karat yang disebutkan Allah di dalam kitab Nya: "Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang mereka usahakan telah menutup hati mereka". [QS. Al Mutaffifin: 14]. [HR. Al Baihaqi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Ghazali pernah berkata, " Qolbu itu ibarat cermin. Saat seseorang melakukan dosa/ maksiat, maka ada satu noktah hitam menodai Qolbunya. Semakinbanyak dosa, semakin banyak noktah hitam. Qolbu yang ibarat cermin itu tidak bisa lagi digunakan untuk bercermin; untuk mengaca diri dan mengevaluasi diri. saat demikian, kepekaan spiritual biasanya akan lenyap dari dirinya. jika sudah seperti itu, jangankan dosa kecil apalagi sekedar berbuat makruh daan melakukan hal yang mubah yang melalaikan, dosa besar sekalipun tidak lagi dianggap besar. jangankan meninggalkan yang sunnah, meninggalkan kewajiban pun sudah dianggap biasa. Pasalnya, kepekaan Qolbu sudah nyaris hilang, tidak mampu lagi mendeteksi dosa, apalagi dosa yang dianggap kecil.&lt;br /&gt;Begitulah, Maksiat itu tidak jarang melahirkan maksiat yang lain. Jika sering dikerjakan maka terjadilah akumulasi maksiat. Dosa-dosa kecilpun akhirnya menjadi besar.&lt;br /&gt;Pengabaian perkara ini secara berturut-turut tanpa penanganan serius sering menjadikan kita berkurang kadar keimanan dan amal shaleh. Kehilangan amal batiniah seperti kurang ikhlas ketika beramal, hilang sikap jujur, tidak zuhud, tidak tawakkal, hiang rasa takut kepada Allah, enggan melakukan tobat dan tidak berserah diri kepada Allah. Semua itu terjadi karena kita mengabaikan Qolbu kita. Dalam kondisi demikian boleh jadi ketika kita menyampaikan nasehat kepada orang lain nasehat yang kita sampaikan akan terasa kosong dan tidak bermakna. Boleh jadi ketika kita bersedekah kita mengeluarkannya dengan rasa terpaksa dan takut dikatakan orang bakhil. boleh jadi ketika kita shalat tubuh kita tegap berdiri tetapi pikiran kita melayang-layang di awang-awang. Muncul rasa malas, banyak tidur, menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berfaedah meskipun tidak melakukan perkara yang haram atau makruh dan syubhat.&lt;br /&gt;Jangan sampai kita terjerumus dalam kondisi Qolbu yang seperti ini!....&lt;br /&gt;Jangan sampai kita berlarut-larut dalam gelimang dosa kecil yang bisa membawa kita pada perbuatan dosa besar!....&lt;br /&gt;Saudaraku!... Banyak sarana yang bisa digunakan untuk memperbaharui iman. Sekedar contoh; ziarah kubur, mengunjungi orang-orang shaleh, orang-orang bertakwa, ulama terpercaya, orang-orang yang ikhlas, membaca sekaligus menyelami sejarah nabi dan para sahabat, meningkatkan porsi ibadah, meningkatkan intensitas ibadah-ibadah sunnah, menyendiri pada sebagian waktu untuk merenungkan kehidupan kita dan mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak membaca Al Qur'an, meperbanyak sedekah, qiyamullail, membenci perbuatan maksiat, menghilangkan rasa cinta yang berlebihan kepada dunia, dll.&lt;br /&gt;Biasakanlah untuk menyempatkan diri untuk menyendiri (berkhalwat) dengan diri sendiri; di luar qiyamullail, dan dan membaca Al Qur'an. Disebutkan dalam salah satu atsar bahwa orang yang berakal mempunyai empat waktu. Salah satunya adalah saat ia menyendiri (berkhalwat). Berkhalwat sangat urgen bagi setiap muslim. Dengan berkhalwat ia dapat berduaan dengan Allah, damai dan dekat dengan Nya. Dengan berkhalwat seorang muslim dapat mengevaluasi dirinya. Ketika berkhalwat ia ingat akan dosa-dosa sekaligus menumpahkan air mata penyesalan terhadap dosa-dosa yang pernah ia lakukan. Semua upaya itu Insya Allah akan mengembalikan kepekaan seorang muslim untuk bribadah kepada Allah dan menjauhi segala bentuk perbuatan dosa. Karena setiap waktu imannya adalah iman yang selalu baru; iman yang semakin menghujam dalam Qolbu. Wama taufiqi illa billah. Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-7566771222396965875?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7566771222396965875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7566771222396965875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/memperbarui-iman.html' title='Memperbarui Iman'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-429703212113591829</id><published>2009-04-16T16:47:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T17:00:49.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kejujuran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SehS-1YYx-I/AAAAAAAAAWg/Zb5AuvDSeYk/s200/jujur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325597798800345058" border="0" /&gt;Diceritakan ada seorang laki-laki pada zaman dahulu yang selalu berbuat dosa dan maksiat kepada Allah. Dosanya tak kepalang tanggung banyaknya, bila diukur dan ditimbang-timbang mungkin tidak ada lagi takaran dan timbangan yang dapat mengetaui kadar dosanya di muka bumi ini. Pendek kata, jika dipikirkan secara logika, pemuda ini mustahil bisa kembali seperti sedia kala, kembali kepada jalan yang benar, karena saking banyaknya dosa yang dia kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun suatu hari, muncul juga kesadaran dari pemuda ini untuk memperbaiki diri. Setiap hari dia terus mencoba untuk meninggalkan segala macam perbuatan dosa yang biasa dia kerjakan.  Dicobanyalah untuk meninggalkan minum-minuman, namun busa minuman itu sangat menarik hatinya. Begitu juga dengan judi, berzina, mengadu ayam, dan perbuatan-perbuatan dosa yang lainnya, semua itu tidak bisa dia tinggalkan.  Usut-punya usut rupanya perbuatan dosa dan maksiat itu sudah menjadi darah dagingnya.&lt;br /&gt;Akhirnya, sang pemuda pergi kepada seorang alim. Sang Alim kemudian memerintahkannya untuk memperbaiki satu saja dari sifat buruk yang ada dalam dirinya, yaitu perbuatan dusta. Dan Sang Alim tersebut menasehatinya agar selalu berbuat jujur dalam kondisi apapun. Kemudian Sang Alim meminta agar pemuda tersebut berjanji kepadanya agar tidak berbohong. Sang Pemuda akhirnya menyanggupi untuk tidak berbohong.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama waktu berlalu, terdetik dalam hati Sang Pemuda untuk minum khamar. Dengan sedikit trik pemerasan akhirnya dia dapatkan minuman yang diinginkan. Lalu khamar itu dituangkan ke dalam sebuah gelas. Ketika dia mengangkat gelas tersebut ke mulutnya, dan hampir saja menyentuh bibirnya, seketika itu juga Sang Pemuda teringat akan janjinya kepada Sang Alim.&lt;br /&gt;“Apa yang akan aku katakan kepadanya jika dia bertanya kepadaku? Apakah aku akan mengatakan bahwa aku sudah meminum khamar? Atau aku akan berdusta kepadanya dengan mengatakan bahwa aku tidak meminumnya?”&lt;br /&gt;Setelah berfikir panjang Sang Pemuda akhirnya mengatakan dalam hatinya, “Aku tidak akan meminumnya”.&lt;br /&gt;Pada hari berikutnya Sang Pemuda ingin melakukan dosa lainnya. Akan tetapi dia teringat lagi akan janjinya kepada Sang Alim agar selalu berbuat jujur dalam segala hal. Lagi-lagi dia mengurungkan niatnya untuk melakukan dosa tersebut. Dan setiap kali Sang Pemuda itu ingin melakukan dosa, dia selalu teringat akan janjinya.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Sang Pemuda terbebas dari segala bentuk dosa dan maksiat yang dahulu sering dilakukannya. Itu semua karena dia selalu menekankan kepada dirinya untuk selalu berbuat jujur.&lt;img style="cursor: pointer; width: 15px; height: 15px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SehSmxUOCkI/AAAAAAAAAWY/96Fe_FYgrL4/s200/icon_biggrin.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325597385392261698" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-429703212113591829?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/429703212113591829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/429703212113591829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/kejujuran.html' title='Kejujuran'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SehS-1YYx-I/AAAAAAAAAWg/Zb5AuvDSeYk/s72-c/jujur.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5637279068867480190</id><published>2009-04-16T05:42:00.008+07:00</published><updated>2009-04-17T05:31:57.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Mendownload Video dari Youtube dengan Free Download Manager</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada artikel sebelumnya saya pernah menulis bagaimana cara mendownload video dari Youtube dengan menggunakan layanan videodownloader dari site yang ada di internet. Kali ini saya akan membagi-bagi ilmu lagi. Cara Download Video kali ini dengan menggunakan sebuah software gratisan dari &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.freedownloadmanager.org/download.htm" target="blank"&gt;http://www.freedownloadmanager.org/download.htm&lt;/a&gt;, nama software nya free download manager.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pertama-tama kamu harus mendownload dulu software mentahannya &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;" href="http://www.freedownloadmanager.org/download.htm" target="blank" title="Kilik di sini untuk membuka halaman download"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Nanti kamu akan dibukakan sebuah jendela browser baru seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZkOZj2KXI/AAAAAAAAAVw/9iFxHW8w6SM/s1600-h/free+download++manager.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZkOZj2KXI/AAAAAAAAAVw/9iFxHW8w6SM/s320/free+download++manager.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325053807954372978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian klik tombol DOWNLOAD yang berwarna hijau. Tunggu sebentar hingga proses download sempurna. Kalo sudah selesai, kita akan menginstall program Free Download Manager di komputer kita.  Sekarang kita cari dulu program yang sudah di download tadi..tadi saya taroh dimana yach?...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Nah ini dia sudah ketemu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZlwGmf5LI/AAAAAAAAAV4/jyqcEppDFP0/s1600-h/free+download++manager+icon.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 58px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZlwGmf5LI/AAAAAAAAAV4/jyqcEppDFP0/s320/free+download++manager+icon.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325055486492402866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang bisa kan cara menginstallnya di komputer? Saya yakin sobat semua bisa. OK saya tunggu yach.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah di instal?... Klik free download manager yang sudah terinstal di komputermu. Nanti akan muncul halaman seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=7XGnkF%2FmBbI%3D&amp;amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;amp;chan=w7tpet%2FCORg%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=CC0000&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;Eh maaf ada kesalahan sedikit, itu tadi gambar iklan lewat, yang benarnya gambar ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZns7rNqzI/AAAAAAAAAWA/ZtaBxdAltak/s1600-h/download+siap.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZns7rNqzI/AAAAAAAAAWA/ZtaBxdAltak/s320/download+siap.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325057631043038002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang klik tanda tambah (+) yang ada di pojok kiri atas dari halaman free download manager, nanti akan keluar halaman seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZo6_24dpI/AAAAAAAAAWI/r9G6vrlp7Ls/s1600-h/download+URL.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZo6_24dpI/AAAAAAAAAWI/r9G6vrlp7Ls/s320/download+URL.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325058972195518098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, apa yang kita lakukan, kita nonton dulu... enak kan? ini Videonya sudah saya sertakan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tUbVZy5KFdQ&amp;amp;color1=0xb1b1b1&amp;amp;color2=0xcfcfcf&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tUbVZy5KFdQ&amp;amp;color1=0xb1b1b1&amp;amp;color2=0xcfcfcf&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Aaamiiin.&lt;br /&gt;Coba kalo setiap shalat imamnya kayak gitu yach, Enaaak, tenaaaang hati.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;OK. kita lanjutkan. Di Video di atas kita akan mencari yang namanya Link URL dari video tersebut. Caranya gampang, untuk menampilkan link tersebut klik tombol panah ke atas yang ada di sebelah kanan. Kemudian klik tombol jendela yang muncul. Nah kamu bisa lihat, di samping Video ada tulisan URL, Copy URL tersebut lalu masukkan URL tersebut ke jendela add URL free download manager yang telah kita buka, tepatnya di kolom URLnya. Tentukan tempat yang cocok untuk menyimpat file video yang akan didownload, lalu klik OK. Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5637279068867480190?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5637279068867480190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5637279068867480190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/pada-artikel-sebelumnya-saya-pernah.html' title='Mendownload Video dari Youtube dengan Free Download Manager'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeZkOZj2KXI/AAAAAAAAAVw/9iFxHW8w6SM/s72-c/free+download++manager.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5798457982190233799</id><published>2009-04-12T06:41:00.003+07:00</published><updated>2009-04-12T06:55:08.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Harta Karun Juha</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeErXTgZ6MI/AAAAAAAAASA/ch-mgS-QiIc/s1600-h/sahara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeErXTgZ6MI/AAAAAAAAASA/ch-mgS-QiIc/s200/sahara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323583913901811906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, ditengah gurun pasir yang terik, Juha terlihat sibuk menggali-gali pasir yang panas oleh terik matahari. Tampaknya dia sedang mencari sesuatu di bawah pasir itu. Sudah berapa lubang yang dia gali. Namun apa yang dicarinya kelihatannya belum juga ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lewat seorang musafir. Melihat Juha yang sedang sibuk sendiri, Sang musafir tertarik untuk mengetahui permasalahan apakah gerangan yang dihadapi Si Juha. Lalu dengan penasaran Sang musafir bertanya, “Hai Pemuda, Tanpaknya engkau sedang menghadapi permasalahan yang besar, bolehkah aku membantu permasalahan yang sedang engkau hadapi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Juha menoleh, dia merasa senang dan terharu karena masih ada orang yang peduli padanya, “Benarkah kamu mau menolongku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh dengan senang hati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu aku menimbun peti harta karun di gurun pasir ini.” Juha menceritakan permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi setelah aku cari-cari, peti itu tidak ada lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata ‘Harta karun’ Sang musafir semakin bersemangat untuk membantu Si Juha, siapa tahu dia mendapatkan bagian dari harta karun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin kamu salah tempat.” Sang musafir mengkritisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah tidak mungkin, Aku yakin disinilah aku dulu menguburkannya.” Bantah Juha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo boleh tahu, apa ciri-ciri tempat kamu menguburkan peti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Juha memberitahukan ciri-ciri tempat dia menguburkan peti harta karun itu dengan yakinnya, “Dulu, ketika aku menguburkan peti itu, di atas tanah itu ada kumpulan awan tebal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5798457982190233799?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5798457982190233799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5798457982190233799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/harta-karun-juha.html' title='Harta Karun Juha'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SeErXTgZ6MI/AAAAAAAAASA/ch-mgS-QiIc/s72-c/sahara.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8987570100823469707</id><published>2009-04-12T03:31:00.002+07:00</published><updated>2009-04-15T04:05:38.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Membuat Postingan Bloger Jadi Beberapa Kolom</title><content type='html'>Kalo sobat melihat halaman depan blog ini, pasti sobat semua akan melihat ada halaman yang teksny dibagi jadi dua kolom seperti halaman koran. trik yang saya gunakan cuma dengan menggunakan code HTML biasa. Itu pun juga diajari sama teman. Kalo yang kamu lihat itu dua kolom, tapi bisa kok di bikin 3 atau 4 kolom.&lt;br /&gt;Baik sekarang kita mulai saja, caranya begini.&lt;br /&gt;Nanti saya akan menuliskan kode HTML yang akan kita tuliskan waktu memposting tulisan yang ingin kita bagi jadi dua kolom.&lt;br /&gt;Pertama-tama buka halaman posting baru, lalu tulis judul sesuai yang kamu inginkan di kolom judul. Nah untuk membagi halaman jadi dua kolom kodenya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;table width=100% border=0&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;tr&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;td width=45%&amp;gt;Tulisan kamu yang akan ditempatkan pada kolom pertama&amp;lt;/td&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;td width=10%&amp;gt;&amp;lt;/td&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;td width=45%&amp;gt;Tulisan kamu yang akan dimunculkan di kolom ke dua&amp;lt;/td&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;/tr&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;&amp;lt;/table&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya jadi begini:&lt;br /&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="45%"&gt;this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="10%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="45%"&gt;this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog this is herman moslem blog&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau ada garis pada border tinggal diganti saja nomor 0 jadi 1.&lt;br /&gt;Kalo tulisannya mau justify atau rata kanan kiri, tinggal kamu masuk saja ke kolom tulisan dan klik tulisan yang ada di kolom, lalu klik justify di menu bar.&lt;br /&gt;Selamat mencoba. Mudah-mudahan ga gagal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8987570100823469707?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8987570100823469707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8987570100823469707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/membuat-postingan-bloger-jadi-beberapa.html' title='Membuat Postingan Bloger Jadi Beberapa Kolom'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-1087408155384055289</id><published>2009-04-11T06:19:00.004+07:00</published><updated>2009-04-11T07:07:37.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Daftar ke Search Engine, Blog jadi terkenal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkankan jumlah pengunjung ke blog kita. Cara yang biasa saya gunakan adalah dengan cara jalan-jalan ke blog orang lain atau istilahnya blogwalking. Gampang, hanya dengan mengklik link-link yang ada di blog orang lain, kemudian baca artikelnya lalu tinggalkan kesan dan pesan yang baik di buku tamu mereka. Jangan lupa tinggalkan link kamu yang benar agar yang punya blog bisa kunjungan balik ke blog kita. Kalo ada saran, bisa juga berikan saran. Berikan juga senyuman dengan icon yang sesuai. Dengan begitu pasti yang punya blog akan tertarik untuk berkunjung balik ke blog kita.&lt;br /&gt;Nah ada juga cara yang paling gampang dan ga butuh waktu banyak. Daftarkan URL atau alamat web tau blog kita ke mesin pencari di internet atau search engine. Buaaanyak sekali mesin pencari yang bisa kita gunakan di internet. Ini penting loh untuk meningkatkan jumlah kunjungan orang ke blog kita. Ibaratkan pemilu, kita harus daftar dulu kalo belum terdaftar. Ntar kalo belum terdaftar ga bisa milih, sayang kan satu suara jadi hilang. Kok jadi ngomongin pemilu yach... tapi intinya tau kan? Kalo ga daftar di mesin pencari, otomatis blgo teman-teman ga bisa di cari melalui mesin pencari atau search engine.&lt;br /&gt;Sekarang ini beberapa mesin pencari yang kamu bisa daftarin bog kamu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Google&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti kamu ga asing lagi dengan yang satu ini, wong setiap ada tugas dosen buat cari makalah ujung-ujungnya ke sini... Gini cara daftarnya. silahkan teman-teman kunjungi &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.google.com/addurl/"&gt;http://www.google.com/addurl/&lt;/a&gt;, nah apabila sudah berada pada halaman pendaftaran ada beberapa langkah yang harus di lakukan, yaitu mengisi form yang di sediakan :&lt;br /&gt;*URL –&gt; Isi dengan URL blog kita. Misalnya &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;http://www.hermanmoslem.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*Comments –&gt; Isi dengan keyword atau kata kunci yang berhubungan dengan blog.&lt;br /&gt;*Isi kotak kosong dengan huruf Verifikasi yang tersedia.&lt;br /&gt;*Klik tombol Add URL.&lt;br /&gt;*Selesai. Tunggu beberapa hari atau beberapa minggu, blog teman-teman sudah masuk dalam daftar di google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Daftar Yahoo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendaftar ke yahoo! silahkan sobat kunjungi &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit"&gt;https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Akan tetapi untuk mendaftar ke yahoo, teman-teman harus terlebih dahulu mempunyai account yahoo, karena di perlukan log in terlebih dahulu ke account yahoo. Bagi yang belum punya account yahoo (email di yahoo) buruan bikin. Bagi yang sudah punya, teman-teman tinggal login dengan username serta passwordnya. Kalo sudah login, nanti sudah tersedia kolom untuk di isi, silahkan isi kolom tersebut dengan URL teman-teman, kemudian klik tombol Add URL, selesai. Jika ingin memasukan alamat feed sekalian, kamu bisa memasukannya. Caranya tambahkan saja code atom.xml di belakang alamat blog atau URL kamu. Contoh : untuk blog saya ini mempunyai alamat feed sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hermanmoslem.blogspot.com/atom.xml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau memakai www pun sama saja :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.hermanmoslem.blogspot.com/atom.xml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Msn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ini ga terlalu dikenal, karena mungkin saya yang jarang  pakai. Untuk daftar ke Msn, silahkan teman-teman kunjungi &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2"&gt;http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;silahkan isi huruf verifikasi dan URL kamu pada kotak yang tersedia, kemudian klik tombol Submit URL, selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga cara mendaftar alamat blog kita ke beberapa mesin pencari dengan sekali klik. Klik banner di bawah ini, nanti kamu akan dibawa ke alamat situs penyedia layanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://freewebsubmission.com/"&gt;&lt;img src="http://freewebsubmission.com/images/fwsbutton10.gif" alt="Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!" width="88" border="0" height="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas teman-teman cuma menuliskan alamat URL dan setelah itu klik tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Submit Your Site&lt;/span&gt;. Selamat mencoba. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-1087408155384055289?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1087408155384055289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1087408155384055289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/daftar-ke-search-engine-blog-jadi.html' title='Daftar ke Search Engine, Blog jadi terkenal'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8566698682329128192</id><published>2009-04-10T07:54:00.006+07:00</published><updated>2009-05-10T08:37:17.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba-serbi'/><title type='text'>Hamba Tikus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgYptdhRMrI/AAAAAAAAAYg/gbOUCBHRajs/s1600-h/tikus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 295px; height: 410px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgYptdhRMrI/AAAAAAAAAYg/gbOUCBHRajs/s400/tikus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333996669661950642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iseng-iseng browsing di internet, saya mendapatkan sebuah gambar yang sangat menakjubkan, "Peternakan tikus di salah satu desa terpencil yang terkenal miskin di India". Usut-punya usut, ternyata ini bukan peternakan tikus biasa, selain diternakkan dan dijaga dengan baik, mereka juga percaya kalo tikus-tikus itu adalah tuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasan mengapa mereka menjadikan tikus-tikus itu sebagai 'tuhan' sangat sederhana, sebagaimana kita ketahui, orang-orang India memiliki banyak tuhan (Polytheisme), ada tuhan sapi, ada tuhan sungai, ada tuhan api dll. Nah alasan mereka menjadikan para tikus ini sebagai tuhan adalah karena kemiskinan mereka. Menurut mereka, tikus-tikus ini adalah refleksi dari kemiskinan mereka, tikus-tikus itu adalah tuhan bagi orang-orang miskin.&lt;br /&gt;Untuk menjaga tuhan-tuhan mereka, maka mereka harus menjalankan syariat tuhan mereka dengan baik. Syariatnya cuma satu, "dilarang memelihara tikus di rumah".&lt;br /&gt;Menerut keyakinan mereka (&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://muslim.or.id/aqidah/dahsyatnya-syirik.html" target="blank" title="Lihat makna syirik dan bahayanya lebih jauh di sini"&gt;Syirik&lt;/a&gt;), jika mendapatkan seekor tikus mati di jalanan, maka itu akan menjadi hari yang paling buruk, "hati-hati... anda akan mendapat sial pada hari ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgYquVT4-XI/AAAAAAAAAYo/0ksP0TbcPSI/s1600-h/Tikus2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 256px; height: 182px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgYquVT4-XI/AAAAAAAAAYo/0ksP0TbcPSI/s400/Tikus2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333997784149850482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Maha Suci Allah dari segala sekutu Nya. Allah memberitakan bahwa tujuan penciptaan kita tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman Allah, “&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;eribadah kepada-Ku&lt;/span&gt;.” (Adz Dzariyat: 56).&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.m7shsh.com/vb/imgcache/30844.imgcache&amp;amp;imgrefurl=http://www.s33w.com/vb/showthread.php%3Ft%3D593&amp;amp;usg=__i6-Rodl6JyNZT5RYyBTONlnMgIE=&amp;amp;h=490&amp;amp;w=353&amp;amp;sz=137&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=5&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=Ne_y7SnuSN2nMM:&amp;amp;tbnh=130&amp;amp;tbnw=94&amp;amp;prev=/images%3Fq%3D%25D8%25A7%25D9%2584%25D8%25B9%25D8%25AC%25D8%25A7%25D8%25A6%25D8%25A8%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DX%26um%3D1" target="blank"&gt;Source&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8566698682329128192?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8566698682329128192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8566698682329128192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/hamba-tikus.html' title='Hamba Tikus'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgYptdhRMrI/AAAAAAAAAYg/gbOUCBHRajs/s72-c/tikus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-947129434880210684</id><published>2009-04-09T22:46:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T23:01:10.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba-serbi'/><title type='text'>Dampak Radiasi dari Transmisi Telepon Seluler</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgWoqC5apHI/AAAAAAAAAXw/BtyrD1DgCaU/s1600-h/stasiun+transmisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgWoqC5apHI/AAAAAAAAAXw/BtyrD1DgCaU/s320/stasiun+transmisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333854773975884914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang ilmuan berkewarganegaraan perancis memberikan peringatan dari dampak negative yang ditimbulkan oleh stasiun transmisi telpon seluler terhadap gen manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat kabar Perancis Liberation mengutip dari Daniel Opoprhausn, dia mengatakan bahwa ini adalah hasil dari gelombang frekuensi dan kualitas perangkat konversi yang digunakan stasiun yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Ilmuan perancis ini menuturkan bahwa temuan ini merupakan hasil dari penelitian 12 Ahli Laboratorium Eropa yang berpengalaman selama empat tahun penelitian.&lt;br /&gt;Terkait dengan stasiun transmisi ponsel, Opoprhausn juga menjelaskan bahwa gelombang frekuensi ponsel masih sangat asing dengan lingkungan alam sekitar, sehingga manusia tidak mungkin untuk menyesuaikan diri dengan tingkat frekuensi yang dihasilkan dari teknik penyiaran wilayah dari ponsel.&lt;br /&gt;Adapun terkait denggan ponsel itu sendiri, teknologi digital mengakibatkan munculnya frekuensi rendah dan bahkan frekuensi yang sangat rendah. Frekuensi rendah ini kemudian bercampur dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi yang dibutuhkan oleh metabolisme (proses pembakaran kalori dalam sehari) pada manusia.&lt;br /&gt;Untuk mengurangi dampak serius dari masalah ini, Opoprhausn mengusulkan sebuah langkah cepat untuk memindahkan beberapa stasiun transmisi dan menjauhkan pemasangannya dari sekolah-sekolah, tangki air dan dari atap rumah penduduk.&lt;br /&gt;Pada tingkat lain, ahli dari Perancis ini meminta para pengembang teknologi telekomunikasi untuk mengadopsi teknologi masa depan seperti serat optik dan gelombang fekuensi yang baru.&lt;br /&gt;Teknologi "WiFi" yang digunakan dalam peralatan jaringan komputer, Internet ponsel juga mengancam risiko lokal tidak kurang dari konversi dari organ-organ yang disebabkan oleh ponsel, yang adalah salah satu gejala migrain, insomnia dan mual.&lt;br /&gt;Opoprhausn menyebutkan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh "WiMAX", sebuah sistem komunikasi nirkabel untuk Internet berkecepatan tinggi yang mirip dengan "WiFi", tetapi lebih rendah daripada yang emitted dari stasiun penyiaran di ponsel.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-947129434880210684?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/947129434880210684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/947129434880210684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/05/dampak-radiasi-dari-transmisi-telepon.html' title='Dampak Radiasi dari Transmisi Telepon Seluler'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgWoqC5apHI/AAAAAAAAAXw/BtyrD1DgCaU/s72-c/stasiun+transmisi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-4423286423963915337</id><published>2009-04-07T22:49:00.004+07:00</published><updated>2009-04-08T15:16:32.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Atas Dasar Apa  Anda Bersedih?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=%28y%5DLbGNx1S%5D" target="blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sdt3y9ACv7I/AAAAAAAAAQc/ZxjzCkWYW_E/s200/kapal+layar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321979101920280498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Dan sungguh kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta benda , kematian dan kekurangan buah-buahan.” (Al Baqoroh:153) “Apakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja untuk mengatakan bahwa mereka telah beriman sedangkan mereka belum diuji.” (Al Ankabut:2).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seiap orang beriman pasti akan diuji oleh Allah SWT dengan berbagai bentuk musibah dan pahitnya kehidupan. Karena di dalam setiap musibah ada mutiara hikmah yang terpendam; sebagai pembuktian keulusan iman kita kepada Allah SWT, peningkatan derajat, terhapusnya dosa-dosa, menyadarkan kita dari kekhilafan dan menyadarkan kita akan kelemahan kita sebagai hambanNya.&lt;br /&gt;Sungguh tidak ada yang salah dengan musibah yang datang menimpa. Tidak ada salahnya bersedih karena manusia memang hamba yang lemah. Semua yang terjadi telah digariskan oleh Allah SWT. Namun kesalahan kita adalah menyikapi musibah yang datang dengan terus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Seperti orang yang jatuh lalu tertimpa tangga, begitulah perumpamaan orang-orang yang berlarut-larut dalam kesedihan. Sesungguhnya kesedihan di dalam hati dan perasaan lemah adalah tambahan musibah bagi seseorang yang terimpa musibah.&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan kapal layar di lautan! Bukankah kapal layar membutuhkan angin untuk berlayar? Semakin kencang angin bertiup semakin terkembang layar, semakin kencang kapal berlayar. Begiulah sebuah musibah bagi orang yang beriman. Semakin besar musibah yang menerpa, semakin besar keimanan dan kesabarannya dalam dada, semakin cepat kedekatannya kepada Allah SWT. Namun angin yang menerpa terkadang tak jarang menenggelamkan kapal apabila sang nahkoda tidak pandai memanfaatkan arah angin. Sebagaimana musibah bisa menenggelamkan seseorang dalam kehancuran dan keputusasaan bila tidak tahu ilmu menghadapi musibah.&lt;br /&gt;Seorang Alim Ibrahim bin Adham dengan sangat bijaksana dan cerdasnya menyadarkan seorang laki-laki yang larut dalam kesedihan. Ketika Ibrahim bin Adham lewat di depan laki-laki itu lalu ia berkata, “Aku tanya engkau dengan tiga hal, maka jawablah olehmu pertanyaan ini! Apakah sebuah benda di dunia ini akan bergerak apabila Allah SWT tidak menginginkannya? Apakah rizki yang telah ditaqdirkan oleh Allah bagimu akan berkurang? Atau apakah ajalmu yang telah dituliskan olehNya akan berkurang beberapa saat?” Laki-laki itu menjawab, “Tidak.” Kemudian Ibrahim bin Adham berkata, “Jadi atas dasar apa kegelisahan dan kesedihan ini?”&lt;br /&gt;Jikalau rizki, usia dan kematian semuanya telah ditentukan oleh Allah SWT, lantas atas dasar apa kita bersedih? Tidak ada alasan bagi kita untuk bersedih dan berputus asa atas musibah yang menimpa. Karena musibah adalah mutiara yang mengandung sejuta hikmah bagi orang yang beriman.&lt;br /&gt;Seorang mukmin yang bijak menghadapi setiap musibah dengan sikap sabar dan husnuszhon (berbaik sangka kepada Allah). Orang yang senantiasa bersabar, ketika ditimpa musibah tidak berputus asa dan jika mendapatkan kenikmatan tidak hanyut dalam kegembiraan yang berlebihan. Sedangkan sikap husnuszhon adalah modal untuk bangkit kembali dari keterpurukan dan semangat untuk mempersembahkan amal yang terbaik kepada Allah SWT. Anggaplah musibah sebagai bentuk koreksi dari Allah SWT kepada kita supaya kita berbuat dengan benar.&lt;br /&gt;Allah SWT menyebutkan perbedaan sikap yang sangat mencolok antara orang yang sabar dengan orang yang tidak sabar dalam menghadapi musibah dengan firmanNya, “Dan jika kami berikan rahmat kami kepada manusia, kemudian kami cabut kembali pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika kami berikan kepadanya kebahagiaan setelah ditimpakan bencana yang menimpanya niscaya dia akan berkata, “telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia merasa sangat gembira dan bangga. Kecuali orang-orang yang bersabar dan melakukan perbuatan soleh, bagi mereka itulah ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Hud:9-11). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu A'lam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-4423286423963915337?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4423286423963915337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4423286423963915337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/atas-dasar-apa-bersedih-anda-bersedih.html' title='Atas Dasar Apa  Anda Bersedih?'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sdt3y9ACv7I/AAAAAAAAAQc/ZxjzCkWYW_E/s72-c/kapal+layar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-1259476612071843015</id><published>2009-04-07T22:18:00.004+07:00</published><updated>2009-04-12T13:09:42.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Menutupi Aib dan Kesalahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdtwGk-gSjI/AAAAAAAAAQM/L1MOrLY1MNs/s1600-h/tirai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdtwGk-gSjI/AAAAAAAAAQM/L1MOrLY1MNs/s200/tirai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321970642975738418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan serba kekurangan. Kezoliman dan kebodohan akan selalu membayangi setiap langkahnya. Seseorang yang melakukan perbuatan salah dengan sengaja maka dia disebut orang yang zolim. Dan orang yang melakukan kesalahan karena ketidaktahuannya maka dia disebut orang yang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah sifat manusia yang disinggung oleh Allah SWT. ketika Allah menawarkan kepada seluruh makhluk untuk menjadi khalifah di muka bumi. Semua menolak amanah tersebut. Semua khawatir dengan beratnya amanah yang akan mereka pikul. Namun kemudian manusia yang lemah menyanggupi amanah tersebut. “Sesungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi dan gunung-gunung tetapi mereka enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir tidak bisa memikulnya, kemudian manusia menyanggupi untuk memikul amanah tersebut. Sesungguhnya manusia itu sangatlah zolim lagi bodoh. (Al Ahzab:72).&lt;br /&gt;Karena tabiat manusia yang cendrung untuk melakukan kezoliman dan tindakan bodoh itulah maka kewajiban seorang muslim adalah menutupi aib saudaranya. Boleh jadi seorang melakukan kesalahan atas kebodohan dan kelemahannya atau karena syubhat yang banyak menyebar dimasyarakat sehingga bercampurlah antara hak dan yang batil. Janganlah membuka kesalahan dan aib seseorang apabila hal itu hanya akan mendatangkan celaan dan malu, tidak memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat bahkan hanya menambah daftar orang-orang yang perlu dihina dalam agenda harian masyarakat. Menambah bahan tayang bagi media infotaiment dan media-media gosip. Atau membuat si pelaku akan semakin jauh dari Allah SWT karena merasa dikucilkan dari komunitas orang-orang baik. Atau semakin tertutup hatinya menerima kebenaran karena merasa sudah kepalang tanggung berlumur dengan dosa.&lt;br /&gt;Allah SWT Maha Pengampun bagi hamba Nya yang benar-benar ingin bertobat dan Maha luas kasih sayang Nya pada seluruh hamba Nya. Allah SWT menutupi dosa seorang hamba yang dilakukannya dimalam hari, selama dia tidak membeberkan aibnya tersebut ketika siang datang. Mengapa? Agar dia segera bertobat dari kesalahan itu. Cukuplah itu menjadi jaminan dari Allah bagi seorang hamba yang menutupi aib saudaranya, nanti Allah SWT akan menutupi aibnya juga di Akhirat. “Tidaklah seorang hamba menutupi aurat saudaranya di dunia kecuali nanti Allah akan menutupi auratnya pada hari kiyamat. (HR.Muslim). sebagaimana Allah juga mengancam dengan azab yang pedih bagi orang-orang yang senang dengan tersebarnya aib saudaranya sesama muslim di tengah-tengah masyarakat. “Sesungguhnya orang-orang yang senang dengan menyebarnya kekejian di antara orang-orang beriman bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allahlah Yang Maha Mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui. (An Nur:19).&lt;br /&gt;Kita harus arif dan bijaksana dalam menyikapi aib saudara kita sesama muslim. Rasulullah memerintahkan kita untuk merubah kemungkaran dengan tangan kita atau lisan dan hati. Mulailah dengan melakukan pendekatan pada mereka yang melakukan kesalahan mudah-mudahan dengan pendekatan emosi itu dia akan berubah. Nasehatilah dia untuk meninggalkan kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. Tutuplah kesalahannya rapat-rapat. Biarlah kesalahan itu hanya menjadi rahasia antara dia dan Allah, supaya kesalahan itu menjadi pukulan yang membangun baginya dikemudian hari. Selama peringatan dan nasehat masih bermanfaat untuk merubah sikap saudara kita yang bersalah maka membeberkan aib seseorang -dengan tujuan islah dan pendidikan bukan untuk memojokkan- menjadi pilihan terakhir bagi sebuah proses perubahan. Tentunya perubahan menuju kebaikan, untuk pelaku sendiri agar dia bertobat dan untuk masyarakat agar tidak terjerumus dalam kejahatan serupa dan terhindar dari kejahatannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu A'lam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-1259476612071843015?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1259476612071843015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1259476612071843015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/menutupi-aib-dan-kesalahan.html' title='Menutupi Aib dan Kesalahan'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdtwGk-gSjI/AAAAAAAAAQM/L1MOrLY1MNs/s72-c/tirai.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3197177215195638525</id><published>2009-04-05T17:15:00.003+07:00</published><updated>2009-04-05T17:38:33.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Kerinduan Sang Telaga Bening</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdiJ9UR3yRI/AAAAAAAAAP8/aqC82Xnjkq4/s200/telaga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321154646246934802" border="0" /&gt;Oleh: &lt;a href="http://ainiaryani.blogspot.com/2007/08/kerinduan-sang-telaga-bening.html"&gt;Aini Aryani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mbak Elvi nggak pulang lagi idul fitri ini? “.&lt;br /&gt;“Iya, Mit. Soalnya materi-materi yang belum disampaikan masih banyak. Apalagi bentar lagi UAS.” paparnya. Kuhembuskan nafas sebal, lalu mencoba hubungi Mas Arya.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum… lebaran tahun ini Mas pulang ke Indonesia ya. Kan udah hampir tujuh tahun nggak pulang.”&lt;br /&gt;“Nggak janji, Dek. Tiap akhir Ramadhan aku harus ke Mekah meliput sholat Idul Fitri. Tapi, insya Allah aku usahain deh.” jawabnya. Lagi-lagi aku menghela nafas.&lt;br /&gt;Beginilah kalau punya kakak-kakak super sibuk. Mbak Elvi seorang dosen di Universitas Samratulangi, Manado. Lima tahun lamanya belum pernah pulang. Sedang Mas Arya alumni Institute of Public Education di Victoria yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke Maryland menekuni bidang pers dan jurnalistik. Mas Arya patut menjadi kebanggaan keluarga karena berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan predikat cumlaude. Sekarang ia benar-benar meraih impiannya menjadi seorang journalist di sebuah media ternama di Perth, Western Australia. Menurutku ia adalah seorang “Workaholic”. Dulu, aku pernah membaca satu kalimat tertulis di tembok kamarnya, “Not to occupy and not to exist are one and the same thing for a man.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan Bunda yang tengah menikmati sore bersama tiga kucing piaraannya. Kadang beliau mengelus, memangku, bahkan mendongeng, seakan-akan mereka memahami bahasa manusia. Aku mendekat lalu berdehem. Namun sepertinya Bunda terlalu menikmati suasana bersama kucing-kucing mungil itu, hingga kehadiranku sama sekali tak disadari. Akupun beranjak menuju ruang tamu.&lt;br /&gt;Kuamati ruangan ini. Oh…ternyata debu jendela depan sangat tebal. Maklum Bik Minah, pembantu kami sedang pulang kampung. Mataku iseng mengamati kalender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya, Bunda kan ulang tahun tanggal 2 April. Berarti seminggu lagi Bunda ultah dong.” Tiba-tiba satu ide muncul dibenakku. “Ctekk..!!” Kujentikkan jari. Lalu menuju telfon di sudut ruang tamu.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum, Mbak inget kan kalo 2 April ini ultah Bunda? Nggak apa-apa deh Idul Fitri nggak pulang. Tapi waktu ultah Bunda, Mbak dateng ya? Bunda pasti seneng banget kalo Mbak Elvi dan Mas Arya bisa dateng.” rajukku.&lt;br /&gt;“Mm…Mit, kebetulan minggu depan Mas Ishak ada tugas ke Semarang, jadi kemungkinan Mbak bisa sekalian ke Surabaya.” Aku hampir terlonjak saking girangnya, kemudian mencoba menghubungi Mas Arya, tapi gagal.&lt;br /&gt;“Kok gak nyambung sih…” gumamku. Lalu ponselku berbunyi. Private number.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum, Mit. Aku udah dua hari ini di Pakistan untuk meliput berita convocation di IIUI.” paparnya. Pantesan waktu ditelfon tulalit terus.&lt;br /&gt;“Mit, ngomong-ngomong Bunda baik-baik aja kan?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Baik aja…Mm..oh ya, Mas inget kan kalo 2 April ini ultah Bunda? Mitha pengen bikin kejutan nih. Mas usahain pulang ya, biar Bunda seneng. Nggak apa-apa deh Idul Fitri ini nggak bisa dateng. Tapi waktu Bunda ultah, dateng ya? Pliiizz..!!” rajukku.&lt;br /&gt;"Mmm…bentar, aku lihat schedule dulu,” Kutunggu Mas Arya beberapa menit.&lt;br /&gt;“Rencananya dua minggu lagi aku mau ke Indonesia untuk meliput sengketa Indonesia-Malaysia. Jadi, kemungkinan bisa dateng.” jawabnya. Mataku berbinar.&lt;br /&gt;Segera kurancang rencana selanjutnya. Semoga kami dapat menikmati senyum Bunda lagi. Yah, setelah ayah meninggalkan kami untuk selamanya, Bunda terlihat jarang tersenyum. Amat jarang malah. Bahkan selalu terlihat murung. Hampir seluruh waktu dihabiskannya bersama tiga kucing mungil itu, seakan Bunda selalu ingin di dekat mereka. Bik Minah pernah menelfonku tengah malam hanya karena khawatir dengan keadaan Bunda yang sakit-sakitan karena mogok makan sebab salah satu kucingnya sakit. Tanpa kami sadari, kucing-kucing itu akan membawa satu masalah dalam keluarga kami.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutata seluruh ruangan serapi mungkin. Korden dan taplak mejapun kuganti dengan warna hijau muda, warna kesukaan Bunda. Setelah merapikan jilbab, kudengar suara ketukan pintu. Kupikir kedua kakakku. Tapi dugaanku meleset. Yang datang hanyalah kiriman hadiah. Tepat setelah kutanda tangani tanda terimanya, telfon berdering,&lt;br /&gt;“Assalamualaikum. Dek, aku ada urusan mendadak. Jadi, nggak bisa dateng. Tapi tadi aku telfon rekanku disitu untuk mengirim hadiah buat Bunda. Maaf ya, Dek.”&lt;br /&gt;Suara Mas Arya membuat lututku lemas seketika. Kututup gagang telfon dengan gelisah. Lagi-lagi telfon itu berdering. Kuangkat gagang telfon itu tanpa gairah.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum. Dek, tadi pagi Mbak mau berangkat kesana, tapi tiba-tiba dapet info kalo besok ada rapat penting di kampus. Jadi, Mbak langsung ke Jakarta untuk terbang ke Sulawesi lagi. Maaf ya, Dek.” Aku hampir menangis mendengar penjelasan Mbak Elvi. Ya Allah, mengapa semuanya terjadi di luar rencana?&lt;br /&gt;Dari kamar Bunda, samar-samar kudengar suara merdu melantunkan kalamNya.&lt;br /&gt;Bunda, maafkan Mitha yang belum berhasil mengembalikan senyum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhempaskan tubuhku di sofa, lemas kusandarkan punggung yang terasa pegal. Mataku bersirobok dengan foto mendiang ayah. Masih segar di ingatanku ketika kami menikmati indahnya senja di suatu sore sambil menikmati teh hangat buatan Bunda,&lt;br /&gt;“Mit, Bunda kalian bagai telaga bening yang menyejukkan, yang selalu mengundang kita untuk duduk di tepinya, merenung dalam bayang air jernihnya, atau membasuh wajah menghilangkan resah, bahkan berenang di dalamnya karena lelah, meski telaga itu berkecipak karenanya, atau keruh…atau kotor…”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bik Minah kembali dari kampung. Akupun bersiap-siap kembali ke Jakarta. Kuketuk pintu kamar Bunda. Tak ada jawaban. Pelan kubuka pintu, ternyata beliau sedang beristirahat. Tak jauh dari tempat tidurnya, kulihat tiga kucing mungil yang juga pulas di atas ranjang empuk. Jadi aku hanya menitip pesan lewat Bik Minah.&lt;br /&gt;Namun, sampai di Jakarta, Bik Minah kembali menelfonku,&lt;br /&gt;“Non Mitha, celaka, Non..celaka…!!” Suaranya terdengar panik.&lt;br /&gt;“Ada apa, Bik?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;“Anu, Non. Tadi pagi kucing-kucing itu di tabrak mobil waktu bermain di jalan raya…Waduh…ya`opo iki…”suara Bik Minah terdengar panik.&lt;br /&gt;“Terus Bunda gimana, Bik?” tanyaku khawatir.&lt;br /&gt;“Lha itu dia, Non. Setelah melihat tiga kucingnya mati, Ndoro putri nangis ndak berhenti-berhenti, lalu pingsan. Terus, Ndoro selalu ngigo ndak karuan. Waktu sudah sadar, tatapannya kosong terus. Perkataan Bik Minah ndak pernah diperdulikan. Bahkan selalu mengulang-ulang kalimat yang sama. Katanya…” Kata-kata Bik Minah terpotong.&lt;br /&gt;“Kalimat apa, Bik?” Tanyanyaku yang makin penasaran.&lt;br /&gt;”Kata Ndoro putri ‘Elvi, Arya, Mitha jangan menyusul ayah kesana, jangan tinggalkan Bunda sendirian disini…’ begitu kalimatnya. Waduh…Bik Minah bingung mau ngapain. Non Mitha pulang ya, Non.” katanya masih dengan suara bergetar.&lt;br /&gt;Segera aku berangkat ke Bandara untuk terbang menuju Juanda setelah meminta Bik Minah membawa Bunda ke rumah sakit. Jangan-jangan Bunda benar-benar menganggap tiga kucing itu sebagai Mbak Elvi, Mas Arya, dan aku?!&lt;br /&gt;Bunda, mengapa senyum itu semakin menjauh? Mengapa ia terlalu sulit tuk dihadirkan kembali?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda tengah terlelap ketika aku tiba. Dari wajah teduh yang kian menua itu, aku bisa melihat gurat kecewa, kesedihan, juga kerinduan mendalam disana. Kubuka diary, lalu perlahan kugoreskan penaku di lembaran-lembaran biru itu;&lt;br /&gt;Bunda…&lt;br /&gt;Senyum itu pergi lagi, semakin jauh, entah dimana ia bersembunyi&lt;br /&gt;Andainya samudera atau rimbun hutan yang sembunyikan ia&lt;br /&gt;Ingin Nanda selami samudera itu&lt;br /&gt;Atau mengoyak ranting-ranting rimbun hutan itu&lt;br /&gt;Meski tangan ini ikut terkoyak karenanya&lt;br /&gt;Bunda…&lt;br /&gt;Masih segar membekas di ingatan ini&lt;br /&gt;Ketika kau ajari kami ‘alif, ba’, ta’ dengan kefashihan lisanmu&lt;br /&gt;Agar kami dapat menyelami lautan hidayahNya&lt;br /&gt;Atau ketika tangisan kami pecah, dirimu terbangun resah&lt;br /&gt;Merelakan matamu tak terpejam demi menghalau gelisah kami&lt;br /&gt;Pun ketika Nanda jatuh dari peraduan dan merengek&lt;br /&gt;Kau raih Nanda ke pelukan kasihmu, seraya meneteskan airmata&lt;br /&gt;Seakan kaulah yang tengah merasakan sakitnya raga&lt;br /&gt;Namun...&lt;br /&gt;Ketika kami beranjak dewasa, dan kau tengah di usia senja&lt;br /&gt;Kaki-kaki mungil kami dulu, kini tak dapat kau elus lagi&lt;br /&gt;Tangan-tangan mungil kami juga tak dapat lagi kau sentuh&lt;br /&gt;Kami sibuk mengejar asa sendiri, larut dalam ego&lt;br /&gt;Tak sadar bahwa ada telaga bening yang tengah merindu&lt;br /&gt;Yang ingin meredam resah, menghilangkan gelegak duka&lt;br /&gt;Telaga bening itu adalah engkau, Bunda&lt;br /&gt;Kini…&lt;br /&gt;Izinkan Nanda mencari kekuatan mahadaya&lt;br /&gt;Agar mampu mempersembahkan senyum untukmu, Bunda…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kututup diaryku perlahan. Kutahan mataku yang berkaca-kaca. Tapi tiba-tiba,&lt;br /&gt;“Elvi, Arya, Mitha jangan menyusul ayah kesana, jangan tinggalkan Bunda….” igau Bunda. Mengulang kalimat itu berkali-kali. Aku panik. Segera kupanggil suster.&lt;br /&gt;Setelah keadaan Bunda mulai membaik, kudekati beliau yang tengah menatap jendela. Tatapannya kosong.&lt;br /&gt;“Bunda, ini Mitha…” bisikku. Tak ada respon. “Bunda, ini Mitha, puteri Bunda.” Ulangku. Ia menangis sesenggukan, tapi tangis itu makin kencang, bahkan meraung…&lt;br /&gt;“Tidak…Mitha juga ditabrak mobil itu bersama Elvi dan Arya… huu… huu.. anak-anak Bunda menyusul ayahnya…huu…” Raungan bunda membuatku kaget. Akhirnya tangisku pun pecah.&lt;br /&gt;“Tidak, Bunda… yang mati itu hanya kucing…bukan anak-anak Bunda…hanya kucing, Bunda.” Aku harus berhasil meyakinkan Bunda. Namun Bunda tetap meraung. Hatiku semakin galau, seiring airmataku yang semakin deras.&lt;br /&gt;“Bunda, ini Mitha, putri Bunda. Kucing-kucing itu cuma hewan. Bunda masih ingat kan waktu dulu Mitha mecahin kaca tetangga, Bunda marah dan ngurung Mitha dalam kamar. Terus, waktu Mitha sakit typus, Bunda seharian nemenin Mitha di kamar, gendongin Mitha setiap ke kamar mandi, nyuapin Mitha setiap makan…masih ingat kan, Bunda…ini Mitha, anak Bunda.” celotehku sambil terus menangis. Tangis Bunda mereda lalu terdiam. Kubiarkan Bunda menenangkan diri. Lama, hingga akhirnya beliau terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap mata Bunda lekat. Aku harus berhasil meyakinkan Bunda bahwa aku, Mbak Elvi dan Mas Arya-lah darah dagingnya, bukan kucing-kucing itu. Aku tidak akan membiarkan tiga hewan itu menggantikan tempat kami di singgasana hati Bunda.&lt;br /&gt;Pun aku harus meyakinkan kedua kakakku bahwa Bunda butuh mereka disini saat ini. Juga bahwa hadiah-hadiah yang selalu mereka yakini dapat membahagiakannya, takkan pernah mampu menggantikan kehadiran mereka disisi Bunda. Bagi Bunda mereka terlampau berharga tuk digantikan dengan kebendaan, karena putra putrinya adalah anugerah terindah yang tak terbeli, yang merupakan karunia tebesar dariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda masih terlelap ketika Mbak Elvi dan Mas Arya datang. Mataku berbinar saat melihat Bunda membuka mata bersama kami sampingnya. Seketika itu, kami serentak memeluk wanita terkasih itu…Kini kami disini untuk Bunda…(Nie)&lt;br /&gt;(Persembahan tuk Bunda-ku. Miss U so Much, Mom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini menjadi juara II lomba FCPI Awards 2005 dan dimuat oleh Buletin NUN, yang diterbitkan oleh Dept. Media &amp;amp; Informasi PPMI Pakistan, tahun 2005&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3197177215195638525?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3197177215195638525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3197177215195638525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/kerinduan-sang-telaga-bening.html' title='Kerinduan Sang Telaga Bening'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdiJ9UR3yRI/AAAAAAAAAP8/aqC82Xnjkq4/s72-c/telaga.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5547264600212171581</id><published>2009-04-05T13:25:00.003+07:00</published><updated>2009-04-05T13:33:59.537+07:00</updated><title type='text'>Contoh Skripsi Berbahasa Arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhPBKat5qI/AAAAAAAAAPM/p8scqM9Cpsw/s1600-h/icon+word.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 34px; height: 40px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhPBKat5qI/AAAAAAAAAPM/p8scqM9Cpsw/s320/icon+word.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321089841133119138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fontfamilyverdana normal11bluebold"&gt;hukmu isytirotulwali fi an-nikah.doc&lt;/span&gt;  |&lt;span class="normal11gray"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;389.50 KB&lt;/span&gt;| |&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4148604/hukmuisytirotulwalifinnikah.doc.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4148604/hukmuisytirotulwalifinnikah.doc.html" target="blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;حكم اشتراط الولي في النكاح&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhPBKat5qI/AAAAAAAAAPM/p8scqM9Cpsw/s1600-h/icon+word.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 34px; height: 40px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhPBKat5qI/AAAAAAAAAPM/p8scqM9Cpsw/s320/icon+word.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321089841133119138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukm dukhul al ha'id fi al masjid.doc&lt;/span&gt; |&lt;span class="normal11gray"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;335.50 KB&lt;/span&gt;| |&lt;/span&gt;&lt;span class="normal11gray"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4148558/hukmudukhulalhaidfialmasjid.doc.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4148558/hukmudukhulalhaidfialmasjid.doc.html" target="blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;حكم دخول الحائض في المسجد&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5547264600212171581?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5547264600212171581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5547264600212171581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/contoh-skripsi-berbahasa-arab.html' title='Contoh Skripsi Berbahasa Arab'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhPBKat5qI/AAAAAAAAAPM/p8scqM9Cpsw/s72-c/icon+word.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6229008600847866599</id><published>2009-04-05T12:33:00.006+07:00</published><updated>2009-04-05T13:23:06.735+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s1600-h/icon+pdf.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 35px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s320/icon+pdf.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321077839764789698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BahasaArab1.pdf&lt;/span&gt;                                  |&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8.30 MB&lt;/span&gt;|       | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4140808/BahasaArab1.pdf.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s1600-h/icon+pdf.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 35px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s320/icon+pdf.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321077839764789698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BahasaArab2.pdf&lt;/span&gt;                                  |&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;14.51 MB&lt;/span&gt;|     | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4145735/bahasaarab2.pdf.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s1600-h/icon+pdf.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 35px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s320/icon+pdf.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321077839764789698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tarbiyahdariallah.pdf&lt;/span&gt;                        |&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;774.70 KB&lt;/span&gt;|    | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4158396/tarbiyahdariallah.pdf.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s1600-h/icon+pdf.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 35px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s320/icon+pdf.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321077839764789698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usul 'Isyrin.pdf&lt;/span&gt;                                     |&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;366.34 KB&lt;/span&gt;|    | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4158301/usul20.pdf.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;| or |&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96828229/362c5bce/usul_20.html" target="blank"&gt;Click here&lt;/a&gt;|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s1600-h/icon+pdf.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 35px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s320/icon+pdf.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321077839764789698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maryamjamilah.pdf&lt;/span&gt; |&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;386.86 KB&lt;/span&gt;|    | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4158604/maryamjamilah.pdf.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s1600-h/icon+pdf.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 35px; height: 41px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s320/icon+pdf.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321077839764789698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fontfamilyverdana normal11bluebold"&gt;Al-Wajib muqadam ala Sunnah.pdf&lt;/span&gt; |&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="normal11gray"&gt;230.83 KB&lt;/span&gt;|    | &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4158578/Al-Wajib_muqadam_ala_Sunnah.pdf.html" target="blank"&gt;Download&lt;/a&gt;|&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6229008600847866599?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6229008600847866599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6229008600847866599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/download.html' title='Buku-buku islami'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdhEGl1iGcI/AAAAAAAAAO0/r9dk2DwBhEI/s72-c/icon+pdf.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3183685009964628465</id><published>2009-04-04T16:40:00.004+07:00</published><updated>2009-04-04T17:25:32.508+07:00</updated><title type='text'>Cara Menyimpan Halaman Web Dalam Bentuk PDF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sdc0quq4S0I/AAAAAAAAAOs/8L2Vu0jKYFI/s1600-h/halaman+add+on.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sdc0quq4S0I/AAAAAAAAAOs/8L2Vu0jKYFI/s400/halaman+add+on.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320779393448561474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kamu yang suka browsing dan baca-baca di internet pasti ada keinginan untuk menyimpan tulisan yang kamu baca. Biasanya kebanyakan kita menyimpannya dengan cara copy pasti. Emang cepat sih cara seperti itu, tapi kekurangannya, halaman yang kita baca pasti ada kekurangannya, bisa jadi gambarnya hilang gak kecopy, atau urutan tulisannya dan susunannya ga sama dengan yang di web aslinya.&lt;br /&gt;Nah ini ada cara gampang untuk menyimpan halaman web menjadi bentuk PDF, jadi bisa dibaca ketika offline.&lt;br /&gt;Caranya gimana? Intinya kamu harus browsing dari mozila explorer. Di sana sudah disediakan tambahan fitur untuk mengconvert halaman web jadi halaman PDF.&lt;br /&gt;Sekarang, klik di Tool Bar mozila explorer kamu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tools&lt;/span&gt;, trus cari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adds ons&lt;/span&gt;, maka akan muncul gambar halaman berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdcvoTIpzkI/AAAAAAAAAOk/f4mms2B7cOk/s1600-h/get+add.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 293px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdcvoTIpzkI/AAAAAAAAAOk/f4mms2B7cOk/s400/get+add.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320773854139371074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemudian klik tulisan yang warna biru ada garis bawahnya &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Browse All Add-ons&lt;/span&gt;. Udah di klik? Nah sekarang kamu akan dibukakan jendela baru di browser:&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3183685009964628465?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3183685009964628465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3183685009964628465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/cara-menyimpan-halaman-web-dalam-bentuk.html' title='Cara Menyimpan Halaman Web Dalam Bentuk PDF'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sdc0quq4S0I/AAAAAAAAAOs/8L2Vu0jKYFI/s72-c/halaman+add+on.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-7015861964113121408</id><published>2009-04-03T14:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T14:10:29.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Blogger For Word, Menulis Blog Lewat Microsoft Office Word</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu penyedia layanan untuk membuat blog secara gratis adalah Blogger. Situs Web yang telah diambil alih oleh Google ini dapat diakses di alamat www.blogger.com. Di situ, Anda tinggal mendaftar. Seselainya pendaftaran, Anda bisa langsung membuat blog, bikin tulisan, dan “menerbitkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pendaftaran, Anda memang harus online. Akan tetapi, untuk menulis Anda tidak perlu online supaya bisa menghemat biaya ber-Internet. Cara yang paling sederhana adalah dengan menulis blog dulu di penyunting teks, seperti Notepad atau Microsoft Word, secara offline. Kalau sudah selesai, baru online, kemudian buka situs Web layanan blog, login, lalu copy-paste hasil tulisan yang ada di penyunting teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebut cara yang barusan disebut adalah cara manual. Cara yang akan dijelaskan berikutnya kita sebut dengan cara otomatis. Tulisan tetap dibuat secara offline. Online-nya baru nanti, setelah tulisan selesai dibuat. Cara otomatis ini menggunakan Microsoft Word. Tapi, bukan sebarang Microsoft Word, melainkan Microsoft Word yang sudah dilengkapi dengan add-on bernama Blogger For Word. Aplikasi tambahan gratisan itu bisa didapat dari http://buzz.blogger.com/bloggerforword.html. Ukuran paket instalasinya kecil, cuma 2MB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemakaiannya bisa diringkas seperti ini. Setelah Blogger For Word di-install, toolbar Blogger akan muncul pada Microsot Word. Kemudian, tuliskan isi blog seperti biasa, tetapi jangan online dulu, offline saja. Kalau tulisan sudah selesai, nyalakan koneksi Intenet, lalu publish deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, cara detailnya seperti ini. Oh ya, pada contoh ini yang digunakan adalah Microsoft Office Word 2007. Di versi lama mungkin berbeda, tetapi sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klik [Add-Ins] pada menu di sebelah atas. Opsi [Add-Ins] sebaris dengan [Home], [Insert], [Page Layout], dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klik [Blogger Settings], kemudian pada kotak yang muncul, masukkan username dan password untuk masuk ke Blogger. Klik [OK].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketikkan isi blog di dalam Word. Kalau sudah selesai, online-lah. Kemudian, klik [Publish].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Masukkan judul blog dan pilih blog yang akan berisi tulisan itu. Klik [Send]. Selesai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-7015861964113121408?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7015861964113121408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7015861964113121408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/blogger-for-word-menulis-blog-lewat.html' title='Blogger For Word, Menulis Blog Lewat Microsoft Office Word'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8772461909757507714</id><published>2009-04-03T14:00:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T14:09:12.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Membuat Alarm SMS Pengingat Jadwal dari Google</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian besar ponsel saat ini sudah memiliki fitur alarm atau reminder, yang berfungsi sebagai pengingat sebuah jadwal. Namun, sebuah pesan yang masuk untuk mengingatkan Anda tentu lebih ‘nendang’ dan lebih menarik. Sebuah SMS berpeluang lebih besar untuk dilihat daripada alarm dari ponsel sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google memiliki fasilitas pengingat jadwal lewat SMS yang disebut Google Calendar. Tak seperti Reminder di ponsel yang hanya bisa dinikmati sendiri, dengan Google Calendar kita bisa membuat jadwal kegiatan lalu dibagi (share) kepada para relasi. Alhasil, orang lain bisa melihat jadwal yang sudah kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang telah ditentukan, Google akan mengirimkan SMS ke nomor kita, untuk mengingatkan jadwal kegiatan yang sudah direncanakan. Sayangnya, pengingat jadwal gratis lewat SMS ini hanya bisa diterima oleh pemakai nomor XL dan Indosat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur baru Google Calendar adalah bisa memberi peringatan di layar komputer berupa aktivitas dan janji yang akan dilakukan. Google Calendar juga bisa melakukan sinkronisasi dengan Microsoft Outlook Calendar di komputer. Waktu sinkronisasi bisa diatur setiap menit tertentu. Dengan Google Calendar gallery, pengguna bisa mengakses jadwal dengan daftar aktivitas dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa melihat tampilan Google Calendar di ponsel masing-masing dengan mengakses http://mobile.google.com/calendar/index.html, melakukan login, dan melihat berbagai jadwal dan janji secara lengkap. Anda juga bisa menerima e-mail atau SMS dari Google Calendar tentang jadwal yang akan datang, perubahan jadwal yang dilakukan, undangan yang dibatalkan, jawaban undangan atau mengirimkannya ke agenda harian setiap pagi. Jadi tak perlu khawatir ada janji atau undangan yang terlewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sering dihubungi pihak lain – karena berprofesi sebagai narasumber, pejabat publik, artis atau penanggungjawab produk di perusahaan - jadwal bulanan Anda juga bisa dibagi (share) ke pihak lain. Alhasil, janji pertemuan bisa langsung dilakukan di acara yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cara membuatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Langkah pertama adalah masuk ke http://www.google.com/calendar, lalu Login dengan akun Google. Jika belum punya akun Google, buat dulu lewat Create an account. Lanjutkan dengan membuat jadwal-jadwal Anda, dengan langsung klik di atas tanggal yang diinginkan. Lalu pilih menu settings di bagian kanan atas, dan lanjutkan dengan memilih menu Mobile setup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lanjutkan dengan memasukkan nomor ponsel dengan diawali +62.. Lalu klik bagian Send verification code. Tunggu beberapa saat sampai muncul pesan SMS di ponsel dengan isi “Your Google Calendar verification code is xxxxxx. Form: Google”. Meskipun pengirimnya terlihat jelas adalah Google, pesan ini tidak bisa dibalas (Reply). Selanjutnya, masukkan kode verifikasi yang telah diterima ke kotak Verification code. Terakhir, klik Finish setup untuk mengakhiri setting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selanjutnya aturan notifikasi agar menjadi notifikasi SMS. Dari menu Settings, pilih Calendar, lalu klik Notifications. Beri tanda centang notifikasi SMS untuk notifikasi via SMS. Kita juga bisa mengatur reminder beberapa menit sebelum event.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika ingin membagi jadwal harian atau bulanan Anda ke pihak-pihak tertentu, di bagian Calendar pilih Share this calendar. Aktifkan (beri tanda centang) pada Make this calendar public, dan di bagian PERSON masukkan nama-nama yang boleh mengakses jadwal Anda. Setelah selesai, jangan lupa klik tombol Save agar pengaturan tersebut tersimpan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8772461909757507714?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8772461909757507714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8772461909757507714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/membuat-alarm-sms-pengingat-jadwal-dari.html' title='Membuat Alarm SMS Pengingat Jadwal dari Google'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-814547607431203696</id><published>2009-03-31T23:40:00.008+07:00</published><updated>2009-04-03T14:08:56.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Bisa Sms Gratis di Friendster dan Facebook</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun biaya sms sekarang sudah cukup murah dan bahkan ada beberapa operator yang meng gratisin tarif sms, tapi saya kira tidak ada salahnya untuk mencoba fasilitas sms gratis ini. Apalagi bagi teman-teman yang suka nongkrong di depan facebook atau friendster.  Enak kan... main friendster or facebook sambil sms-an gratis. Apalagi pas kehabisan pulsa....he he he! Pake yang gratisan aja biar bisa irit uang jajan. Cuma ada satu syarat penggunaannya dari saya, jangan untuk ngerjain/isengin teman yach!!!... Apalagi untuk neror orang...! kalau ada yang memanfaatkannya untuk hal-hal yang negatif, itu bukan tanggung jawab saya. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Ana bariiium mingkum&lt;/span&gt;!!! -&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tau dach artinya, cari saja sendiri&lt;/span&gt;-  Tanggung dan jawab saja sendiri.OK.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Cara gini....&lt;br /&gt;Terlebih dahulu buka mata anda... dan jangan lupa untuk mengaktifkan fungsi telinga... hehehe. itu cuma becanda...&lt;br /&gt;Kali ini kita serius. Caranya gini...&lt;br /&gt;1. Login terlebih dahulu ke account friendster atau facebook anda.&lt;br /&gt;2. Kemudian masuk ke halaman http://www.dodotext.com dengan meng &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.dodotext.com/" target="blank"&gt;KLIK&lt;/a&gt; link ini. Kemudian akan muncul halaman website di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJOI7yYBfI/AAAAAAAAAOE/OYCVbUg3-p8/s1600-h/dodo+text.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJOI7yYBfI/AAAAAAAAAOE/OYCVbUg3-p8/s400/dodo+text.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319400025272878578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pilih friendster atau facebook. Kalo anda punya facebook ya pilih facebook. Tapi kali ini kita pake facebook saja. Kalo sebelumnya kamu ga login dulu ke facebook, ketika kamu mengklik facebook maka yang tampil adalah halaman login. Tapi ga masalah, nanti kamu juga akan di bawa ke halaman yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;3. Setelah itu akan muncul halaman baru seperti:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJPDMADdqI/AAAAAAAAAOM/lknJDmL90WM/s1600-h/add.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJPDMADdqI/AAAAAAAAAOM/lknJDmL90WM/s400/add.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319401026057631394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Klik "Add to Profile". Setelah itu akan langsung muncul lagi halaman baru seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJP964BIuI/AAAAAAAAAOU/bXl3QojjDbc/s1600-h/chatSMS.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJP964BIuI/AAAAAAAAAOU/bXl3QojjDbc/s400/chatSMS.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319402035072803554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang kamu bisa mengirim SMS gratis sepuasnya. Oh yach! untuk mengirim SMS ke nomor indonesia pilih negara indonesia dulu, trus masukkan nomor hp teman kamu tanpa menuliskan angka &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;nol&lt;/span&gt; karena udah digantiin dengan kode negara +62. Selamat SMS gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada pesan dari teman&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalo udah tiba waktu shalat, berhenti dulu facebookannya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-814547607431203696?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/814547607431203696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/814547607431203696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bisa-sms-gratis-di-friendster-dan.html' title='Bisa Sms Gratis di Friendster dan Facebook'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdJOI7yYBfI/AAAAAAAAAOE/OYCVbUg3-p8/s72-c/dodo+text.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5972370333329775623</id><published>2009-03-31T14:52:00.009+07:00</published><updated>2009-04-17T05:33:24.588+07:00</updated><title type='text'>Ilmu Komputer</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mudah mendownload Video dari Youtube &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendownload video di youtube kamu nggak perlu software, cukup buka jendela browser dan kunjungi website youtube di http://www.youtube.com. Cari video yang kamu inginkan. Untuk memudahkan pencarian kamu bisa menggunakan search engine di pojok atas kanan halaman youtube. Masukkan kata kunci yang kamu inginkan. Misalnya  'Palestina Songs' . &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/cara-mudah-mendownload-video-dari.html"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bisa Sms Gratis di Friendster dan Facebook&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun biaya sms sekarang sudah cukup murah dan bahkan ada beberapa operator yang meng gratisin tarif sms, tapi saya kira tidak ada salahnya untuk mencoba fasilitas sms gratis ini. Apalagi bagi teman-teman yang suka nongkrong di depan facebook atau friendster. Enak kan... main friendster or facebook sambil sms-an gratis. Apalagi pas kehabisan pulsa....he he he! Pake yang gratisan aja biar bisa irit uang jajan. Cuma ada satu syarat penggunaannya dari saya, jangan untuk ngerjain/isengin teman yach!!!... Apalagi untuk neror orang...!&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bisa-sms-gratis-di-friendster-dan.html"&gt;read more&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar ke Search Engine, Blog jadi terkenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posted on 06:19 | Label: computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkankan jumlah pengunjung ke blog kita. Cara yang biasa saya gunakan adalah dengan cara jalan-jalan ke blog orang lain atau istilahnya blogwalking. Gampang, hanya dengan mengklik link-link yang ada di blog orang lain, kemudian baca artikelnya lalu tinggalkan kesan dan pesan yang baik di buku tamu mereka. Jangan lupa tinggalkan link kamu yang benar agar yang punya blog bisa kunjungan balik ke blog kita. Kalo ada saran, bisa juga berikan saran. Berikan juga senyuman dengan icon yang sesuai. Dengan begitu pasti yang punya blog akan tertarik untuk berkunjung balik ke blog kita. &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/daftar-ke-search-engine-blog-jadi.html"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membuat Postingan Bloger Jadi Beberapa Kolom &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posted on 03:31  | Label: computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sobat melihat halaman depan blog ini, pasti sobat semua akan melihat ada halaman yang teksny dibagi jadi dua kolom seperti halaman koran. trik yang saya gunakan cuma dengan menggunakan code HTML biasa. Itu pun juga diajari sama teman. Kalo yang kamu lihat itu dua kolom, tapi bisa kok di bikin 3 atau 4 kolom.&lt;br /&gt;Baik sekarang kita mulai saja, caranya begini. &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/membuat-postingan-bloger-jadi-beberapa.html"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendownload Video dari Youtube dengan Free Download Manager&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posted on 05:42  | Label: computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada artikel sebelumnya saya pernah menulis bagaimana cara mendownload video dari Youtube dengan menggunakan layanan videodownloader dari site yang ada di internet. Kali ini saya akan membagi-bagi ilmu lagi. Cara Download Video kali ini dengan menggunakan sebuah software gratisan dari http://www.freedownloadmanager.org/download.htm, nama software nya free download manager. &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/04/pada-artikel-sebelumnya-saya-pernah.html"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5972370333329775623?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5972370333329775623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5972370333329775623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/ilmu-komputer.html' title='Ilmu Komputer'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-2087027892222386830</id><published>2009-03-28T17:24:00.019+07:00</published><updated>2009-04-24T07:50:32.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='computer'/><title type='text'>Cara Mudah mendownload Video dari Youtube</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendownload video di youtube kamu nggak perlu software, cukup buka jendela browser dan kunjungi website youtube di &lt;a href="http://www.youtube.com/" target="blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;http://www.youtube.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Cari video yang kamu inginkan. Untuk memudahkan pencarian kamu bisa menggunakan search engine di pojok atas kanan halaman youtube. Masukkan  kata kunci yang  kamu inginkan.  Misalnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;'Palestina Songs'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4ABcUYZ7I/AAAAAAAAANs/TZ0lTzi7HkY/s1600-h/youtube.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 36px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4ABcUYZ7I/AAAAAAAAANs/TZ0lTzi7HkY/s400/youtube.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318188234752681906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=7XGnkF%2FmBbI%3D&amp;amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;amp;chan=w7tpet%2FCORg%3D&amp;amp;type=5&amp;amp;title=000000&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=FFFFFF&amp;amp;url=CC0000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah setelah itu Klik search, kemudian kamu akan ditampilkan banyak sekali judul-judul video. Pilih salah satu yang kamu inginkan!...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4BK3VwZPI/AAAAAAAAAN0/WeTNfOoWv5Q/s1600-h/palestina.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4BK3VwZPI/AAAAAAAAAN0/WeTNfOoWv5Q/s400/palestina.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318189496136656114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ambil kode &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;URL&lt;/span&gt; video yang lagi tampil. Caranya dengan memblok terlebih dahulu kode URL nya, lalu copy dengan menekan di keyboard  tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ctrl&lt;/span&gt; bersamaan dengan &lt;span&gt;tombol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; C&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ctrl + C&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4DBsm2-BI/AAAAAAAAAN8/FYXo7UeTFKw/s1600-h/palestina+2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 296px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4DBsm2-BI/AAAAAAAAAN8/FYXo7UeTFKw/s400/palestina+2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318191537660033042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian kita akan masuk ke halaman browser baru. Buka halaman web videodownloader dengan cara klik &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;" href="http://javimoya.com/blog/youtube_en.php" target="blank"&gt;disini&lt;/a&gt; . &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc3-e5WD9TI/AAAAAAAAANc/P4O7YLJ8Zcg/s1600-h/video+downloader.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc3-e5WD9TI/AAAAAAAAANc/P4O7YLJ8Zcg/s400/video+downloader.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318186541737309490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang kita sudah masuk ke halaman web videodownloader. Lalu masukkan Video URL yang sudah dicopy ke box yang kosong dibawah tulisan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;videodownloader&lt;/span&gt;. Caranya tekan tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ctrl&lt;/span&gt; bersamaan dengan tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V. &lt;/span&gt;Kemudian tekan tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOWNLOAD&lt;/span&gt; di pojok kanan. Nah selesai... video yang kamu inginkan sedang di download. Tunggu hingga selesai lalu buka video kamu dengan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; GOM Player&lt;/span&gt; atau player lain yang support untuk membuka file video dengan format FLV.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=7XGnkF%2FmBbI%3D&amp;amp;cid=sO23aMPfjUo%3D&amp;amp;chan=w7tpet%2FCORg%3D&amp;amp;type=2&amp;amp;title=191919&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=FFFFFF&amp;amp;url=CC0000" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-2087027892222386830?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/2087027892222386830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/2087027892222386830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/cara-mudah-mendownload-video-dari.html' title='Cara Mudah mendownload Video dari Youtube'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sc4ABcUYZ7I/AAAAAAAAANs/TZ0lTzi7HkY/s72-c/youtube.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6379905294376655212</id><published>2009-03-20T22:47:00.010+07:00</published><updated>2009-03-21T09:23:56.178+07:00</updated><title type='text'>Tauhid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buah Tauhid dalam Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika tauhid yang murni telah tertanam di dalam kehidupan pribadi ataupun dalam kehidupan berjamaah maka tauhid tersebut akan membuahkan dampak yang baik bagi kehidupannya. Di antara buah tauhid tersebut adalah:&lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/11/buah-tauhid-dalam-kehidupan.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sihir dalam pandangan Tauhid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa sihir السِّحْرُ bermakna مَا خَفِيَ وَلَطُفَ سَبَبُهُ atau sesuatu yang tersembunyi dan tidak tampak sebabnya. Dari lafaz ini dinamakan akhir malam dengan kata السَّحَرُ. Dari lafaz sihir ini juga diambil kata السَّحُورُ ‘As Sahur’ untuk sesuatu yang dimakan pada akhir malam, karena kondisi yang gelap pada saat itu. Dan setiap sesuatu yang tidak tampak dinamakan dengan Sahar ‘سَحَرٌ’.&lt;br /&gt;Adapun secara syariat, sihir terbagi menjadi dua macam:&lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/12/sihir-dalam-pandangan-tauhid.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode Dalam Memahami Asma' Allah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asma’ (nama-nama) dan Sifat-sifat Allah SWT&lt;br /&gt;Dari tiga macam pembagian tauhid yang dirumuskan oleh para ulama yang diambil dari dalil-dalil yang benar adalah tauhid Asma’ dan Sifat. Dalam memahami tauhid ini tidak sedikit kelompok-kelompok atau firqoh-firqoh islamiyah yang salah dalam memahaminya sehingga menimbulkan kesesatan. Maka pada bab ini kita akan membahas dengan ringkas tentang permasalahan yang berkaitan dengan dasar-dasar dalam memahami Asma’ dan Sifat-sifat Allah SWT.&lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/12/metode-dalam-memahami-asma-allah_1549.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Syahadat ‘La Ilaaha Illallaah’, rukun-rukun dan syarat-syaratnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena syadat adalah bagian yang fundamen dalam aqidah seorang muslim, dan karena syahadat ini memiliki nilai-nilai dan pengaruh yang besar dalam kehidupan serta pentingnya aqidah yang jelas dalam akal dan hati sehingga dapat melakukan ibadah kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk mengenal lebih dalam makna syahadat serta rukun-rukun dan syarat-syaratnya.&lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/12/definisi-syahadat-la-ilaaha-illallaah.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Read more&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-6379905294376655212?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6379905294376655212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/6379905294376655212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tauhid.html' title='Tauhid'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-7098742646697395558</id><published>2009-03-20T22:47:00.009+07:00</published><updated>2009-03-21T09:03:49.028+07:00</updated><title type='text'>Tilawah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="350"&gt; &lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tUbVZy5KFdQ"&gt;  &lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tUbVZy5KFdQ" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;  &lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/100426037/al-fatihah.wmv.html"&gt;Download Tilawah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;| &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah-al-fatihah-hasan.html"&gt;1&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bacaan-al-fatihah-herman-hs.html"&gt;2&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/qiroah-al-fatihah.html"&gt;3&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/surah-yusuf-ayat-111.html"&gt;4&lt;/a&gt; |&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-7098742646697395558?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7098742646697395558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/7098742646697395558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah.html' title='Tilawah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-1201732618746390859</id><published>2009-03-20T22:22:00.003+07:00</published><updated>2009-04-05T17:41:42.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>RANI DI ATAS BIS KOTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdiKrrda3oI/AAAAAAAAAQE/gv7E3zxymF4/s1600-h/kenek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdiKrrda3oI/AAAAAAAAAQE/gv7E3zxymF4/s200/kenek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321155442743369346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Senin! Senin! Yup lanjut!” Rani memberikan aba-aba kepada bang sopir bis kopaja 20 jurusan senin- Lebak bulus untuk tancap gas. Gadis tamatan SMA tahun lalu itu sangat piawai bergelayutan di pintu bis kota yang melaju cepat. Rani membuang jauh semua rasa malunya. Ia ingin menunjukkan pada semua “inilah emansipasi wanita!” persamaan hak antara wanita dan pria dalam segala hal bahkan menjadi seorang kenek bus kota sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rani, gadis berkulit putih yang sudah tampak sedikit menghitam karena sinar matahari. Dengan rambut cepak pendek sebatas leher, celana levis belel dengan rantai di saku kanan, baju kaos oblong panjang tangan membuatnya tak jauh berbeda dengan remaja sembilan belasan tahun. Hanya lubang anting di telinga dan dada yang agak sedikit maju ke depan yang membuatnya sedikit berbeda dengan mereka.&lt;br /&gt;Keadaan yang telah memaksanya melakukan profesi barunya ini. Datang dari desa dengan berbekal ijazah SMA untuk menyambung kuliah di jakarta. Pamannya yang menjanjikan akan membiayai uang kuliahnya. Tapi apa hendak dikata, pamannya yang hanya seorang sopir bis angkutan kota tidak mampu berbuat apa-apa. Biaya pendaftaran kuliah cukup berharga untuk membayar kontrakan rumah. “Rani! Kuliahmu kita tunda tahun depan saja yah? Kalau tidak kita bayar kontrakan rumah ini kita akan tinggal di mana.” Begitulah keputusan akhir pamannya yang sangat menyakitkan hati Rani.&lt;br /&gt;Akhirnya dia bertekat untuk tidak menjadi beban siapa saja, tidak juga pamannya. Semua propesi dia jalani hingga akhirnya dia mendapatkan propesi yang sesuai dengan sifatnya sebagai seorang wanita tomboy. Kenek bis kota.&lt;br /&gt;# # #&lt;br /&gt;Seperti biasanya, pagi itu Rani menjadi kenek bis kota pamannya. Memakai topi terbalik dengan gesitnya dia mencari penumpang. Suaranya lantang memecah keramaian terminal senin yang tumpah ruah dengan gelombang pelajar dan pekerja. Matanya tajam mencari calon penumpang di antara kerumunan manusia. Hanya berselang tiga menit, bis kopaja 20 sudah terisi penuh.&lt;br /&gt;“Bis siap berangkat!” Lantang suara Rani memberi aba-aba.Bis kopaja berjalan perlahan keluar terminal menembus barisan manusia. Rani membuka jalan dengan mengayun-ayunkan hantuk kecil di tangannya ke arah barisan pejalan kaki yang hampir menutup semua arus jalan. Setelah melewati kerumunan pejalan kaki, bis kulai tancap gas. Rani pun den gan gesitnya melompat dan bergelayutan di pintu belakang bus kopaja dan sesekali bersuit ke arah calon penumpang yang ngetem di pinggir jalan.&lt;br /&gt;Pak Karyo sang sopir bis yang tidak lain adalah paman Rani merasa sangat terbantu dengan kehadiran Rani sebagai kenek bis yang menjadi tarikannya. Selain penghasilannya penuh karena tidak ada mpotongan, penumpangnya juga semakin bertambah dengan kehadiran Rani sang kenek wanita. Para pelajar dan mahasiswa biasanya rela berdesak-desakan hanya untuk bertemu dengan Rani, cewek tomboy kenek bis kota. Rani memiliki daya tarik tersendiri walaupun tak begitu elok rupa.&lt;br /&gt;Tapi Pak Karyo merasa bersalah telah menelantarkan Rani. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya setiap kali memikirkan nasib Rani keponaknnya itu. Dulu ia berjanji untuk membiayai kuliahnya, setelah Rani ditinggal mati oleh ibunya. Akan tetapi keadaan berubah, bukannya Pak Karyo yang membiayai kuliah Rani tapi Ranilah yang membantu kehidupan Pak Karyo beserta keluarga. Pak Karyo lebih merasa bersalah lagi ketika Rani memutuskan untuk membantu Pak Karyo menjadi kenek di bis kota yang menjadi tarikannya. Pada mulanya Pak Karyo menolak, tapi Rani tetap pada pendiriannya. Rani tak mau menemani istri pak Karyo berjualan sayur di pasar atau menjadi tukang masak di warung tegal buk Mur atau keliling kota menjadi penjual jamu gendong dengan sarung dan kebaya jawa. Tapi Rani lebih memilih menjadi kenek bis kota karena lebih sesuai dengan sifatnya yang kelaki-lakian.&lt;br /&gt;Sesaat Rani tampak menguncang uang recehan yang ada di tangannya ke arah penumpang. Penumpang yang mendengar kerincingan uang receh di tangan Rani segera mengeluarkan uang du ribu rupiah dari saku celananya. Suasana di dalam bis begitu sesak dengan penumpang. Tak perduli laki-laki ataupun perempuan mereka rela berdiri berdesak-desakan agar cepat sampai ketujuan. Keadaan semacam ini membuat Rani sedikit kewalahan menarik ongkos. Dia harus berdesak-desakan di antara penumpang laki-laki dan perempuan yang berdiri rapat. Itulah resiko yang harus Rani jalankan setiap hari dan terkadang harus rela dicolek laki-laki yang jahil.&lt;br /&gt;“Bang, nih ongkosnya buat dua orang!” Salah seorang penumpang laki-laki mencolek Rani dari belakang.&lt;br /&gt;“Eh jangan berani kurang ajar luh ya!” Rani membalikkan badan dengan muka merah padam.&lt;br /&gt;“Maaf Bang! Salah saya apaan, main marah aja.”&lt;br /&gt;“Eh panggil abang lagi ! Gue nih cewek tahu!” Rani sambil menunjukkan jarinya ke dada dengan kesalnya.&lt;br /&gt;Untuk sesaat sang penumpang memandangi rani dengan cermat. Dia tidak percaya kalu kenek yang berdiri di hadapannya adalah seorang perempuan sembilan belasan tahun. Hingga pada akhirnya dia hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala sambil mengucap Astagfirullah.&lt;br /&gt;“Maaf Bang eh Mbak! Saya ngak tahu beneran, suer deh.”Sang penumpang sambil mengulurkan ongkosnya untuk dua orang kepada Rani dengan tatapan keheranan.&lt;br /&gt;Sesaat Rani tampak membolak-balik dan menghitung ulang kumpulan uang ribuan yang diberikan sang penumpang kepadanya. Belumlah hilang marahnya karena dicolek dari belakang oleh laki-laki yang ada di hadapannya, mukanya makin bertambah merah padam begitu melihat ongkos yang diberikan kepadanya kurang dari yang semestinya.&lt;br /&gt;“Mas kurang nih ongkosnya! Kalau mau gratisan mending jalan kaki aja, jangan naik bIs deh.”&lt;br /&gt;“Biasanya mahasiswa kan segitu bang eh mbak.” Laki-laki muda itu menunjuk ke arah uang tiga ribu yang telah berpindah ke tangan Rani kemudian melipat dua tangannya di dada sambil memalingkan muka.&lt;br /&gt;Para penumpang yang berkumpul di tengah bIs beringsut mundur ke belakang setelah melihat gelagat yang tidak baik di wajah Rani yang merah padam serta mengeluarkan aroma kemarahan. Sambil mengangguk-anggukkan kepala memikirkan jurus untuk menyudutkan penumpang di hadapannya, Rani menarik baju panjang tangannya hingga ke siku menampakkan sedikit kejantanannya walaupu dia seorang wanita. Tampa rasa gentar sedikitpun dengan berkacak pinggang Rani meluncurkan kata-katanya.&lt;br /&gt;“Oh luh mahasiswa yah! Emang ada mahasiswa pakai sendal.” Matanya tajam melirik ke sendal yang dipakai lawan bicaranya. “Luh jangan bohongin gue yeh! Luh kire gue kagak sekolah. Walaupun kenek kayak gini gue juga pernah sekolah en hampir kuliah, paham!” Kata-kata Rani bagaikan mortir yang jatuh dari langit, menghujam dalam-dalam di hati laki-laki yang duduk di hadapanny, apa lagi di tambah tonjokan jari telinjuk Rani ke dadanya bagaikan api yang disiram bensin, makin memanas dan membara.&lt;br /&gt;“Eh neng, kalo ngak percaya nih gue punya kartu mahasiswa!” Penumpang dengan dada bidang yang mengaku mahasiswa itu langsung merogoh isi dompetnya, mencari-cari kartu mahasiswa di antara selip-selip uang kertas ribuan rupiah.&lt;br /&gt;Tapi entah mengapa, Rani yang biasanya sabar menghadapi setiap penumpang, hari itu lebih cepat marah. Melihat gelagat yang yang tidak baik dari penumpangnya, Rani langsung naik pitam. Tangan kirinya langsung mencekal bagian depan kerah baju laki-laki yang ada di depannya sedangkan tangan kananya tergenggang erat bagaikan sebongkah batu yang siap dilemparkan.&lt;br /&gt;“Eh, Apa-apaan nih! Jangan begitu dong caranya. Kita nasli mahasiswa kok, nih kartunya!” Sang mahasiswa yang dicekal kerah bajunya membela diri dengan menunjukkan kartu mahasiswanya yang sudah keabu-abuan. Tapi Kepalan tangan Rani tidak lagi melihat muka lawannya. Sebuah Huk kanan mendarat tepat di perut bagian depan mahasiswa yang malang itu. Kartu mahasiswa sebagai bukti dianggapnya hanya angin lalu.&lt;br /&gt;Satu buah tinjuan sudah cukup membuat mahasiswa itu meringis kesakitan. Mulutnya mengaduh kesakitan. Tampak di ujung matanya air kepedihan. Dia ingin mencurahkan air matanya tapi terhalang rasa malu karena dia seorang pejantan.&lt;br /&gt;Setelah melihat lawannya meringis kesakitan dan tidak melakukan perlawanan, rani hanya bisa berkacak pinggang sebagai tanda kemenangan.&lt;br /&gt;“Duh, Bang Zulham! Makanya kasih aja. Seberapa sih harganya uang seribu. Seribu aja kok ditahan-tahan begini jadinya deh.”&lt;br /&gt;Seorang wanita berjilbab yang ternyata adik perempuan laki-laki korban keganasan Rani yang duduk bersebelahan langsung mengeluarkan uang seribu rupiah dan tissu dari tas kecilnya. Uang seribu rupiah langsung dihulurkan ke tangan Rani yang masih panas.”Nih neng kurangnya, maafin abang gue yah?” Sementara tissu untuk mengusap keringat dingin yang mengucur deras di kening abangnya.&lt;br /&gt;Para penumpang lain yang menyaksikan kejadian itu sebagian menjerit setengah histeris sambil menutup muka dan sebagian lagi berdecak kagum karena jarang-jarang seorang wanita menghajar pria.&lt;br /&gt;# # #&lt;br /&gt;Malam begitu pekat. Hening . Hanya dua tiga kendaraan yang lalu lalang di jalan yang sedikit lengang itu. Lampu jalan yang menyala redup seperti mata serigala, menunggu waktu yang tepat untuk menerkam mangsa. Angin dingin bertiup seolah mengabarkan kepada semesta tentang rahasia malam yang penuh makar dan kejahatan.&lt;br /&gt;Di salah satu sisi jalan, di tengaqh kegelepan, Nadia tampak sedikit tergopoh-gopoh mempercepat langkahnya, meninggalkan toko serba ada di ujung jalan tempat dia membeli telor untuk sarapan pagi besok sebelum berangkat kuliah. Nadia harus masak sendiri karena kedua orang tuanya sibuk bekerja di luar kota sedangkan pembantunyabaru satu minggu berhenti bekerja karena sudah merasa punya modal cukup untuk buka usaha kecil-kecilan di desa.&lt;br /&gt;Malam baru merambat pukul sembilan, tapi suasana malam sungguh mencekam. Nadia tidak ingin mencium kedatangan kejahatan malam. Ekor matanya selalu sigap mengamati sekeliling. Sesekali hatinya mendesah menyesalkan sikap abangnya yang tidak mau menemaninya ke toko serba ada untuk membeli telor. Abang Zulham lebih memilih menemani bukunya dari pada memperhatikan keselamatan adiknya semata wayang.&lt;br /&gt;Dibuangnya semua rasa takut. Ingatannya hanya terfokus pada Allah yang menciptakan malam dan memegang segala rahasianya. Dulu dia memang seorang penakut tapi setelah banyak belajar agama sidak ada lagi yang ditakutinya kecuali Allah.&lt;br /&gt;Nadia mempercepat irama langkahnya. Sekarang hatinya mulai tenang, gelisahnyapun ikut terbang. Dari kejauhan tampak bayangan rumahnya yang megah melambaikan tangan memberi semangat pada Nadiauntuk terus berjalan. Hatinya seakan berhamburan diikuti langkah kaki yang setengah berlari menuju rumahnya yang berdiri anggun tepat di ujung jalan.&lt;br /&gt;Tetapi kegembiraannya terusik karena dikejutkan oleh sebuah bis kopaja jurusan Senin-Lebak Bulus yang berjalan begitu dekat dengan trotoar. Nadia sedikit terpekik karena hampir diserempet bis yang lewat. Sebentar dia mengelus dada bersyukur tidak terserempet. Belum sempat dia menarik nafasnya yang kedua dia harus terpekik lagi dengan sebuah tubuh yang terpental dari dalam bis yang melaju cepat. Tubuh itu untuk beberapa saat menggelinding di atas aspal jalan beberapa kali lalu berhenti sekitar sepuluh langkah dari tempat Nadia berdiri terpaku.&lt;br /&gt;Sesaat setelah itu terdengar aungan rem bus kopaja yang berhenti mendada. Di dalam nya terdapat beberapa pemuda tanggung yang tampak begitu gelisah. Kemudian salah satu di antara mereka memerintahkan sopir untuk tancap gas seolah tak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;“Ya Allah, pembunuhan!” Lirih suara Nadia setengah tidak percaya. Dia berusaha keras melihat plat nomor bis kopaja yang sedang tancap gas di hadapannya. Samar-samar yang dilihatnya hanya palang persegi empat tampa tahu seri dan nomornya. Asap hitam yang keluar dari kenalpot membuat bayangan bis itu semakin pudar ditelan kegelapan malam. Tinggal aungannya saja yang sedikit-sedikit terbawa angin malam, menyisakan tanda tanya dan kengerian di hati Nadia.&lt;br /&gt;Tubuh malang yang terlempar dari dalam bis kopaja terbaring tampa gerak. Dalam kebingungannya Nadia berusaha tenang sambil mengembalikan detak jantungnya yang hampir lepas dan menyusun keberaniannya yang sedikit luntur. Perlahan-lahan Nadia mendekat. Samar-samar seakan-akan dia pernah melihat wajah bersimbah darah yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;“Astagfirullah! Ini kan kenek wanita yang tadi pagi menghajar bang Zulham.” Batinnya setengah tidak percaya.&lt;br /&gt;Nadia berteriak meminta pertolongan sambil menoleh ke kanan-kiri, kalau saja ada pejalan kaki yang berani keluar rumah sepertinya lewat atau pengendara jaln yang iseng-iseng mencari udara malam. Tapi suasana tetap mencekam. Tak ada jawaban. Sesosok tubuh wanita sembilan belasan tahun yang terkapar di hadapannya diam seribu kata menimbulkan aroma kematian. Darah segar terus menganak sungai dari kepalanya yang mungkin terbentur trotoar saat dia terjatuh dari bus kopaja. Nadia hanya bisa berdoa lalu berhamburan ke arah rumahnya yang turut berduka untuk mencari pertolongan.&lt;br /&gt;# # #&lt;br /&gt;Rani merasakan dirinya telah terdampar jauh dari dunia. Terbawa ombak terdampar di pulau kegelapan. Sunyi senyap. Gelap menyelimuti. Sendiri tampa ada yang menemani. Rani tak tahu ada di mana, apakah di sorga atau di neraka. Tapi dia yakin bahwa dia sedang berada di salah satu sudut neraka mengingat selama hidup dia jarang melaksanakan sholat lima waktu. Diapun tidak pernah mentaati perintah almarhum ibunya untuk menutup aurat sebagai kewajiban seorang muslimah.&lt;br /&gt;Kegelapan semakin lama-semakin mencekam. Kesedihan di hati Rani tak lagi tertahankan, membludak memenuhi seluruh sekat jiwanya. Tangisannya tak lagi terbendung. Mulutnya yang mungil hanya bisa meratapi takdirmengapa dia tidak mendengarkan nasehat ibunya yang tulus untuk bersikap seperti layaknya seorang wanita, menjaga kehormatan, menjauhi pergaulan bebas dan selalu menjalankan perintah agama.&lt;br /&gt;Kesedihan semakin menjadi ketika bayang-bayang wajah ibunya yang arif dan bijaksana seakan berputar-putar di atas kepalanya. “Ibu, ibu! Maafkan Rani ibu? Rani telah durhaka kepada ibu. Rani patuh. Rani bersalah pada ibu. ibu maafkan Rani?” Dengan kedua tangan menutupi wajah Rani terus meratapi segala perbuatannya. Dia malu dan merasa betapa hina dirinya di hadapan ibunya apalagi di hadapan tuhan Sang Pencipta. Rani ingin keluar dari kegelapan itu.&lt;br /&gt;Nadia yang selama ini selalu setia di samping ranjang rani terbangun dari pulasnya endengar rintihan Rani yang sangat menyayat hati. Walaupun berada di hadapannya, Rani seolah tak tergapai oleh tangan. Suaranya terdengar sangat jauh, jauh di alam bawah sadar. Rani sedang bergejolak di alamnya yang terasa sangat asing. Merintih kesakitan, mengungkapkan rasa penyesalan yang begitu mendalam sambil sekali-kali memanggil ibunya dan memohon ampunan.&lt;br /&gt;Tak terasa kebeningan mata Nadia tumpah membasahi pipinya yang putih. Walaupun tak tahu dosa apa yang telah dilakukan wanita yang tak pernah dikenalnya itu terhadap ibunya, Nadia merasakan penyesalan yang begitu mendalam terhadap apa yang telah dia lakukan terhadap ibunya.&lt;br /&gt;“Ya Allah! Berilah taubatmu pada wanita malang ini!” Batin Nadia meminta sambil mengusap air mata yang tak terasa jatuh berhamburan di pipinya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Rani bangun dari komanya. Matanya yang basah tak mampu menutupi kesedihannya. Kesedihan yang dialaminya ketika mengembara di alam bawah sadar. Nafasnya turun naik dengan cepat seakan barusan bertema malaikat pencabut nyawa. Lalu perlahan dia berusaha mengatur nafas dan melihat kesekelilingnya dengan hanya mengerlingkan mata.&lt;br /&gt;Melihat Rani yang sudah sadar dari koma, nadia merasa sangat gembira, lalu menjulurkan wajah ke wajah Rani yang penuh dengan perban. “Alhamdulillah! Kamu sudar sadar dek. Allah masih sayang padamu.’ Nadia mencoba menghibur Rani yang belum sadar apa yang telah terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;Rani merasa seperti kedatangan seorang bidadari sorga begitu melihat Nadia yang berpakaian rapi dengan jilbab panjang mengembang berdiri di sampingnya. Dia langsung terbayangdengan mimpi yang baru saja di alaminya. Di harus meninggalkan semua kebiasaan buruknya, menutup aurat dan melaksanakan kewajiban agama. “Rani tak mau jadi anak durhaka Mbak.” Dengan suara serak sedikit terisak Rani mencurahkan semua gelombang perasaan di dadanya kepada Nadia yang diyakininya sebagai wanita baik-baik calon penghuni sorga . wanita yang akan menuntunnya kepada hidayah.&lt;br /&gt;“Iya dek! Kamu anak baik, kamu bukan anak durhaka.” Nadia menganggukkan kepalanya mengiakan keinginan Rani sambil sedikit menggigit bibir atasnya yang tersiram air mata.&lt;br /&gt;Hari semakin bertambah. Rani semakin dekat dengan Nadia. Setelah melalui perkenalan dan beberapa percakapan Rani semakin tertarik dengan sosok Nadia yang berpakaian rapi, berjilbab lebar hingga tidak menyisakan kesempatan sedikitpun bagi lekuk-lekuk tubuhnya untuk mengambang ke permukaan.&lt;br /&gt;Nadia seolah menjadi psikiater kagetan yang selalu sabar menjawab dan memberi pemecahan terhadap unek-unek dan persoalan yang selama ini Rani hadapi. Mulai dari pekerjaannya sebagai seorang kenek bis kota, masalah keuangan yang menuntutnya harus rela meninggalkan keinginannya untuk kuliah, kesedihannya karena merasa sangat bersalah tidak patuh terhadap nasehat almarhum ibunya sampai keingininnya untuk berjilbab seperti Nadia dan meninggalkan propesinya sebagai kenek bis kota.&lt;br /&gt;Alangkah bahagianya hati Nadia saat mendengar keinginan Rani untuk memakai jilbab seperti dirinya. Hanya dengan membantu merawat Rani, Nadia diberikan kesempatan untuk membawanya kepada hidayah.Nadia sangat senang mempunyai adik seperti Rani walaupun seorang kenek bis kota yang terkenal keras dan urakan, Rani masih menyimpan selaksa kelembutan di hatinya.Rani tidak sejelek perkiraannya ketika dia menghajar bang Zulham di bis kota tampa ampun karena ongkosnya kurang seribu perak.&lt;br /&gt;Pada hari kedelapan Rani menjalani pesakitannya di atas ranjang rumah sakit, Nadia datang bersama kedua orang tuanya yang baru pulang dari luar kota bersama bang Zulham yang selalu setia menjaga rumah ketia Nadia menjaga rani di rumah sakit.mereka sangat senang melihat Rani yang sudah baikan walaupun kepalanya masih dilingkari perban. Rani sudah bisa bercanda seperti dulu lagi, ketika dia menjadi kenek bus kota yang penuh dengan canda tawa. Keluarga Nadia akan senang menerimanya sebagai keluarga, menemani Nadia yang sebentar lagi akan sering sendiri di rumah karena abangnya pun akan kerja di luar daerah.&lt;br /&gt;Bang Zulham yang yang mengambil duduk agak jauh dari ranjang melihat Rani penuh penasaran. Dia seakan-akan pernah melihat wajah Rani yang masih dililit perban. Dia berusaha keras mengingat dimana terakhir kali dia berjumpa dengan sosok wanita yang ada di hadapannya. Tapi entah di mana, dia lupa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak berketombean.&lt;br /&gt;# # #&lt;br /&gt;Sekarang Nadia sudah tinggal bersama keluarga Nadia di rumahnya yang mewah. Nadia langsung yang memintanya untuk tinggal di rumahnya. Segala urusan keuangan ditanggung oleh keluarga nadia yang baik termasuk biaya kuliahnya yang akan dia tempuh pada ajaran baru ini.&lt;br /&gt;Pak Karyo yang selama seminggu lebih uring-uringan mencari kabar Rani yang hilang entah kemana baru diberi tahu tentang keadaan rani setelah Rani benar-benar sembuh dari luka-lukanya. Mulanya pak karyo sangat marah mendengar bahwa Rani menjadi korban kenakalan teman-teman laki-lakinya sesama bus kota yang pada malam itu sengaja kumpul untuk menjahilinya. Tapi rani tidak ingin mengungkit masa lalunya yang suram. Yang berlau biarlah berlalu. Semua yang terjadi bukanlah kesalahan mereka semata tetapi juga kesalahan Rani yang salah dalam bergaul. Akhirnya paman Karyo mampu menerima keputusan Rani dengan lapang dada.&lt;br /&gt;# # #&lt;br /&gt;Tahun ajaran baru hampir tiba. Rani sibuk mempersiapkan syarat-syarat untuk masuk kuliah.&lt;br /&gt;Pagi ini rencananya Rani beserta Nadia dan bang Zulham akan berangkat bersama-sama mengantarkan Rani untuk mendaftar kuliah. Selepas makan pagi mereka langsung cabut menuju tempat pendaftaranmahasiswa baru. Bang Zulham dan Nadia sangat perhatian dengan Rani Cewek yang sudah memakai jilbab tapi masih centil dan lincah saja gayanya.&lt;br /&gt;“Bang Zul! Kita ngak naik mobil pribadi?” Tanya Rani sebelum meninggalkan rumah. “Kan mubazir ada mobil sendiri kok naik kendaraan umum.” Sambil menunjuk kearah mobil pribadi yang diparkir di garasi rumah.&lt;br /&gt;“Minyaknya kagak ada.” Jawab bang Zulham sekenanya.&lt;br /&gt;“Ngak! Bang Zulhamnya yang kagak bisa nyopir.” Nadia langsung menimpali. “Semenjak sopir kita berhenti dua minggu yanglalu tuh mobil udah kayak besi buruk,ngak pernah dipakai lagiRin.”&lt;br /&gt;“Eh loh buka buka kartu aja.” Bang Zulham agak memerah mukanya.&lt;br /&gt;“Ntar besok-besok kalo ngak ada sopir baru, biar Rani aja yang nyopir bang, Rani bisa.” Rani terus terang dengan penuh percaya diri.&lt;br /&gt;“Kamu bisa nyopir dari mana Rin?” Tanya Bang Zulham sedikit tidak percaya. “Kamu mantan sopir yah? Atau…” Bang Zulham berusaha keras berfikir.&lt;br /&gt;“Ah ngak! Maksudnya Rani bisa belajar Bang.”&lt;br /&gt;“Ooo gitu! Kalo gitu Abang juga bisa.” Bang Zulham tak mau kalah.&lt;br /&gt;Sesampai di pinggir jalan ketiga anak manusia itu menunggu lama sampai ada bus kota yang sepi dari penumpang. Tapi pagi itu seluruh isi kota seperti bergolak. Seluruh manusia tumpah ruah ke jalan bagaikan air bah. Tidak ada angkutan umum yang sepi dari penumpang.&lt;br /&gt;“Bang Zul! Sampai kapan kita berdiri disini. Dari tadi sudah berapa mobil yang lewat, kagak bakalan ada yang kosong bang. Berdiri aja bang, sekalian olah raga pagi.” Rani membujuk Bang Zulham yang tampak gusar menunggu lama. Akhirnya dengan terpaksa mereka naik ke dalam bis yang penuh dengan penumpang. Mereka berdiri di tengah kerumaunan penumpang lainnya. Rani lebih memilih berdiri dipinggir pintu supaya lebih leluasa menghirup udara pagi walaupun telah terpolusi. Rani teringat dengan profesinya dulu sebagai kenek bis kota.&lt;br /&gt;“Yoh, Bulus, Bulus,Buluuus!” teriak Rani dengan suara lantang kepada para pejalan kaki yang ngetem di pinggir jalan.&lt;br /&gt;“Nad! Abang baru ingat, dia kenek wanita yang dulu menghajar abangkan?” Bang Zulham seperti baru menemukan lembaran filenya yang hilang.&lt;br /&gt;“Ah, masak si Bang? Ranikan orangnya memang suka aneh.” Nadia menundukkan pandanagn dari mata abangnya yang penuh keseriusan meminta kejujuran nadia. “Wah, ketahuan juga aslinya si Rani.” Bisik Nadia dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-1201732618746390859?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1201732618746390859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1201732618746390859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/rani-di-atas-bis-kota.html' title='RANI DI ATAS BIS KOTA'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SdiKrrda3oI/AAAAAAAAAQE/gv7E3zxymF4/s72-c/kenek.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3968258273092221987</id><published>2009-03-20T22:22:00.002+07:00</published><updated>2009-03-20T22:23:41.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Istri Solehah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/R5CyJV-wSsI/AAAAAAAAACs/QNXn8WvC0ZE/s1600-h/istri+solehah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/R5CyJV-wSsI/AAAAAAAAACs/QNXn8WvC0ZE/s200/istri+solehah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156817446928140994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tersebutlah seorang istri yang shalehah di zaman Rasulullah SAW. Dia sangat taat kepada suami dan sangat pula cinta kepadanya. Pada suatu malam sang suami meminta kepada istrinya untuk membuatkan minuman hangat untuk menghangatkan diri. Namun karena air belum masak maka sang suami harus menunggu hingga air yang dimasak benar-benar matang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena kondisi badang yang sudah mengantuk akhirnya sang suami tertidur di atas kursi makan sambil bersender di atas meja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak lama kemudian sang istri membawa minuman yang telah diseduh dari dapur. Namun dia mendapatkan sang suami sudah tertidur pulas. Karena ketaatannya kepada suami akhirnya sang istri terus berdiri di samping sang suami sambil memegang minuman yang telah disediakannya untuk suami tercinta hingga fajar hampir menjelang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum fajar sang suami terbangun dari pulasnya. Dia terkejut melihat sang istri berdiri di sampingnya sambil memegang gelas minuman yang sudah dingin. Sang suami bertanya, “Sejak kapan kau berdiri disini istriku?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Sejak tadi malam.” Jawab sang istri dengan nada pelan. “Aku takut menggangu bila aku membangunkannku istirahatmu akan terganggu, dan aku juga takut jika engkau bangun kau tidak mendapatkan minuman yang kamu pinta. Karena itulah aku berdiri disini, kalau-kalau saja kau bangun di tengah malam, namun kau baru bangun sekarang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sang suami sangat terharu mendengar penuturan yang lembut dari istrinya. Di dalam hati dia sangat bersyukur kepada Allah telah dikaruniai istri yang sangat taat kepada suami lagi baik budinya. “Istriku, pintalah apa saja dariku, aku akan mengabulkannya. ini adalah hadiah dariku atas kebaikan hatimu kepadaku.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Baiklah suamiku, karena engkau telah berjanji akan mengabulkan apa saja yang aku pinta, maka aku akan meminta satu permintaan saja kepadamu.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Apa itu istriku, sebutkanlah!” pinta sang suami tidak sabaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ceraikan aku sekarang juga!” Pinta sang istri tegas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagai disambar petir di siang bolong, sang suami tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Hatinya sangat kecewa. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3968258273092221987?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3968258273092221987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3968258273092221987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/istri-solehah.html' title='Istri Solehah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/R5CyJV-wSsI/AAAAAAAAACs/QNXn8WvC0ZE/s72-c/istri+solehah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-2252390029701728220</id><published>2009-03-20T22:20:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T09:04:17.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tilawah'/><title type='text'>Surah Yusuf ayat 111</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/fDWF26lacms&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/fDWF26lacms&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;| &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah-al-fatihah-hasan.html"&gt;1&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bacaan-al-fatihah-herman-hs.html"&gt;2&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/qiroah-al-fatihah.html"&gt;3&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/surah-yusuf-ayat-111.html"&gt;4&lt;/a&gt; |&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-2252390029701728220?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/2252390029701728220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/2252390029701728220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/surah-yusuf-ayat-111.html' title='Surah Yusuf ayat 111'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-654484279931917451</id><published>2009-03-20T22:19:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T09:04:30.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tilawah'/><title type='text'>Qiro'ah Al Fatihah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="350"&gt; &lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tUbVZy5KFdQ"&gt;  &lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tUbVZy5KFdQ" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;  &lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/100426037/al-fatihah.wmv.html"&gt;Download Tilawah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;| &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah-al-fatihah-hasan.html"&gt;1&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bacaan-al-fatihah-herman-hs.html"&gt;2&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/qiroah-al-fatihah.html"&gt;3&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/surah-yusuf-ayat-111.html"&gt;4&lt;/a&gt; |&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-654484279931917451?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/654484279931917451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/654484279931917451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/qiroah-al-fatihah.html' title='Qiro&apos;ah Al Fatihah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3442601455757898124</id><published>2009-03-20T22:18:00.003+07:00</published><updated>2009-03-21T09:04:44.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tilawah'/><title type='text'>Bacaan Al Fatihah Herman. hs</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/YPngvnh0_Lo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/YPngvnh0_Lo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;| &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah-al-fatihah-hasan.html"&gt;1&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bacaan-al-fatihah-herman-hs.html"&gt;2&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/qiroah-al-fatihah.html"&gt;3&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/surah-yusuf-ayat-111.html"&gt;4&lt;/a&gt; |&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3442601455757898124?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3442601455757898124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3442601455757898124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bacaan-al-fatihah-herman-hs.html' title='Bacaan Al Fatihah Herman. hs'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8020099572170005108</id><published>2009-03-20T22:14:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T09:05:03.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tilawah'/><title type='text'>Tilawah Al Fatihah Hasan</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zuRTWxpnglU&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/zuRTWxpnglU&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;| &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah-al-fatihah-hasan.html"&gt;1&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/bacaan-al-fatihah-herman-hs.html"&gt;2&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/qiroah-al-fatihah.html"&gt;3&lt;/a&gt; |  &lt;a href="http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/surah-yusuf-ayat-111.html"&gt;4&lt;/a&gt; |&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8020099572170005108?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8020099572170005108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8020099572170005108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/tilawah-al-fatihah-hasan.html' title='Tilawah Al Fatihah Hasan'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-67623369320802356</id><published>2009-03-11T16:47:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T21:35:29.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisdom'/><title type='text'>Think positive in calamity!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;" class="entry"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Human at this world not may be always feels delight and Comfort. But this world likes a ball then rolling, Sometimes that ball is rolling downwards, Sometimes he is rolling to on. Sometimes we feel joy and When does other we feel sadness. We are befalled by calamities avalanche. Begining from calamity that befall Our body, Our Feeling, Our family, Our soc&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SbGxGl_0aII/AAAAAAAAAI0/xpyMl4iGLKA/s1600-h/sedih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SbGxGl_0aII/AAAAAAAAAI0/xpyMl4iGLKA/s320/sedih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310220162483644546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;iety is even nation calamity in general. That’s necessity life that must we pass by at this world.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Calamity can come in so many form. Calamity not identical with calamity that befall physical somebody. There calamity that befall feeling. Even this calamity heavier than physical calamity likes; wound, Fire and Others. when Our hand is wounded so many medicines that can we buy, But when Our heart is wounded so where does medicine can We look for. Such long proverb word.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;My brother,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Although calamity that befall somebody comes according to avalanche, But a wise, Always see every thing that happened as an incoming kindness from God. When he gets kindness, So that kindness is good for him, and when he is befalled a calamity, So that calamity is a kindness for him.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;How can it happen? . . Here’s question, every individual must detect the answer. Calamity and Kindness beside God is a comfort. That’s the answer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;My brother!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Necessary we comprehend well, That comfort not one, Sometimes that comfort is something that formed ins pleasure. Often happen, When a friend get comfort like to get salary addition, Getting salary bonuses or Even suddenly get money millions dollar and Others, We say that comfort for him is incoming from God. “Luck the destiny, Luck once he! God endowed him”. But when we hear a friend entering hospital, Because of stomach ill and the Illness is certain bravo ill. Day after day he stays hospital iron bed, We say this is a torment for him because he has done this and That. At least we say this a test for him.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;We never say that incoming calamity is as a taste from God. Calamity that befall basically be sin eraser ever we do. More and more calamity we feel, &lt;span style="font-size:x-small;"&gt;More and so more terrible the smarting more also our sins that is  abolished. &lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;My brother!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Not this be a big comfort ? . . .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Losing a part of our sin because of disease, wound, sadness, misgive, it Means some of our steps have gone away from hell’s door and Some of our steps have approached to heaven’s door. There is no a comfort very disered by the sinner servant except God mercy, so that he abolishes sins ever he done. And one of the sin eraser is calamity that we feel at this world. Let us changing our perception towards calamity. Saying calamity as a comfort, So that we always positive Thinking to Our God and Getting abolition because a calamity.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-67623369320802356?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/67623369320802356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/67623369320802356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/03/think-positive-in-calamity_11.html' title='Think positive in calamity!'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SbGxGl_0aII/AAAAAAAAAI0/xpyMl4iGLKA/s72-c/sedih.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-8877970694302350189</id><published>2009-02-07T22:48:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T21:36:01.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Pencuri sepuluh ekor keledai yang dungu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang dungu mencuri sepuluh ekor keledai. Satu di antara keledai-keledai yang dicurinya itu dipakai sebagai tunggangan. Dari atas keledai tunggangannya ia menghitung jumlah keledai curiannya. Namun keledai-keledai yang dihitungnya Cuma berjumlah sembilan ekor. Sang pencuri dungu itu hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung. Kemudian dia turun dari keledai tunggangannya dan mencoba menghitung seluruh keledai yang dicurinya untuk kedua kali. Setelah dihitung dengan seksama sang pencuri dungu mendapatkan seluruh keledainya berjumlah sepuluh. Lalu dia berkata, “kalau begitu lebih baik aku berjalan kaki dan untung satu ekor keledai dari pada aku menunggangi keledai dan rugi satu ekor keledai.”&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-8877970694302350189?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8877970694302350189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/8877970694302350189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/02/pencuri-sepuluh-ekor-keledai-yang-dungu.html' title='Pencuri sepuluh ekor keledai yang dungu'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-4511081381191547550</id><published>2009-01-20T22:46:00.005+07:00</published><updated>2009-05-09T22:42:21.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Setiap orang memiliki kelebihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgWkNJx2MHI/AAAAAAAAAXY/vezo3wyZoSY/s1600-h/sampan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgWkNJx2MHI/AAAAAAAAAXY/vezo3wyZoSY/s320/sampan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333849879560466546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang ahli bahasa pada suatu hari ingin melakukan perjalanan laut. Dia ingin memberikan pelajaran bahasa kepada anak-anak di sebuah pulau terpencil yang tidak bisa dijangkau kecuali dengan menggunakan kapal kecil. Dengan membawa perbekalan secukupnya dia pergi menuju pelabuhan yang biasa digunakan oleh beberapa nelayan kecil sebagai tempat mangkal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;           Sesampai di pelabuhan sang ahli bahasa memilih untuk menumpang di kapal kecil yang dikemudiakan oleh seorang bapak tua yang sudah berkepala lima. Bapak tua itu dari tampangnya tidak pernah mengenyam bangku sekolahan. Dari kecil dia hanya bergelut di seputar laut, kapal dan kayuh. Sehingga wajar jika bahasanya agak sedikit kacau.&lt;br /&gt;          Sebelum melepaskan kapalnya dari pelabuhan, bapak tua itu berkata dengan lantangnya, ”ayo, berangkatlah kita!”&lt;br /&gt;          Mendengar kalimat yang tidak tersusun rapi dari bapak tua itu, sang ahli bahasa yang merasa telinganya gatal mendengarkan kalimat itu bertanya dengan nada menyindir, ”Hai bapak tua, apakah kamu pernah belajar Gramatika?”&lt;br /&gt;Tidak pernah. ”jawab bapak tua itu polos.&lt;br /&gt;”Kalau begitu kamu sudah menyia-nyiakan separoh hidupmu.” sang ahli bahasa menimpali.&lt;br /&gt;          Setelah kapal kecil yang membawa ahli bahasa dan sang bapak tua sudah berlayar jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba langit menjadi kelam ditutupi awan hitam. Angin bertiup dengan kencangnya. Ombak laut seperti akan tumpah ke darat. Kapal yang ditumpangi sang ahli bahasa terombang-ambing di antara ombak laut yang ganas. Bahkan air laut pun sudah menggenangi bagian dalam kapal.&lt;br /&gt;          Disaat-saat kapal sudah mau terbalik, sang bapak tua bertanya kepada ahli bahasa, ”Apakah kamu pernah belajar berenang?”&lt;br /&gt;”Tidak pernah!” jawab sang ahli bahasa dengan rasa cemas.&lt;br /&gt;”Kalau begitu, hari ini kamu akan kehilangan hidupmu.” sang nelayan tua menimpali sambil melompat dari kapal sebelum kapal tenggelam dihantam ombak lautan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;@@@&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Kelebihan yang dimiliki oleh seseorang tidak selamanya ada pada orang lain. Namun bukan berarti orang lain tidak memiliki kelebihan. Sebagaimana Allah menciptakan makhluknya dalam bentuk yang beragam, Allah pula memberikan kelebihan yang beragam pada setiap mereka. Begitulah hakikatnya, bahwa setiap kita memiliki kelebihan masing-masing.&lt;br /&gt;Namun terkadang kelebihan yang ada pada diri kita membuat kita merasa sombong terhadap orang lain. Mengapa? Karena kita hanya melihat kelebihan yang ada pada diri kita. Kita tidak melihat kelebihan yang ada pada orang lain. Seakan-akan kelebihan itu hanya ada pada diri kita. Dan seolah-olah kita tidak memilik kekurangan sedikit pun.&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa kesombongan telah mengeluarkan iblis dari sorga. Kesombongan telah meneggelamkan Fir’aun di dalam laut merah. Kesombongan telah menghancur-luluhkan pasukan bergajah Abrahah. Kesombongan Abu Jahal dan Abu Lahab telah menghalangi diri mereka dari hidayah. Karena sombong orang jadi hina. Dijauhi oleh teman, saudara dan keluarga. Karena sombong rahmat Allah yang dirasakan menjadi hilang dan sirna. Karena sombong, Allah jadi murka.&lt;br /&gt;          Betapa banyak kebenaran yang kita tolak karena kebenaran itu datang dari seorang yang miskin harta. Berapa banyak kebaikan yang tersia-siakan hanya karena yang memberikan teladan status sosialnya lebih rendah dari kita. Betapa banyak kebenaran yang kita remehkan hanya karena kebenaran itu berasal dari orang yang lebih muda usia. Kesombongan membuat kita selalu menilai orang lain hina dan memandang mereka sebelah mata. Karena kesombongan, betapa banyak waktu yang berlalu dengan sia-sia tanpa tambahan pahala.&lt;br /&gt;          Di balik kesombongan ada kekurangan. Secara psikologis kesombongan merupakan sikap untuk menutupi kekurangan dan kelemahan diri. Untuk menutupi kelemahan dan kekurangan itulah seseorang bersikap sombong agar nampak sempurna di mata orang lain. Iblis yang dimurkai Allah menyombongkan diri dihadapan Adam karena dia sadar bahwa dirinya tidak sebanding dengan Adam. Allah SWT mengajarkan kepada Adam semua nama-nama yang ada di dunia ini sedangkan Iblis tidak. Iblis berusaha menutupi kekurangannya dengan mengatakan, “Aku lebih baik dari dia, Engkau (Allah) ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.”&lt;br /&gt;          Kisah terbunuhnya Habil oleh saudaranya sendiri Qobil juga bermula dari kesombongan. Qobil yang merasa dirinya lebih kaya dari Habil tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya ketika Allah menerima kurban milik Habil dan tidak menerima kurban miliknya. Sehingga untuk menutupi kekecewaan itu dia tega membunuh sodaranya sendiri.&lt;br /&gt;          Tidak ada yang bisa kita sombongkan karena semua yang ada ini bukan milik kita. Kita terkadang merasa sombong karena ilmu yang kita kuasai. Tapi pernahkah kita sadar, sewaktu dilahirkan kita tidak tahu apa-apa. Kita terlahir tanpa membawa apa-apa. Hanya tangisan diiringi bercak darah. Kita terkadang sombong karena harta yang berlimpah. Karena kita tidak sadar, saat kita meninggal dunia nanti kita tidak membawa apapun seperti dahulu ketika kita lahir ke dunia tanpa memakai sehelai benang pun di badan. Kita terkadang merasa sombong karena ketampanan dan kecantikan yang kita miliki. Orang-orang mengagumi, mengelu-elukan dan menyanjung kita dimanapun dan kapanpun kita berada. Namun dua meter saja kita sudah tidur di dalam tanah, mereka akan pergi meninggalkan jasad kita yang sebentar lagi akan rapuh dimakan cacing dan ulat tanah.&lt;br /&gt;          Hanya yang memiliki saja yang boleh sombong di dunia ini. Kita sombong karena kita merasa telah memiliki segalanya; Rumah megah, mobil mewah, berhektar tanah dan sawah, , istri yang cantik lagi solehah, anak-anak dan harta yang melimpah ruah dan semua yang wah-wah.  Tapi kita tidak sadar, diri kita sendiri saja bukan milik kita. Inilah contoh yang terdekat, ketika kita tidur ada banyak organ tubuh yang tidak bisa kita suruh tidur, tentu karena mereka bukan milik kita. Jantung kita masih terus berdetak, aliran darah kita masih terus mengalir, paru-paru kita masih tetap bernafas, tangan dan kaki kita terkadang bergerak kemana-mana tanpa kita sadari. Semua organ tubuh itu akan berhenti bekerja jika dimatikan oleh yang punya. Dialah Allah SWT yang Maha Kuasa, Dialah Allah SWT yang Memiliki segalanya dan Dialah satu-satunya yang berhak untuk sombong.&lt;br /&gt;          Tidak ada orang yang tidak marah jika haknya diambil oleh orang lain. Sampai-sampai ada orang yang memperkarakan masalah pencaplokan hak ini sampai ke meja hijau. Allah SWT sebagai pencipta alam semesta lebih pantas untuk marah dan murka terhadap orang-orang yang mencaplok hak-Nya.  Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA, Allah SWT berkata, “Kesombongan adalah jubahku dan keagungan adalah sarungku, siapa saja yang mengambil dariku salah satu dari keduanya, Aku lemparkan dia ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;          Untuk menghilangkan sifat sombong di dalam diri, kita harus menanamkan keyakinan bahwa setiap makhluq ciptaan Allah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh oang lain. Namun jangan lupa, ada banyak hal yang orang lain bisa kerjakan, kita tidak mampu melakukannya. Ada banyak sifat yang ada pada diri kita dan tidak ada pada diri orang lain. Namun masih banyak lagi sifat yang ada pada orang lain, namun tidak ada pada diri kita.&lt;br /&gt;          Imam Syafi’i, walaupun dengan keilmuannya yang luar biasa, dia tidak mengaku sebagai orang yang paling benar. Karena dia sadar bahwa di dalam dirinya masih terdapat kekurangan. Ada banyak kelebihan dalam dirinya, namun dia sadar bahwa masih banyak sekali kelebihan yang ada pada orang lain dan tidak ada pada dirinya. Sikap tawadu’ inilah yang akhirnya membuat Imam Syafi’i pernah berkata, ”Pendapatku benar, namun masih mengandung kesalahan. Dan pendapat orang lain salah, namun mengandung kebenaran.”&lt;br /&gt;          Agar kita tidak pernah menyombongkan diri terhadap orang lain, ada baiknya kita terapkan nasehat dari seorang tabiin ternama, Hasan Al Bashri. Dia berkata dalam sebuah nasehatnya, ”Ketika Kamu keluar dari pintu rumahmu, maka janganlah kamu menjumpai seorang muslim pun kecuali kamu melihat bahwa dia memiliki kelebihan atas dirimu.”&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-4511081381191547550?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4511081381191547550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4511081381191547550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/01/setiap-orang-memiliki-kelebihan.html' title='Setiap orang memiliki kelebihan'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/SgWkNJx2MHI/AAAAAAAAAXY/vezo3wyZoSY/s72-c/sampan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-1509666822496675504</id><published>2009-01-20T22:46:00.004+07:00</published><updated>2009-05-09T22:10:30.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Setiap orang memiliki kelebihan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Seorang ahli bahasa pada suatu hari ingin melakukan perjalanan laut. Dia ingin memberikan pelajaran bahasa kepada anak-anak di sebuah pulau terpencil yang tidak bisa dijangkau kecuali dengan menggunakan kapal kecil. Dengan membawa perbekalan secukupnya dia pergi menuju pelabuhan yang biasa digunakan oleh beberapa nelayan kecil sebagai tempat mangkal.&lt;br /&gt;          Sesampai di pelabuhan sang ahli bahasa memilih untuk menumpang di kapal kecil yang dikemudiakan oleh seorang bapak tua yang sudah berkepala lima. Bapak tua itu dari tampangnya tidak pernah mengenyam bangku sekolahan. Dari kecil dia hanya bergelut di seputar laut, kapal dan kayuh. Sehingga wajar jika bahasanya agak sedikit kacau.&lt;br /&gt;          Sebelum melepaskan kapalnya dari pelabuhan, bapak tua itu berkata dengan lantangnya, ”ayo, berangkatlah kita!”&lt;br /&gt;          Mendengar kalimat yang tidak tersusun rapi dari bapak tua itu, sang ahli bahasa yang merasa telinganya gatal mendengarkan kalimat itu bertanya dengan nada menyindir, ”Hai bapak tua, apakah kamu pernah belajar Gramatika?”&lt;br /&gt;Tidak pernah. ”jawab bapak tua itu polos.&lt;br /&gt;”Kalau begitu kamu sudah menyia-nyiakan separoh hidupmu.” sang ahli bahasa menimpali.&lt;br /&gt;          Setelah kapal kecil yang membawa ahli bahasa dan sang bapak tua sudah berlayar jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba langit menjadi kelam ditutupi awan hitam. Angin bertiup dengan kencangnya. Ombak laut seperti akan tumpah ke darat. Kapal yang ditumpangi sang ahli bahasa terombang-ambing di antara ombak laut yang ganas. Bahkan air laut pun sudah menggenangi bagian dalam kapal.&lt;br /&gt;          Disaat-saat kapal sudah mau terbalik, sang bapak tua bertanya kepada ahli bahasa, ”Apakah kamu pernah belajar berenang?”&lt;br /&gt;”Tidak pernah!” jawab sang ahli bahasa dengan rasa cemas.&lt;br /&gt;”Kalau begitu, hari ini kamu akan kehilangan hidupmu.” sang nelayan tua menimpali sambil melompat dari kapal sebelum kapal tenggelam dihantam ombak lautan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;@@@&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Kelebihan yang dimiliki oleh seseorang tidak selamanya ada pada orang lain. Namun bukan berarti orang lain tidak memiliki kelebihan. Sebagaimana Allah menciptakan makhluknya dalam bentuk yang beragam, Allah pula memberikan kelebihan yang beragam pada setiap mereka. Begitulah hakikatnya, bahwa setiap kita memiliki kelebihan masing-masing.&lt;br /&gt;Namun terkadang kelebihan yang ada pada diri kita membuat kita merasa sombong terhadap orang lain. Mengapa? Karena kita hanya melihat kelebihan yang ada pada diri kita. Kita tidak melihat kelebihan yang ada pada orang lain. Seakan-akan kelebihan itu hanya ada pada diri kita. Dan seolah-olah kita tidak memilik kekurangan sedikit pun.&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa kesombongan telah mengeluarkan iblis dari sorga. Kesombongan telah meneggelamkan Fir’aun di dalam laut merah. Kesombongan telah menghancur-luluhkan pasukan bergajah Abrahah. Kesombongan Abu Jahal dan Abu Lahab telah menghalangi diri mereka dari hidayah. Karena sombong orang jadi hina. Dijauhi oleh teman, saudara dan keluarga. Karena sombong rahmat Allah yang dirasakan menjadi hilang dan sirna. Karena sombong, Allah jadi murka.&lt;br /&gt;          Betapa banyak kebenaran yang kita tolak karena kebenaran itu datang dari seorang yang miskin harta. Berapa banyak kebaikan yang tersia-siakan hanya karena yang memberikan teladan status sosialnya lebih rendah dari kita. Betapa banyak kebenaran yang kita remehkan hanya karena kebenaran itu berasal dari orang yang lebih muda usia. Kesombongan membuat kita selalu menilai orang lain hina dan memandang mereka sebelah mata. Karena kesombongan, betapa banyak waktu yang berlalu dengan sia-sia tanpa tambahan pahala.&lt;br /&gt;          Di balik kesombongan ada kekurangan. Secara psikologis kesombongan merupakan sikap untuk menutupi kekurangan dan kelemahan diri. Untuk menutupi kelemahan dan kekurangan itulah seseorang bersikap sombong agar nampak sempurna di mata orang lain. Iblis yang dimurkai Allah menyombongkan diri dihadapan Adam karena dia sadar bahwa dirinya tidak sebanding dengan Adam. Allah SWT mengajarkan kepada Adam semua nama-nama yang ada di dunia ini sedangkan Iblis tidak. Iblis berusaha menutupi kekurangannya dengan mengatakan, “Aku lebih baik dari dia, Engkau (Allah) ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.”&lt;br /&gt;          Kisah terbunuhnya Habil oleh saudaranya sendiri Qobil juga bermula dari kesombongan. Qobil yang merasa dirinya lebih kaya dari Habil tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya ketika Allah menerima kurban milik Habil dan tidak menerima kurban miliknya. Sehingga untuk menutupi kekecewaan itu dia tega membunuh sodaranya sendiri.&lt;br /&gt;          Tidak ada yang bisa kita sombongkan karena semua yang ada ini bukan milik kita. Kita terkadang merasa sombong karena ilmu yang kita kuasai. Tapi pernahkah kita sadar, sewaktu dilahirkan kita tidak tahu apa-apa. Kita terlahir tanpa membawa apa-apa. Hanya tangisan diiringi bercak darah. Kita terkadang sombong karena harta yang berlimpah. Karena kita tidak sadar, saat kita meninggal dunia nanti kita tidak membawa apapun seperti dahulu ketika kita lahir ke dunia tanpa memakai sehelai benang pun di badan. Kita terkadang merasa sombong karena ketampanan dan kecantikan yang kita miliki. Orang-orang mengagumi, mengelu-elukan dan menyanjung kita dimanapun dan kapanpun kita berada. Namun dua meter saja kita sudah tidur di dalam tanah, mereka akan pergi meninggalkan jasad kita yang sebentar lagi akan rapuh dimakan cacing dan ulat tanah.&lt;br /&gt;          Hanya yang memiliki saja yang boleh sombong di dunia ini. Kita sombong karena kita merasa telah memiliki segalanya; Rumah megah, mobil mewah, berhektar tanah dan sawah, , istri yang cantik lagi solehah, anak-anak dan harta yang melimpah ruah dan semua yang wah-wah.  Tapi kita tidak sadar, diri kita sendiri saja bukan milik kita. Inilah contoh yang terdekat, ketika kita tidur ada banyak organ tubuh yang tidak bisa kita suruh tidur, tentu karena mereka bukan milik kita. Jantung kita masih terus berdetak, aliran darah kita masih terus mengalir, paru-paru kita masih tetap bernafas, tangan dan kaki kita terkadang bergerak kemana-mana tanpa kita sadari. Semua organ tubuh itu akan berhenti bekerja jika dimatikan oleh yang punya. Dialah Allah SWT yang Maha Kuasa, Dialah Allah SWT yang Memiliki segalanya dan Dialah satu-satunya yang berhak untuk sombong.&lt;br /&gt;          Tidak ada orang yang tidak marah jika haknya diambil oleh orang lain. Sampai-sampai ada orang yang memperkarakan masalah pencaplokan hak ini sampai ke meja hijau. Allah SWT sebagai pencipta alam semesta lebih pantas untuk marah dan murka terhadap orang-orang yang mencaplok hak-Nya.  Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA, Allah SWT berkata, “Kesombongan adalah jubahku dan keagungan adalah sarungku, siapa saja yang mengambil dariku salah satu dari keduanya, Aku lemparkan dia ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;          Untuk menghilangkan sifat sombong di dalam diri, kita harus menanamkan keyakinan bahwa setiap makhluq ciptaan Allah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh oang lain. Namun jangan lupa, ada banyak hal yang orang lain bisa kerjakan, kita tidak mampu melakukannya. Ada banyak sifat yang ada pada diri kita dan tidak ada pada diri orang lain. Namun masih banyak lagi sifat yang ada pada orang lain, namun tidak ada pada diri kita.&lt;br /&gt;          Imam Syafi’i, walaupun dengan keilmuannya yang luar biasa, dia tidak mengaku sebagai orang yang paling benar. Karena dia sadar bahwa di dalam dirinya masih terdapat kekurangan. Ada banyak kelebihan dalam dirinya, namun dia sadar bahwa masih banyak sekali kelebihan yang ada pada orang lain dan tidak ada pada dirinya. Sikap tawadu’ inilah yang akhirnya membuat Imam Syafi’i pernah berkata, ”Pendapatku benar, namun masih mengandung kesalahan. Dan pendapat orang lain salah, namun mengandung kebenaran.”&lt;br /&gt;          Agar kita tidak pernah menyombongkan diri terhadap orang lain, ada baiknya kita terapkan nasehat dari seorang tabiin ternama, Hasan Al Bashri. Dia berkata dalam sebuah nasehatnya, ”Ketika Kamu keluar dari pintu rumahmu, maka janganlah kamu menjumpai seorang muslim pun kecuali kamu melihat bahwa dia memiliki kelebihan atas dirimu.”&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-1509666822496675504?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1509666822496675504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/1509666822496675504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/01/setiap-orang-memiliki-kelebihan_20.html' title='Setiap orang memiliki kelebihan'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-618410648603853046</id><published>2009-01-18T11:12:00.003+07:00</published><updated>2009-03-20T21:37:19.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Suami yang dicintai Allah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:180%;"&gt;“Suamiku!... pernahkah engkau mendengar Rasulullah bersabda, “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mengujinya.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang istri yang shalehah di zaman Rasulullah SAW. Dia sangat taat kepada suami dan sangat pula cinta kepadanya. Pada suatu malam sang suami meminta kepada istrinya untuk membuatkan minuman hangat sekedar untuk menghangatkan diri. Namun karena air belum masak maka sang suami harus menunggu hingga air yang dimasak benar-benar matang.&lt;br /&gt;Karena kondisi badan yang sudah mengantuk akhirnya sang suami tertidur di atas kursi makan sambil bersender di atas meja. Tak lama kemudian sang istri membawa minuman yang telah diseduh dari dapur. Namun dia mendapatkan sang suami sudah tertidur pulas. Karena ketaatannya kepada suami akhirnya sang istri terus berdiri di samping sang suami sambil memegang minuman yang telah disediakannya untuk suami tercinta hingga fajar hampir menjelang.&lt;br /&gt;Sebelum fajar sang suami terbangun dari pulasnya. Dia terkejut melihat sang istri berdiri di sampingnya sambil memegang gelas minuman yang sudah dingin. Sang suami bertanya, “Sejak kapan kau berdiri disini istriku?”&lt;br /&gt;“Sejak tadi malam.” Jawab sang istri dengan nada pelan.&lt;br /&gt;“Aku khawatir akan menggangu istirahatmu bila aku membangunkanmu, dan aku juga takut jika engkau bangun kau tidak mendapatkan minuman yang kamu pinta. Karena itulah aku berdiri disini, kalau-kalau saja kau bangun di tengah malam, namun kau baru bangun sekarang.”&lt;br /&gt;Sang suami sangat terharu mendengar penuturan yang lembut dari istrinya. Di dalam hati dia sangat bersyukur kepada Allah telah dikaruniai istri yang sangat taat kepada suami lagi baik budinya. “Istriku, pintalah apa saja dariku, aku akan mengabulkannya. ini adalah hadiah dariku atas kebaikan hatimu kepadaku.”&lt;br /&gt;Tanpa berfikir panjang lagi, sang istri mengutarakan keinginannya, “Baiklah suamiku, karena engkau telah berjanji akan mengabulkan apa saja yang aku pinta, maka aku akan meminta satu permintaan saja kepadamu, tidak lebih.”&lt;br /&gt;“Apa itu istriku, sebutkanlah!” pinta sang suami tidak sabaran.&lt;br /&gt;“Ceraikan aku sekarang juga!” ….Pinta sang istri dengan tegas.&lt;br /&gt;Bagai disambar petir di siang bolong, sang suami tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Hatinya sangat kecewa. Hancur lebur seperti serpihan kaca yang pecah. Dia tidak menyangka istrinya akan meminta sesuatu yang berada di luar dugaannya.&lt;br /&gt;Karena tidak menerima permintaan istrinya, sang suami akhirnya mengajak sang istri bersama-sama pergi menghadap kepada Rasulullah untuk mengadukan permasalahan itu.&lt;br /&gt;Di dalam perjalanan, sang suami terjatuh kedalam sebuah lubang yang agak dalam sehingga kaki kanannya patah. Sang suami merintih menahan perih. Darah mengucur dari patahan tulang yang menyembul di permukaan kulitnya. Dengan dibantu sang istri, akhirnya dia bisa keluar dari lubang.&lt;br /&gt;Dengan keadaan yang tidak memungkinkan untuk berjalan, sang suami masih bersikeras untuk menghadap rasulullah. Namun sang istri memapahnya untuk berbalik arah pulang ke rumah.&lt;br /&gt;“mengapa kau memapahku pulang kembali kerumah?” Tanya sang suami keheranan dengan sikap istrinya. “bukankah kau tadi ingin diceraikan?...Ayo, bawa aku menghadap rasulullah!” pinta sang suami kepada istrinya dengan sedikit memaksa.&lt;br /&gt;“Aku tidak mau diceraikan.” Jawab sang istri sambil terus memapah sang suami pulang.&lt;br /&gt;“Ada apa denganmu?... dengan kondisiku yang cacat seperti sekarang ini, seharusnya kau lebih punya alasan untuk minta diceraikan. Aku sekarang hanyalah seorang suami yang hanya bisa duduk di atas kursi. Tidak bisa berkuda lagi. Aku hanya bisa berjalan dengan dibantu oleh sebatang kayu. Apakah kau masih mau bersuami sepertiku yang cacat ini?”&lt;br /&gt;“cukup… cukup sumiku!” Sang istri menghentikan jalannya.&lt;br /&gt;Kedua pasang anak manusia itu untuk sesaat terpaku dalam diam. Angin gurun yang panas tidak mereka hiraukan. Kedua-duanya bergulat dalam pikiran masing-masing. Sementara sang suami semakin perih merasakan lukanya.&lt;br /&gt;“Suamiku!... pernahkah engkau mendengar Rasulullah bersabda, “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mengujinya.”&lt;br /&gt;Sang suami tidak mengerti apa yang dimasudkan oleh istrinya. “Apa yang kau maksudkan?”&lt;br /&gt;“Suamiku!...Dulu, sebelum aku meminta diceraikan, Engkau hidup senang, semua yang engkau inginkan tersedia. Engkau tidak pernah mendapatkan ujian dari Allah sehingga Aku menyangka Engkau adalah seorang hamba yang tidak dicintai oleh Allah. Aku tidak mau memiliki suami yang tidak dicintai oleh Allah. Tapi sekarang aku yakin, Engkau adalah hamba yang dicintai oleh Allah. Allah mencintaimu dengan memberikan ujian ini kepadamu. Betapa besar pahala yang nanti akan aku dapatkan dengan mengabdikan diri kepada seorang suami yang dicintai Allah. Suamiku!... Aku akan semakin cinta kepadamu, dan Aku akan mendampingimu hingga akhir hayatmu.”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(terlepas dari kesohihan cerita ini, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran yang bermanfaat darinya).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-618410648603853046?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/618410648603853046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/618410648603853046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/01/suami-yang-dicintai-allah_17.html' title='Suami yang dicintai Allah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-3140378062658474516</id><published>2009-01-13T22:09:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T22:31:02.994+07:00</updated><title type='text'>Dunia bukan hanya sekedar lagu</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannyaolok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan (QS. Luqman: 6). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia bukanlah sekedar lagu yang dinyanyaikan. Dunia bukan sekedar bait syi’ir yang dilagukan. Generasi muda adalah target utama penyebaran virus jiwa ini, lagu yang melemahkan aqidah. Banyak sudah generasi muda yang tenggelam dalam alunan lagu. Mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lagukan. Hanya mengharapkan kesenangan dari alunan lagu. Mereka tidak pernah memikirkan dan mendalami makna setiap bait yang mereka lagukan. Disini saya mengangkat dua jempol tangan dan jempol kaki atas keberhasilan dunia industri musik yang telah berhasil melemahkan aqidah generasi muda islam. Bravo untuk industri permusikan!!!&lt;br /&gt;Jujur saya katakan, disebelah kosan tempat saya tinggal ada banyak anak kuliahan lain yang merantau mencari ilmu di Jakarta ini. Setiap pagi, malam bahkan setiap waktu senggang mereka selalu memutar lagu-lagu yang menurut saya tidak memiliki arti sama sekali.... Tidak membangkitkan jiwa kepada yang lebih baik... Tidak memberikan semangat.... Kebanyakan lagu yang saya dengar hanyalah berkutat pada masalah hubungan antar lawan jenis yang sedang dimabuk cinta. Sangat melankolis dan kalau saya boleh berterus terang sangat cengeng!!! Lagu-lagu seperti ini sudah menjadi kebiasaan mereka. Mereka selalu melantunkannya walaupun terkadang dengan suara yang serak dan tidak enak didengar... Lagu-lagu itu selalu diputar pada pagi dan sore hari sehingga sudah menjadi wirid dan zikir harian bagi mereka yang apabila ditinggalkan seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Cobalah sesaat untuk menyimak dengan baik apa yang terkandung dalam setiap bait lagu yang anda dengar. Kalau perlu siapkan alat tulis untuk menulis kata-kata yang anda senangi. Agar anda bisa memperhatikan maknanya lebih dalam. Setelah itu perhatikanlah setiap bait lagu yang anda tulis. Apakah bait lagu itu mengandung makna cinta kepada Allah. Apakah bait lagu itu mengandung makna doa kepada sang pencipta. Apakah lagu itu membuat anda ingat kepadaNya. Ingat bukan kepadanya. Disini saya menulis kata ’nya’ dengan huruf besar yang maknanya dikembalikan kepada Allah. Apakah lagu itu hanya berisikan tentang pemujaan kepada manusia dan lawan jenis. Seperti kata-kata,” aku mendendam rasa ini hingga kumati. Cintaku hanya untukmu. Tidak ada yang melebihi cintaku kepadamu.” dan masih banyak lagi kata-kata yang semakna dengan itu.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita menguji keabsahan lagu ini dari segi aqidah islam yang benar. Ada beberapa pertanyaan yang akan membawa anda kepada haikat tauhid yang benar tanpa harus saya ajarkan kepada anda apakah hakikat tauhid yang benar itu. Jika anda dengan jujur menjawab pertanyaan ini maka akan anda dapatkan hakikat tauhid yang benar. Pertanyaannya adalah; siapakah yang menciptakan kita dan seluruh dunia dan isinya ini?... Siapakah yang memberikan rizki kepada kita?...Siapakah nanti yang akan mengambil nyawa kita setelah sekian lama diizinkannya kita hidup beberapa saat di dunia ini?... kepada siapakah nanti kita akan kembali?...Jawabannya pasti ’Allah’.&lt;br /&gt;Saudaraku, jika yang menciptakan kita adalah Allah. Jika yang memberikan rizki ini adalah Allah. Jika nyawa ini nanti akan kemabali kepada Allah. Lantas Siapakah zat yang harus kita cintai lebih dari segalanya?...Jawabannya lagi-lagi adalah Allah.&lt;br /&gt;Maka sudah sewajarnya lah kata-kata ’hanya’ itu hanya untuk Allah. Khususnya lagi bila digabungkan dengan kata cinta, pengorbanan, hidupku, matiku dan kata-kata yang memiliki makna yang sama dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim sejati adalah orang yang mengatakan bahwa kematian adalah awal mula bertemu dengan sang kekasih. Ketakutan kita akan kematian lebih disebabkan karena kecintaan kita terhadap dunia secara berlebihan. Kita terlalu cinta dengan harta yang kita miliki. Kita terlalu dibuai dengan nikmatnya alunan lagu-lagu dan syair dunia yang melenakan. Lagu-lagu yang membuai kita dan membelai lembut tidur kita dalam alunan lagu cinta kepada lawan jenis. Alunan musik-musik dunia yang hanya membangkitkan kecintaan kepada dunia. Alunan lagu yang terkadang miskin makna dan hikmah. Bahkan tak jarang menghantarkan kita pada jurang kemusyrikan dan kekufuran. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-3140378062658474516?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3140378062658474516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/3140378062658474516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2009/01/dunia-bukan-hanya-sekedar-lagu.html' title='Dunia bukan hanya sekedar lagu'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-4648340393715134811</id><published>2008-12-24T05:17:00.006+07:00</published><updated>2009-03-29T10:14:24.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kenikmatan Yang Terlupakan</title><content type='html'>&lt;div style="background:url(http://i270.photobucket.com/albums/jj88/hermanmoslem/kincir1.gif) no-repeat right top; text-align:justify; font-size:100%; padding:10px"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ وَ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا يُصِيْبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ وَصَبٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; وَ لاَ هَمٍّ وَ لاَ حُزْنٍ&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَ لاَ أَذًى وَ لاَ غَمٍّ, حَتىَّ الشَوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Dari Abi sa’id dan Abi Hurairah RA dari Nabi SAW beliau bersabda, tidaklah seorang muslim ditimpa oleh keletihan, penyakit yang teus-menerus, kegundahan, kesedihan, sesuatu yang menyakitkan, dan kesusahan bahkan apabila duri menusuknya maka dengannya Allah akan menghapus sebagian dari dosa-dosanya. (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia di dunia ini tidak mungkin selalu merasakan kesenangan dan kenikmatan. Tetapi dunia ini bagaikan sebuah bola yang terus berputar, ada kalanya bola itu berputar ke bawah, ada kalanya dia berputar ke atas. Terkadang kita merasakan kegembiraan dan pada waktu yang lain kita merasakan kesedihan. Kita ditimpa oleh musibah-musibah yang bertubi-tubi. Mulai dari musibah yang menimpa badan dan jasmani kita, perasaan kita, keluarga kita, masyarakat kita bahkan musibah bangsa secara umum. Itulah sunnah kehidupan yang harus kita lalui di dunia ini.&lt;br /&gt;Musibah bisa datang dalam berbagai bentuk. Musibah tidak identik dengan musibah yang menimpa fisik seseorang. Ada musibah yang menimpa perasaan. Bahkan musibah ini terasa lebih berat ketimbang musibah fisik seperti luka, kebakaran dan lain-lain. Jika tangan terluka maka banyak obat yang bisa kita beli, tapi bila hati terluka maka kemana obat hendak dicari. Begitulah kata pepatah lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun musibah yang menimpa seorang muslim datang secara bertubi-tubi, tapi seorang muslim yang baik, selalu melihat segala hal yang terjadi sebagai sebuah kebaikan yang datangnya dari Allah. Jika dia mendapatkan kebaikan, maka kebaikan itu baik baginya, dan jika dia ditimpa sebuah musibah, maka musibah itu merupakan sebuah kebaikan baginya.&lt;br /&gt;Bagaimana hal itu bisa terjadi?.. inilah pertanyaan yang setiap individu harus mengetahui jawabannya. Musibah dan kebaikan di sisi Allah adalah sebuah kenikmatan. Itulah jawabannya.&lt;br /&gt;Saudaraku!&lt;br /&gt;Perlu kita pahami dengan baik, kenikmatan itu bentuknya tidaklah satu, yaitu berupa sesuatu yang menyenangkan hati. Sering terjadi, apabila seorang teman mendapatkan kenikmatan seperti mendapatkan tambahan gaji, mendapatkan bonus THR atau bahkan tiba-tiba saja mendapatkan uang segepok dan lain-lain, kita katakan itu adalah kenikmatan baginya yang datang dari Allah. Nasibnya mujur, beruntung sekali dia! Allah memberkahinya. Namun ketika kita mendengar seorang teman yang masuk rumah sakit, karena perutnya seperti dililit-lilit dan sakitnya pasti bukan kepalang sakit. Berhari-hari dia mendiami ranjang rumah sakit, kita katakan ini adalah sebuah azab baginya karena dia telah melakukan ini dan itu. Paling kurang kita mengatakan ini adalah sebuah cobaan baginya.&lt;br /&gt;Kita tidak pernah mengatakan musibah yang datang adalah sebagai nikmat dari Allah. Musibah yang minimpa pada dasarnya merupakan penghapus dosa yang pernah kita lakukan. Semakin banyak musibah yang kita rasakan, semakin dahsyat kepedihannya maka semakin banyak pula dosa-dosa kita yang dihapuskan.&lt;br /&gt;Saudaraku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukankah ini merupakan sebuah kenikmatan yang besar?...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhapusnya sebagian dosa kita karena penyakit, luka, kesedihan, rasa was-was, berarti beberapa langkah kita telah menjauh dari pintu neraka dan telah beberapa langkah kita mendekat ke pintu sorga. Tidak ada sebuah kenikmatan yang sangat didamba-dambakan seorang hamba yang berdosa kecuali rahmat Allah agar Ia menghapuskan dosa-dosa yang pernah dia lakukan. Dan salah satu penghapus dosa adalah musibah yang kita rasakan di dunia ini. Mari kita robah persepsi kita terhadap musibah. Katakanlah musibah sebagai sebuah kenikmatan, agar kita selalu Positif Thinking kepada Allah dan mendapatkan pengampunan dosa karena sebuah musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi sa’id dan Abi Hurairah RA dari Nabi SAW beliau bersabda, tidaklah seorang muslim ditimpa oleh keletihan, penyakit yang terus-menerus, kegundahan, kesedihan, sesuatu yang menyakitkan, dan kesusahan bahkan apabila duri menusuknya maka dengan (musibah-musibah itu) Allah akan menghapus sebagian dari dosa-dosanya. (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-4648340393715134811?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4648340393715134811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/4648340393715134811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/12/kenikmatan-yang-terlupakan.html' title='Kenikmatan Yang Terlupakan'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5049287339511451646</id><published>2008-12-20T00:27:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T21:39:06.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Sihir dalam pandangan Tauhid</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Secara bahasa sihir &lt;span style="font-size:130%;"&gt;السِّحْرُ&lt;/span&gt; bermakna &lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَا خَفِيَ وَلَطُفَ سَبَبُهُ&lt;/span&gt; atau sesuatu yang tersembunyi dan tidak tampak sebabnya. Dari lafaz ini dinamakan akhir malam dengan kata&lt;span style="font-size:130%;"&gt; السَّحَرُ&lt;/span&gt;. Dari lafaz sihir ini juga diambil kata &lt;span style="font-size:130%;"&gt;السَّحُورُ&lt;/span&gt; ‘As Sahur’ untuk sesuatu yang dimakan pada akhir malam, karena kondisi yang gelap pada saat itu. Dan setiap sesuatu yang tidak tampak dinamakan dengan Sahar ‘&lt;span style="font-size:130%;"&gt;سَحَرٌ’&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Adapun secara syariat, sihir terbagi menjadi dua macam:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;عُقَدٌ وَ رُقَى&lt;/span&gt; Simpul tali dan mantera-mantera&lt;br /&gt;Yaitu jimat-jimat dan mantera-mantera yang digunakan oleh seorang penyihir untuk mencelakai orang lain dengan menggunakan setan. Walaupun demikian seorang penyihir tidak bisa memberikan bahaya sedikitpun kepada orang yang menjadi sasaran sihirnya kecuali atas izin Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman: &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;وَمَا هُمْ بِضَارِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;dan mereka itu (ahli sihir) tidak bias memberikan mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. (QS. Al Baqoroh: 102).&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;أَدْوِيَةٌ وَ عَقَاقِيْرُ&lt;/span&gt; Obat-obatan dan ramuan&lt;br /&gt;Yaitu obat-obatan dan ramuan-ramuan yang berpengaruh pada tubuh orang yang terkena sihir, sehingga membuat badannya lemah sedikit demi sedikit. Sihir semacam ini juga bisa mempengaruhi pikiran, sehingga orang yang terkena sihir ini menjadi seperti orang setengah gila atau gila benaran. Juga dapat mempengaruhi keinginan dan kecenderungannya, sehingga orang yang terkena sihir semacam ini berpaling dari sesuatu atau cenderung pada sesuatu yang lain. Seperti membuat seorang suami bersikap lembut terhadap suaminya, atau jatuh cinta pada wanita lain. Lalu laki-laki tersebut dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan orang yang menyihirnya sebagaimana layaknya seekor binatang ternak digiring oleh pengembalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum sihir:&lt;br /&gt;Hukum sihir dapat dibagi menjadi dua macam:&lt;br /&gt;1. Syirik&lt;br /&gt;Apabila perbuatan sihir itu dilakukan dengan perantara syetan. Yaitu dengan menyembah syetan atau mendekatkan diri kepadanya, sehingga syetan memberikan dia kekuatan dan kemampuan untuk mencelakai orang lain yang akan disihir.&lt;br /&gt;Maka hukum orang yang melakukan sihir semacam ini adalah kafir. Dia keluar dari agama islam. Karena perbuatan sihir yang dilakukannya didapatkan dari perbuatan syiriknya kepada Allah, yaitu dengan menjadi budak syetan dan menjadi pengikutnya.&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan dalil Al Quran: &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat (QS: Al Baqoroh: 102)&lt;br /&gt;Artinya orang yang melakukan perbuatan sihir nantinya mereka tidak akan mendapatkan bagian apapun di akhirat. Dan setiap orang yang tidak mendapatkan bagian apapun di akhirat berarti amalannya selama di dunia telah musnah dan sia-sia.&lt;br /&gt;Dan musnahnya amalan tersebut bisa secara keseluruhan, sehingga dia menjadi kafir. Atau musnah sebagiannya saja, sehingga dia tergolong menjadi orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;Secara umum orang yang melakukan tindakan sihir dijatuhi hukuman mati. Pada jenis syirik ini maka penyihir yang dibunuh itu mati dalam keadaan murtad, kecuali bila dia bertobat sebelum dihukum, maka dia mati dalam keadaan beriman.&lt;br /&gt;Hukuman ini didasarkan pada hadist yang diriwayatkan oleh Jundab secara mauquf: &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;عَنْ جُنْدَبٍ : حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Jundab, bahwa hukuman terhadap seorang penyihir adalah dibunuh dengan pedang (HR. At Tirmizi)&lt;br /&gt;Sebagaimana Umar bin Khatab juga memerintahkan untuk menjatuhi hukuman mati terhadap para penyihir: &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;عَنْ بَجَالَةِ بْنِ عُبَدَةَ قَالَ: كَتَبَ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنِ اقْتُلُوا كُلَّ سَاحِرٍ وَسَاحِرَةٍ. قَالَ: فَقَتَلْنَا ثَلاَثَ سَوَاحِرَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari Bajalah bin Ubadah berkata: “Umar memerintahkan untuk membunuh para penyihir baik laki-laki maupun perempuan”. Bajalah berkata: “lalu kami hukum mati tiga orang penyihir”. (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;Dan Malik juga meriwayatkan bahwa Hafsoh istri Rasulallah juga pernah memerintahkan untuk menjatuhi hukuman mati kepada budak perempuan yang menyihirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dosa besar&lt;br /&gt;Apabila sihir yang dilakukan menggunakan mantera-mantera dan ramuan-ramuan, maka tidak menyebabkan dia kafir, tapi orang yang melakukan sihir ini telah melakukan dosa besar dan berbuat zolim terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;Secara hukum penyihir semacam ini juga dikenai hukuman mati. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bahaya dan mencegah kerusakan yang disebabkannya pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5049287339511451646?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5049287339511451646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5049287339511451646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/12/sihir-dalam-pandangan-tauhid.html' title='Sihir dalam pandangan Tauhid'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-5201195682494579285</id><published>2008-12-11T14:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T21:40:02.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Metode Dalam Memahami Asma' Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Asma’ (nama-nama) dan Sifat-sifat Allah SWT&lt;br /&gt;Dari tiga macam pembagian tauhid yang dirumuskan oleh para ulama yang diambil dari dalil-dalil yang benar adalah tauhid Asma’ dan Sifat. Dalam memahami tauhid ini tidak sedikit kelompok-kelompok atau firqoh-firqoh islamiyah yang salah dalam memahaminya sehingga menimbulkan kesesatan. Maka pada bab ini kita akan membahas dengan ringkas tentang permasalahan yang berkaitan dengan dasar-dasar dalam memahami Asma’ dan Sifat-sifat Allah SWT.&lt;br /&gt;1.      Manhaj (metode) yang benar dalam memahami Nama-nama dan Sifat-sifat Allah SWT.&lt;br /&gt;Agar seorang mukmin terhindar dari kesalahan yang dialami oleh beberapa firqoh islamiyah dalam memahami tauhid asma’ dan sifat, maka setiap individu wajib untuk mengikuti cara yang digunakan oleh para salaf atau orang-orang yang terdahulu dari umat ini dalam memahami asma-dan sifat Allah. Di antara cara atau metode yang meraka gunakan adalah:&lt;br /&gt;a.      Tidak melakukan penyimpangan (عدم التحريف)&lt;br /&gt;At Tahriif (penyimpangan) secara etimologi memiliki arti At Tabdiil (التبديل),menggantikan dan At Taghyiir (التغيير),merubah. Secara istilah At Tahriif berarti merobah lafaz Nama-nama Allah yang Indah dan Sifat-sifatNya yang tinggi atau merobah makna-maknanya.&lt;br /&gt;At Tahriif dapat dibagi menjadi dua:&lt;br /&gt;Pertama: Tahriif Al Lafzi (تحريف اللفظ) yaitu dengan menambahkan dan mengurangi atau merobah syakal (harokat) lafaz. Seperti perkataan kelompok Jahmiyyah dalam masalah istiwa’ (استواء) yang mengartikannya dengan istawla (استولى). Begitu juga dengan perkataan orang-orang yang membuat-buat sesuatu yang mengada-ada dalam agama, dengan memberikan harakat nasb (fathah) pada lafazl Al jalaalah (nama Allah) dalam firmanNya: (وكلم الله موسى تكليما). Ada juga yang memberikan harokat kasroh pada lafaz ‘ربك’ pada ayat: (وجاء ربك والملك صفا صفا) dengan mentakdirkan kata amrun (أمر) sebelumnya sehingga maknanya berubah menjadi (وجاء أمر ربك) artinya dan telah datang perintah Tuhanmu.&lt;br /&gt;Kedua: Tahriif Al Ma’na (تحريف المعنى) yaitu dengan membiarkan lafaz nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana bentuk aslinya seperti yang ada di dalam Al Qur’an dan Sunnah tetapi yang dirobah hanyalah maknanya. Seperti penafsiran beberapa golongan ahli bid’ah terhadap lafaz Al Ghodob (الغضب), marah, ditafsirkan sebagai (إرادة الانتقام), kehendak untuk membalas dendam. Lafaz Ar Rohmah (الرحمة) kasih saying, ditafsirkan sebagai (إرادة الإنعام), kehendak untuk memberikan kenikmatan. Lafaz Al Yad (اليد), tangan, ditafsirkan sebagai (االنعمة) kenikmatan dan (القدرة), kemampuan.&lt;br /&gt;b.      Tidak mentelantarkan (عدم التعطيل)&lt;br /&gt;At Ta’tiil (التعطيل), mentelantarkan, berasal dari kata Al ‘atol (العطل),  menganggur, yang berarti Al Khulu (الخلو), sepi,  Al Faraagh (الفراغ), kosong, dan At Tark (الترك), meninggalkan. Sedangkan arti At Ta’tiil secara terminologi/ istilah adalah meniadakan sifat-sifat ketuhanan dan merampasnya dari Allah.&lt;br /&gt;Perbedaan antara At Ta’tiil dengan At Tahriif adalah; bahwa At Ta’tiil merupakan bentuk tindakan menghilangkan makna yang benar yang telah disampaikan di dalam Al Qur’an dan sunnah sedangkan At Tahriif merupakan tindakan penafsirkan nas-nas atau dalil-dalil yang berkaitan dengan Asma’ dan Sifat-sifat Allah dengan makna yang salah.&lt;br /&gt;c.       Tidak melakukan kondisioning/ penyesuaian (عدم التكييف)&lt;br /&gt;Penyesuaian yang dimaksud adalah menentukan bentuk sifat. seperti kalimat kayyafa As Syai’a (كيف الشيء) artinya memberikan bentuk yang dapat dimengerti kepada suatu benda. Dan ada juga yang mengatakan artinya adalah menanyakan dengan kata ‘bagaimana’.&lt;br /&gt;d.      Tidak melakukan permisalan (عدم التمثيل)&lt;br /&gt;Permisalan artinya penyerupaan. Permisalan ini terbagi menjadi dua:&lt;br /&gt;Pertama: Menyerupakan makhluq dengan kholiq. Seperti yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani yang menyerupakan Al Masih bin Maryam (Nabi Isa AS) dengan Allah, orang-orang Yahudi yang menyerupakan ‘Uzair dengan Allah dan orang-orang musyrik yang menyamakan berhala-berhala mereka dengan Allah.&lt;br /&gt;Kedua: Menyerupakan Kholiq dengan makhluq. Seperti orang yang berkata, “bahwa wajah Allah seperti wajah makhluqNya, tanganNya seperti tangan makhluq” dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4510455500903514780-5201195682494579285?l=hermanmoslem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5201195682494579285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4510455500903514780/posts/default/5201195682494579285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hermanmoslem.blogspot.com/2008/12/metode-dalam-memahami-asma-allah_1549.html' title='Metode Dalam Memahami Asma&apos; Allah'/><author><name>Herman. HS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03975349594569842292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JpFr2qJrimo/Sd9jVUySHAI/AAAAAAAAARY/ii-v-iSItXo/S220/skripsi.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4510455500903514780.post-6853287850129625827</id><published>2008-12-03T10:09:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T21:50:12.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>Definisi Syahadat ‘La Ilaaha Illallaah’, rukun-rukun dan syarat-syaratnya</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuchy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph 	{mso-style-name:"List Paragraph"; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraphCxSpFirst, li.ListParagraphCxSpFirst, div.ListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpFirst"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraphCxSpMiddle, li.ListParagraphCxSpMiddle, div.ListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpMiddle"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} p.ListParagraphCxSpLast, li.ListParagraphCxSpLast, div.ListParagraphCxSpLast 	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpLast"; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:578103899; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1843144454 -1398117352 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:18.2pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1067804542; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-460167480 1960233724 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:18.2pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.2pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.2pt; text-align: justify; text-indent: 35.8pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Karena syadat adalah bagian yang fundamen dalam aqidah seorang muslim, dan karena syahadat ini memiliki nilai-nilai dan pengaruh yang besar dalam kehidupan serta pentingnya aqidah yang jelas dalam akal dan hati sehingga dapat melakukan ibadah kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk mengenal lebih dalam makna syahadat serta rukun-rukun dan syarat-syaratnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.2pt; text-indent: 35.8pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Makna syahadat ‘La Ilaaha Illallaah’ ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;لا إله إلا الله&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;) adalah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.2pt; text-indent: 35.8pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Adapun rukun syahadat ada dua:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18.2pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Nafyun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; artinya meniadakan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 18.2pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Itsbaatun &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;artinya menetapkan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.2pt; text-align: justify; text-indent: 35.8pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kalimat ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;لا إله إلا الله&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;) di dalam syahadat yang berarti ‘tidak ada tuhan’ merupakan bentuk &lt;i&gt;nafyun &lt;/i&gt;atau peniadaan dan pengingkaran bagi seluruh sesembahan selain Allah. Sedangkan kalimat ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;إلا الله&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; ) yang berarti ‘kecuali Alla’ merupakan bentuk penetapan ibadah bagi Allah semata, tidak ada sekutu baginya dalam ibadah, sebagaimana juga tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaanNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.2pt; text-align: justify; text-indent: 35.8pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Adapun syarat-syarat syahadat ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;لا إله إلا الله&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;) yang merupakan tolak ukur kesempurnaan tauhid seseorang dan belum sempurna tauhidnya kecuali dengan syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 18.2pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ilmu yang meniadakan kebodohan ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;العلم المنافي للجهل&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Allah SWT berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;﴿محمد: 19﴾&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu. (QS: Muhammad: 19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;وَلاَ يَمْلِكُ الَّذِيْنَ يَدْعُونَ مِنْ دُوْنِهِ الشَّفَاعَةَ إِلاَّ مَنْ شَهِدَ بِالحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;﴿الزخرف:86﴾&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafa’at (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini. (QS: Az-Zukhruf: 86).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;عن عثمان بن عفان قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من مات وهو يعلم أن لا إله إلا الله دخل الجنة&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dari Utsman bin Affan, dia berkata: Rasulallah SAW bersabda, “Siapa saja yang mati dan dia mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka dia masuk sorga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan dari Abi Sa’id Al Khudri RA beliau meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;قال موسى يا رب علمني شيئا أذكرك وأدعوك به، قال: يا موسى لو أن السموات السبع وعامرهن غيري والأرض السبع في كفة ولا إله إلا الله في كفة، مالت بهن (لا إله إلا الله) رواه ابن حبان والحاكم في صحيحه)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Musa berkata,”Ya Tuhanku! Ajarilah aku sesuatu yang dengannya aku bias mengingatmu dan berdoa kepadaMu.” Allah berkata, “Hai Musa! Sekiranya tujuh lapis langit dan ditempati selain aku, dan tujuh lapis bumi berada di sebuah piringan timbangan. Kemudian (kalimat) La Ilaaha Illallaah berada di piringan timbangan yang lainnya, maka pastilah piringan timbangan tersebut akan miring kepada kalimat ‘La Ilaaha Illallaah’. (HR. Ibnu Hibban dan Hakim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 18.2pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Keyakinan yang meniadakan keragu-raguan ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;اليقين المنافي للشك&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hendaknya seorang yang mengucapkan kalimat ‘La Ilaaha Illallaah’ ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;لا إله إلا الله&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; ) dengan penuh keyakinan akan kandungan kalimat ini. Tidak ragu-ragu dan bimbang. Allah SWT berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;قَالَتِ الأَعْرَابُ آمَنَّا، قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا، وَلَمَّا يَدْخُلِ الإِيْمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ، وَإِنْ تُطِيْعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ لاَ يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئاً إِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيْمٌ، إِنَّمَا المُؤْمِنُونَ الَّذِيْنَ آمَنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ ﴿الحجرات: 14-15﴾&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kami belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk (islam); karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan rasulNya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah meraka yang beriman kepada Allah dan rasulNya, kemudia mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS: Al-Hujurat: 14-15).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dalam ayat ini Allah SWT memberikan syarat bagi kejujuran iman orang-orang Arab Badui tersebut, yaitu agar mereka tidak ragu-ragu dan tidak bimbang dalam keimanan kepada Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan diriwayatkan dalam hadis yang shahih:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أرسل أبا هريرة بنعليه قائلا له: (من لقيت من وراء هذا الحائط يشهد أن لا إله إلا الله مستيقنا بها قلبه فبشره بالجنة&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya: bahwa Rasulallah SAW mengutus Abu Hurairah dengan membawa kedua sendalnya seraya berkata kepadanya, “Siapa saja yang engkau temui di balik dinding ini, dia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan hatinya yakin dengan kalimat itu, maka berilah dia kabar gembira akan sorga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;وعن عبادة بن الصامت رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، وأن الجنة حق، والنار حق، أدخله الله الجنة على ما كان من العمل (أخرجه البخاري ومسلم)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dari Ubadah bin Shomit RA, dia berkata: Rasulallah SAW bersabda, “Siapa saja yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginya, dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusanNya, dan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam, dan merupakan ruh (yang ditiup) dariNya. Dan Bahwasanya sorga adalah sesuatu yang benar, dan neraka adalah benar. Allah masukkan dia ke dalam sorga berdasarkan amalannya. (HR. Bukhori dan Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ikhlas yang meniadakan perbuatan syirik ( &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;الإخلاص المنافي للشرك&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ikhlas adalah membersihkan amalan dengan niat yang bersih dari seluruh perbuatan syirik, baik yang besar maupun yang kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Allah SWT berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 18.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ وَذَلِكَ دِيْنُ القَيِّمَةِ ﴿البينة: 5﴾&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Padahal merka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas mentaatiNya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar), (QS: Al-Baiyyinah: 5).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maka barang siapa yang mengharap pertemuan dengan TuhanNya hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya. (QS: Al-Kahfi: 110).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl" style="margin: 0cm 18.2pt 10pt 21.3pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="AR-SA"&gt;أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَالِصاً مِنْ قَلْبِهِ وَنَفْسِهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Artinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 21.3pt 10pt 18.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-hei
